Maluku Trip – Ambon

Day 4, 2 Juni 2015
Waktu hujan sore sore, kilat sambar pohon kenari. E jojaro deng mongare mari dansa dan menari
Tau lagu itu dari mana? Yup betul dari ambon. Hari ini kami semua mau pergi ke Ambon. Dari bandara kei butuh waktu 1,5 jam untuk ke bandara patimura. 
P6020121
pulau-pulau kecil di daerah kei
Pas di pesawat, saya keluarin handphone ( airplane mode) untuk foto-foto pulau kecil yang ada di sekeliling kei, ga lama, ada ibu dibelakang saya yang heboh bilang gini :
Ibu-ibu : “memangnya boleh ya nyalain handphone di pesawat”
Temannya : buat foto aja kali
Ibu –ibu : “jangan sampe ya kesalahan satu orang bikin kita celaka semuanya”
Jeng..jeng…. serasa dipukul pake palu gede deh.. padahal kan sebetulnya selama airplane mode, gpp buka hp buat foto-foto, cuma si ibu yang berasal dari ambon itu ngomongnya kenceng banget, bikin heboh barisan belakang jadinya…haiiiizzzz…. Akhirnya foto-foto pake kamera underwater deh…:(
 

P6020129
Banda Neira
Ga berapa lama, kita melintas di atas banda naira, en si ibu-ibu belakang kembali berisik lagi “itu banda kan?” tanyanya ke temen sebelahnya dan kesempatan ini saya pake buat nanya ke si ibu ehmm.. setel suara paling lembut dan ramah.
Me :  “ yang di depan itu banda naira ya bu?
Ibu: “ iya”
Me : ada apa disana bu? Lebih bagus dari kei ah?
Ibu :  ada bla bla bla.. ( mulai cerita)
En percakapan ini akhirnya jadi seru sampe –sampe si ibu ngira saya orang ambon… aaaaahhhhh,,, sudah mirip rupanya muka beta jadi wong ambon.
Sampai di Bandara, banyak supir taksi yang menawarkan mobilnya. Cuma disini mereka tidak memaksa seperti supir di bandara soeta ya. Karena supir yang saya pesan belum datang, jadilah kami menunggu di depan badara. Baru 5 menit berdiri, tiba-tiba banyak orang yang berlari dan berteriak… karena panic + penasaran, kamipun melihat kearah asal suara itu. Mungkin karena melihat muka kita yang berubah, ada  orang yang bilang,, “itu bukan apa-apa, mereka Cuma becanda” en mba hanny juga bilang hal yang sama. Beberapa lama kemudian, kembali mereka berteriak dan berlari… ala maaakkkk,,, baru 10 menit sampai di tanah air beta, beta punya nyawa sudah hampir habis….
Akhirrrnyaaaa… si supir saya pun  sampai, tapi dia bilang kalo dia sudah ada janji jemput orang, jadi dia akan antar sampai penginapan, dan kemudian akan dilanjutkan oleh temannya. Bodohnya saya saat itu, saya tidak konfirmasi kembali harganya. Jadi waktu saya pesan pertama kali, dia bilang 650 rb perhari untuk innova. Dan kenyataanya saya harus bayar 250rb untuk biaya jemput ke bandara ditambah 650 rb untuk keliling ambon dengan mobil temannya itu…. Aaarrrrgggghhhh saya tertipu… 

Rasanya, ambon belum cukup membuat amarah saya memuncak,,, eeeaaaa kaya gw bisa marah ajah ( ga bisa marah, tp juaranya ngambek) …… supir yang ke 2 ini rada –rada males untuk muter ke arah yang jauh. Kebetulan hari itu saya minta dia untuk keliling di Pantai Lawena, Pantai hukurila. Pantai namasua, pantai pintu kota, pantai santai   dan sunset di patung Christina marta tiahahu. Dari penginapan saya, pantai hukurila itu bisa di tempuh dalam waktu 45 menit menerobos bukit-bukit, atau 2 jam dengan posisi memutar dipesisir pantai.

DSC_0446
beda kan pasirnya sama pasir panjang kei
Supir : mau kemana hari ini ?
Me : mau ke lawena, hukurila, namasua, pintu kota, pantai santai dan sunset di Christina marta tiahahu. Cari jalan yang searah pak, jadi ga usah mutar- mutar
Supir : hukurila itu pantainya biasa aja,ga ada apa-apa. Orang biasanya diving disana
Me : gpp pak, pingin liat aja dulu
Supir : kalo jalan lewat situ lama, lewat sini deket (nunjuk arah)
Me : lewat sini berapa lama pak?
Supir : lewat sini yang mana ya ? ( melunjur lewat jalur yang lama)
Me : yang tadi bapak tunjuk, kan bapak bilang kalo lewat jalur sini lebih cepat
Supir : tapi lewatin pegunungan, naiknya nanjak.. etc..etc…
Me  : ( garuk-garuk kursi mobil plus temen saya)  ya kan kata bapak, lewat sana cepat, berapa lama? Kita lewat sana saja kalo cepat pak
Supir : (akhirnya muter balik en lewat jalur cepat)
Ga berapa lama, jalanan sedikit menanjak en si bapak minta kita untuk matiin AC + buka jendela, katanya takut ga kuat mobilnya….. #eeeaaaaaaaaaaa
IMG-20150602-WA0010
Hukurila  Beach
45 menit kemudian, kita sampe di pantai lawena,,, tidak banyak yang bisa dilihat. Pantainya kotor dengan pasir yang kasar ( abis liat pasir lembut, disuguhin yang kasar gini jadi rada-rada ilfil)  cukup 10 menit di pantai ini ( sambil lempengin badan) kemudian kita pindah ke pantai hukurila, lumayan lebih bagus daripada hukurila ya.. bisa foto-foto kece jadinya.
mtf_BYyeU_484.jpg
sunset at patung christina marta tiahahu

Karena waktu sudah lumayan sore, akhirnya kita skip untuk pantai namasua, pintu kota dan pantai santai, kata si bapak kita ga ke uber untuk kesana. pemberhentian berikutnya adalah pantai Christina marta tiahahu, sosok pejuang wanita dari ambon. Konon katanya saat peletakan batu patung ini hanya bisa menghadap ke laut tempat dia dibuang, ketika dicoba menghadap ketempat lain tidak bisa. Dari luar pagar, kami menunggu matahari tenggelam dibalik bukit ambon. Sudah banyak orang yang duduk-duduk menunggu sunset en berfoto disini.

mtf_BYyeU_480.jpg
waiting for sunset
Tak ada tujuan, tapi ga mo rugi balikin mobil yang sudah dibayar full, jadilah kami minta untuk dibawa ke kedai kopi joas, kedai kopi yang terkenal juga disini. Sayang hari sudah mulai malam, sehingga cemilan cemilan di sana sudah habis, dan hampir last order ( padahal baru jam 7 loh) dan pindah makan ikan di resto dekat hotel .
DSC_0495
kota ambon – gong perdamaian
Mungkin karena suaranya yang memang besar, atau mungkin saya terbiasa mendengar suara lembut nan ramah. Bagi saya, hari ini,,,ambon meninggalkan kesan yang mengecewakan..:(

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *