virtual photograpy workshop

Pernah mainan the sims? Dimana kita bisa melihat orang2 dan gedung2 nya dari segala sisi, atas,bawah, kanan,kiri, depan, belakang??…. nah bagaimana kalo itu dijadikan dalam bentuk foto nyata?….dimana kita bisa melihat seluruh sudut sebesar 360 derajat??….. hari ini saya, mba hanny, adin mengikutin workshop mengenai virtual photograpy yang di adakan oleh oktagon (for free loh).
Begitu mendengar virtual photograpy, sebetulnya saya dan teman-teman bingung ini sebetulnya mo ngebahas apaan sih?? Maklum, masih awam di dunia per-photograpy-an….yg kita tau cm foto landscape, photo wedding, foto makanan,,,, hiihihihi…:d nah ini lah hasilnya setelah browsing di Wikipedia :
VR photography or virtual reality photography is the interactive viewing of wide –angle panoramic photographs, generally encompassing a 360 degree circle or a spherical view.  VR photography is the art of capturing or creating a complete scene as a single image, as viewed when rotating about a single central position, they are view through movie player, such as flash.
check this  : http://indonesiavirtual.com/index.php?option=com_jumi&fileid=11&Itemid=109&id_img=377
ada aku disana looohhhhhhhhhh….hahahaha
Nah..siang ini , mas Riefa Istamar, menjelaskan beberapa hal dasar untuk melakukan pengambilan gambar 360 virtual photography ini, hal basic yang harus kita punya adalah kamera (bisa kamera apa saja,,,bahkan pake handphone biasa pun bisa loh), lalu lensa (lensa apapun bisa, tp tentunya,,,klo pake lensa tele, kita harus capture lebih banyak gambar daripada pake lensi wide), tripod, head virtual tripod (optional),  cable release (optional), spirit level (optional)…. Dan dari sisi software, ada stiching software (bisa pakai ptgui, autopano giga / pro, tawbaware, hugih…. Software ini berbayar,,kecuali yang hugin) , VR converter (pano2vr atau lainnya), dan image editor  seperti photoshop.
Kemudian, yg perlu diperhatikan adalah untuk mendapatkan VR photo ini, semua gambar yang kita ambil harus dalam keadaan landscape saja atau portrait saja…. Tidak boleh di campur,,, ,,, lalu,,, lebih baik jika mengambilnya dalam keadaan portrait,,, karena pada selesai editing, pada kondisi landscape, akan menghasilkan gambar yang tipis…. Lalu,,,pada semua gambar yng diambil, gunakan jarak yang sama..jgn dirubah..misalnya pakai 18 – 35 – 18….. nanti gambarnya jadi acak2an loh…. 😛
Oia…. Biasanya saat kita motret panorama,,, yang jadi titik tumpu itu kan badan kita atau tripodnya…ternyata sebenarnya, yang dijadiin titik tumpu adalah paralax point, biar hyperfocal distance tetap… balik lagi ke Wikipedia…. Hyperfocal distance is the clostest distance at which a lens can be focuses while keeping objects at infinity acceptably sharp. When the lens is focused at this disctance, all objects at distance from half of the hyperfocal distance out to infinity will be acceptably sharp.  Lalu pakailah manual focus…
Begitu semua persiapan selasai…mulai lah praktek langsung,,,, cari posisi buat foto… ceklak ceklik… lalu pindahkan memorycard ke notebook…lalu biarkan lah software yang bekerja… hihihihi…. Kok kayanya kalo nulis/diomongin tuh gampang bener ya…. Tp begitu praktek pasti rempong ya booo….. hahahaha….
Oia..pengaplikasiannya bisa untuk jadi sales real maket…jadi kalo mo jual apartement, bisa tinggal di liat dari notebook/ tabletnya… bisa di klik dah tuh mousenya..diarahkan 360 derajat ruangan…setiap sudutnya bisa keliatan kok… atau untuk pariwisata juga okeh banget..
Berhubung masih awam…jadinya gak mo ngebahas lebih banyak soal ini…. Boleh silakan google-ing masalah 360 virtual photography dan cari tau lebih banyak..liat hasil hasil fotonya…… 😉
reference :
Continue Reading