Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016) – day 2

5 February 2016,

 

@soloBalapan…

Pagi ini Mas Azis dari wisatakita.com sudah menunggu dua wanita kece dari Jakarta di depan stasiun. Karena kereta sampainya aga sedikit telat, en kita musti ke toilet dulu ( sikat gigi en dandan kece) jadilah kita langsung meluncur ke kantor wisata kita di colomadu.  Ternyata, ketika kita sampai kantor, mas ridwan ( yang suka smsin peserta trip) dan mas tobing ( yang jaga di karimunjawa) masih tidur, jadi kita pun bisa mandi dulu, siap2 buat ke pacitan.

DSC_1850

Entah sudah berapa lama, saya ga ketemu mereka bertiga dalam satu tempat, biasanya paling ketemu mas ridwan ( dia ikut waktu saya trip kei-ambon-ora), atau mas azis ( karena sering ke Jakarta). Tp klo mas tobing, rasanya terakhir itu 2013 or 2014 pas di karimun jawa ya.

Perjalanan ke pacitan ini, ga cuma kita berlima aja ternyata, mas azis bawa temen-teman dari solo yang pingin liat keindahan Pacitan.  Perjalanan Solo-pacitan (gua gong) memakan waktu 2.5 – 3 jam. Dan entah kenapa hari itu hujan nya awet, kaya pake formalin gitu, jadilah kami ujan-ujanan pas di goa gong (padahal sih pinginnya makan siang samabil piknik didepan panti gitu).

DSC_1858

Dari parkiran ke Goa Gong ternyata ga begitu jauh, jalanannya sedikit menanjak dan ada jembatan yang bisa dilewati sebagai shortcut.  Jujur, saya ga pernah nyaman kalo masuk kedalam goa, jadilah saat  masuk mulut goa, saya cm memandang kebawah tanpa merhatiin langit-langit goa yang runcing2, daaaannnn… selanjutnya bisa di duga donk….. iyyyeeeessss,,, aku kepentok langit2 yang tajem itu,, sakiiitttt,, tp untung ga sampe bedarah yak (orang Indonesia mah selalu untung disetiap kejadian).

DSC_1859

Goa gong sendiri dinamakan seperti itu, karena ada batu yang jika dipukul bunyinya akan seperti gong. Memiliki kedalaman goa sepanjang 256 meter dan memiliki stalakmit dan stalaktit berumur ratusan tahun (yang ini saya nyontek dari web nya initempatwisata.com). goa ini muncul dari akibat aktivitas vulkanik dan greakan termik yang diperkirakan berlangsung ratusan hingga ribuan tahun silam. Selain itu, cahaya warna warni dari lampu sorot, bikin goa ini cantik tanpa menakutkan.

DSC_1871

Dari Goa gong, kami lanjut ke panti banyu tibo diserati hujan gerimis yang bikin mood hilang buat foto-foto. Sebetulnya, dibawah tempat parkiran ada air terjun kecil yang bisa dijadikan objek foto, dan juga main-main air, tapi karena mood tiba2 ilang, jadinya saya Cuma di warung menikmati teh hangat,sehangat senyumannya….#eeehh.. pemandangan dari warung ajah udah bikin saya merasakan nikmatnya liburan kok.. I’m happy just to feel and see the sea.

DSC_1880

Selanjutnya adalah pantai buyutan, pantai ini lovely banget….. pantainya alus dan bersih….. tp kembali sayang beribu sayang, hujan yang turun membuat hasil foto kurang maksimal (padahal baju udah kece banget loh).  Oia,,, ada satu hal yang sedikit membuat sedih saya, ketika saya berbicara dengan penjaga warung, berikut pembicaraannya :

Me : permisi pak,

Bapak : silakan mba, mba dari Jakarta ?

Me: iya, pak saya dari Jakarta, yang lain dari solo

Bapak : oh , iya kalau yang lain saya tau.

Me : oh, keliatan jelas ya pak

Bapak : iya, kalau solo lebih halus, lebih sopan

Me : oh… (sedih… meloyor pergi)

DSC_1903

Hmmm… mikir, ini karena saya ga pakai Bahasa jawa, jadinya saya dibilang kurang sopan, atau kenapa ya, padahal sudah permisi-permisi… ya …sudah lah ya.. pembelajaran baru biar next nya lebih sopan lagi,,, kali dapet mertua orang solo nanti…#eeeeeeaaaaa

DSC_1907

Selesai dari  bunyutan, kamipun mencari penginapan di daerah pantai watukarung. Kami dapat penginapan yang semalamnya 200rb/ kamar.

DSC_1947

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *