[itinerary] europe trip-last day : ostia antica


The yellow – ostia antica

Setelah bertanya sama petugas hotel dan mereka mengatakan bahwa kereta ke ostia sudah berfungsi kembali.. yyyyeeeeaaaaaaaa….  Dari metro piramide, saya pindah naik kereta yang ke ostia antica, dan dari sana saya mengikuti petunjuk untuk jalan lurus kurang leih 5-10 menit. Ketika saya datang, belum ada orang sama sekali, malah tiket counternya belom buka.. hehehehe… 

Ostia ini luas banget, isinya reruntuhan puing-puing dari jaman bersejarah. Tapi saya suka kali disini, alesannya simple, karena ostia antica ini SEPI… hahahaha… saya suka yang sepi-sepi gini biar bisa dapet foto yang bagus,, sekitar 2 jam berkeliling, saya melanjut kan perjalanan ke caste fusano, entah apa yang ada disini, yang pasti saya melihat icon ombak-ombak yang ada di metro station.. hahahah… si dudul berani nyasar neh namanya.. 


i love sun










 
Castel fusano
Keluar dari metro, saya sudah mencium bau pantai… yup pantaaaaaiiiiiiiii… walaupun ga seindah pantai- pantai yang ada di Indonesia, tapi kepenatan selama 8 hari yang lalu hilang sudah begitu saya liat laut dan merasakan pasir dikaki saya (lebay).  Karena hari ini ga ada agenda, akhirnya saya leyeh-leyeh aja di pingir pantai. Pake baju dingin sambil selonjoran di kursi pantai.. hahahahaha… panaaaaassssssssss…..
Dan berhubung cuacanya lagi panas terik, tp angin nya dingin,, selesai dari sini saya dengan suksesnya kembali menjadi hitam… huahahaha.. 

didepan laut mediterania
santai sejenak
makanannya ga enak
 
The yellow hostel
Sebelom balik ke hotel, saya main ke supermarket deket hotel untuk cari makanan yang bisa di bawa pulang. Harga di supermarket biasanya jauh lebih murah daripada beli di bandara, en sekalian bisa cari barang-barang local yang lucu-lucu.. hehehe..
Kemudian saya duduk-duduk di bar hotel (sebelumnya ga pernah mampir karena takut digangguin sama orang mabok), ya berhubung hari masih sore, jadinya boleh lah saya duduk-duduk disini dulu..
Kemudian saya ke termini station untuk naik kereta ke bandara… well perjalanan saya di Europe harus berakhir hari ini… seandainya boss ngasih cuti lebih banyak lagi, saya pasti bakal nulis lebih banyak pula..

jangan lupa validate tiketnya di mesin ini
tiket untuk ke airport
mari pulang
Pengeluaran hari ke 9 :
Tiket ke ostia : 1.5
Ostia entrance fee : 11
Snack : 3
Ticket to castel : 1.5
Makan siang 8.5
Tiket to termini : 1.5
Cappuccino : 1.5
Termini to airport :1.4
Drink : 1.6
Total day 9 : 44.1
 
Note : pengeluaran disini hanya sebagai panduan biaya selama disana.
Continue Reading

[itinerary] Europe trip day 8 – Colloseum and the gank


The Yellow Hostel – Metro Station
Rencana awal hari ini mau main di ostia antica, tapi apadaya ketika sampai piramide untuk ganti kereta, ternyata keretanya lagi mogok.. akhirnya balik lagi untuk menuju ke colloseum. 
Colloseum
Sesampainya di colloseum, saya di berhentikan oleh tour guide local, mereka menawarkan harga 25 euro untuk tiket masuk + guide, karena pengalaman di Vatican saya rada-rada ga ngerti ada apa aja disana, akhirnya saya pilih pake tour ini. namun saya harus menunggu sampai quotanya mereka terpenuhi. 

para tour guide yang menunggu peserta



colloseleum


Awalnya sekitar 7 orang yang ikut dalam rombongan kami, tour guide menceritakan tentang sejarah colloseum kurang lebih 15-30 menit, kemudian kami bebas berkeliling sendiri dan janjian untuk ketemuan diluar ke roman forum.  Sayangnya, karena tour guide nya ga ikut kita keliling, jadi saya ga bisa naik ke lantai 3, dan hanya bisa berkeliling di lantai 1 dan 2 saja. 
Ketika jam hampir menunjukan waktu yang ditentukan, saya bergegas keluar untuk ketemu team yang tadi,,,, en dikarenakan lack of memories on my brain.. aku ga inget donk tadi temennya siapa ajah……  hahahahaha.. walhasil saya berdiri di depan pintu, berharap ada orang yang memakai sticer yang sama, atau mungkin ada yang manggil saya.. saya berdiri sekitar 15 menit, tapi ga ada yang keluar..putus asa, saya berjalan ke pintu depan dang a jauh setelah saya berjalan.. akhirnya ada pasangan yang bilang “here you are..we are waiting for you”… oh mmmyyyyyyy…. 

 

Semua peserta sudah kumpul, tp kita ga menemukan pemandu kita, yang kita temukan adalah pedagang permanen berantem dengan pedagang illegal, pedagang ilegalnya habis dia bentak- bentak karena masuk ke territory mereka (padahal jualannya berbeda loh). Ga lama polisi local pun datang, dan pedagang illegal ngacir entah kemana tau… tontonan 10 menit yang sungguh mendebarkan hati (saya berharap ada aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan gitu padahal).. hehehehe… 

colloseum
Tour guide datang, pesertapun senang… dari colloseum kita diajak jalan ke roman forum, dan kembali tour guide menceritakan sejarah selama beberapa menit, dan menunjukan titik-titik penting, kemudian peserta bebas kemana saja.
Tempat ini luasnya kebangetan,, setelah kaki saya abuse selama berhari-hari,, hari ini saya kembali harus jalan berjam-jam untuk mengelilingin roman forum. Huahahahaha…capeeeeee……
colloseum


 
Roman forum – piazza del popolo 


Kembali lagi saya ke piazza del popolo.. rencananya mau moto sunset yang lebih bagus dari atas, karena hari belum terlalu sore, akhirnya saya muter-muter di taman tersebut dan menikmati pemandangan. 

peoples @piazza del popolo
peoples @piazza del popolo
sunset
sunset et piazza del popolo… no edit
peoples


Pengeluaran hari ke 8 :
Sarapan : 0,85
Tiket kereta 1.5
Colloseum tiket : 12
Tour guide 13
Tiket kereta : 1.5
Makan siang : 10.7
Tiket kereta : 1.5
Jajan: 10
Total day 8 : 51.05
Continue Reading

[itinerary] europe trip -day 7 : Tivoli

The Yellow – Tivoli

 

taman didepan villa d’este

Untuk menuju Tivoli, saya naik kereta ke  ponte mammolo metro, dan pergi ke bawah untuk beli tiket bus. Tiket untuk ke tivolinya bisa di beli di lantai bawah di kios rokok.  Perjalanan menuju Tivoli kurang lebih 30 menit. Berhubung kepedean, saya ga tanya-tanya bakal turun dimana (saya pikir terminal terakhir itu = tujuan saya). Tapi ketika saya melihat petunjuk jalan semakin menjauh dari tujuan, akhirnya saya tanya sama supirnya, dah viollaa…villa d’este sudah terlewatkan… hehehehe.. 

 

Villa d’este


 Tempatnya lumayan gede walau ga segede Versailles. Bangunannya rada tua dan bau lumut. Tp tempat ini salah satu pilihan buat yang bosen sama hiruk pikuknya roma. Kebetulan ketika saya kesana, tempat ini ga terlalu banyak pengunjung dan pengunjung yang datang kebanyakan lansia. Waktu lagi makan roti, tiba-tiba ada seorang cowo muda dari yunani yang minta dipotoin.

 

pintu villa d’este

view from the top

 

 

 

 

 

 

view from the top, sisi yang lan


Villa gregoriana


Selesai keliling villa d’este saya pergi ke villa gregoriana, sepanjang perjalanan ke villa gregoriana, saya menemukan pasar rakyatnya. Kalo villa de’este sepi pengunjung, di villa gregoriana ini lebih sepi… super sepi malahan.. selama 1 jam jalan dan duduk-duduk disini, saya Cuma ketemu sama 4 orang pengunjung yaitu 1 pasang pasangan lansia dan orang yang minta saya fotoin di villa d’este + temen nya. Ga ada lagi siapa-siapa selain mereka. Mana villa gregoriana ini bentuknya lembah dan air terjun serta hutan, yang bikin saya deg-degan sepanjang jalan.
outdoor resto

 

flower from the market

 

buahnya gede en seger-seger

 

orang itali katanya romantis-romantis, makanya suka banyak yg jualan bunga


Sebetulnya masih ada 1 villa lagi di Tivoli, namanya villa Alexandria, en katanya sih lebih bagus daripada d’este. Tp kita harus ambil bus localnya Tivoli untuk menuju tempat ini, jangan kwatir salah bus, karena akan ada tulisannya di jendela bus. Naik busnya bisa dari depan tamannya villa d’este. 
pintu masuk / keluarnya villa grogeriana

 

 

 

air terjun nya.

 

 

 

 

 

 

 


Villa d’este – Spanish Step


Dengan mengunakan bus yang sma ketika berangkat ke Tivoli, saya bergerak pulang ke rome. Karena hari masih sore akhirnya saya berhenti spagna metro station untuk melihat Spanish step yang terkenal itu. tapi kembali lagi saya kecewa karena Spanish step ini penuh banget sama  orang- orang, sampe sampe ga bisa dapetin foto yang bagus. Akhirnya saya Cuma jalan jalan di sepanjang lorong dan melihat toko-toko seperti zara, h&m, sephora dan berbagai branded store disana. Ga lama berjalan saya tiba di piazza del popolo. Dari sini saya naik ke atas jalanan untuk memotret sunset, tp kalo mo dapetin view yang lebih bagus bisa naik ke piazza de bucrest. 
spanish step

 

 

 

shopping time

 

 

senja di piazza del popolo



Pengeluaran hari ke 7 :


Sarapan : 2


Train tiket : 1.5


Bus ke Tivoli : 4.4


Tiket masuk villa d’este : 11


Tiket masuk villa gregoriana : 6


Makan siang : 8.8


Belanja makanan /snack : 20


Souvenir (tempelan kulkas + gunting kuku) 5


Total 58.7
Continue Reading

[itinerary ] europe trip – day 6 : Rome

Plus Florence Hostel – Firenze SM Station
Karena sudah pesen tiket jam 6.20 untuk menuju rome, akhirnya pagi-pagi bener saya sudah siap-siap dari hotel. Gerimis sudah menguyur jalanan pagi ini, dan diluar cuaca masih gelap. Sepanjang jalan saya melihat banyak orang-orang yang tidur di jalan. Padahal saat ini cuaca kurang lebih 5 derajat celcius loh.

Di stasiun, saya pergi ke mcd untuk memesan crosaint dan tea untuk menghangatkan badan, sambil menunggu pengumuman kereta ke rome. Kali ini saya dapat kereta kelas 1, jadi saya duduk di bangku yang sendiri dan cukup besar. 


 

Termini Station – The Yellow Hostel
Dari termini station ke yellow hostel ini caranya gampang banget, ga pake nyasar kali ini..hehehe.. just follow the instruction that they give in the hostel information. The Yellow ini punya 2 bangunan, yang pertama untuk reservation dan untuk lounge nya,, kemudian di gedung sebrang baru untuk kamar tidurnya. Saya dapet di lantai dua dengan isi 4 orang sekamar. Kamarnya kecil dan sempit, susah gerak, apalagi kalo dapat kasur yang dibawah.. mo berdiri pun susah. Disini saya cuma drop tas dan kemudian pergi keluar untuk muter-muter kota

 
The Yellow Hostel – Vatican city. 
 
Karena masih pagi, dan berharap pergi ke banyak tempat, jadilah saya beli tiket metro yang unlimited 1 hari seharga 6 euro.. padahal saya Cuma pake 2 kali saya, dari termini ke vatican dan dari trevi fountain ke hotel. Dari petunjuk yang saya dapatkan, untuk menuju ke Vatican city bisa berhenti di cipro- musei vaticani, tapi ketika saya turun disana, ternyata jalannya lumayan jauh, dan orang-orang kebanyakan turun dari oraviano-san pietro.  Vatican ini besar sekali, saya muter kanan kiri,depan belakang, jalan berjam-jam sampe pegel juga masih aja belom kelar liat semuanya. Dan yang saya bangga, dilantai bawah ada loh museum tentang Indonesia… hampir aja saya bilang kalo saya orang Indonesia, en klo mo tanya –tanya bisa tanya langsung ke saya sama tamu-tamu disana (sombong..hahahaha).. tp berhubung pengetahuan tentang Indonesia masih cetek, jadinya saya mengurungkan niat itu.. takut malah jadinya malu-maluin Indonesia… :d
Selain museum Vatican juga puny ataman dan Sistine chapel. Tiket yang kita beli udah include untuk 2 tempat tersebut.

 

 

vatican museum
borobudur di vatican museum

 

Vatican Museum – St. Peter’s Basilica
Jalan ke belakang, kita bisa menemukan st. peter’s basilica dan st.peter’s square. Tempatnya luas dan bagus. Tapi antriannya ga kuattttttttt…. Bisa 1 jam sendiri untuk ngantri masuk ke st. peter’s basilica ini loh (apa karena gratis juga ya?). pas saya antri, dibelakang saya ada pasangan yang lagi honeymoon berantem gara-gara si cewe berfikir mereka buang-buang waktu ngantri sepanjang itu, tapi si cowo bilang antriannya worth it buat liat dalemnya kok. Jadi selama 1 jam saya ngantri, saya terus dan terus dan terus dengerin mereka berantem en yang bikin saya suka, si cowo bilang gini “honey.. listen to me.. I almost cant handle it,don’t make me angry please… kiss me please.. kiss me now” en si cewe nurut but nyium, tp abis itu nyerocos marah-marah lagi… 

 

 

 

 

 

Lalu, ketika saya sudah hampir sampai ujung antrian, ada keluarga yang di maki-maki sama tour guidenya karena nyerobot antrian..hahaha… drammmaaaa…..
Castel sant’angelo – piazza navona – panteon – trevi fountain

rute perjalanan sore hari
 Dari st.peter’s basilica kita bisa jalan kaki ke castel sant’angelo. Disini merupakan bekas penjara pada jaman dahulu kala,,, dan kalo kita jalan terus nyebrangi jembatan, nanti akan ketemu piazza navona kemudian panteon dan trevi fountain. Namun sayang trevi fountainnya sedang dalam perbaikan, jadinya ga bisa lempar koin,, tp semoga saya tetap bisa kesana lagi 
castel sant’angelo

 

 

 

 

 

 

warm afternoon
Pengeluaran hari ke 6 :
Tiket kereta ke rome : 29
Penginapan  4 hari : 90
Breakfast : 3
Lunch : 7
One day tiket train : 6
Tiket to Vatican : 16
Audio guide Vatican : 7
Continue Reading

[itinerary] Europe Trip day 5 – Sienna and Pisa

Hari ini rencananya saya mau ke sienna, karena katanya pisa itu biasa ajah. Tapi karena teman sekamar mau ke pisa juga ke sienna akhirnya kita memutuskan untuk ke dua tempat itu.. hahaha..padahal arahnya berlawanan loh. 
pisa catherdral, entrance ticket can be found at museum for free
Firenze train station
Cari tiket untuk ke Pisa,  berhubung antrian di trenitali rada lama, akhirnya teman sekamar saya mau liat-liat tiket dari vending mechine. Nah pas dia lagi liat-liat no saya dipanggil oleh reception, dan  dengan polosnya saya beli 2 tiket untuk ke pisa, pas selesai transaksi, ternyata dia sudah beli tiket untuk dirinya sendiri..alamaaaakkkk… en karena saya males tukerin lagi, akhirnya saya rugi sekitar 8 euro..hikkkssssss……. lumayan buat makan siang.
Perjalanan ke pisa kurang lebih 45 menit sampai 1 jam.

PISA
Berbekal NOL pengetahuan dan ga punya peta,,, akhirnya kita buta sampe di stasiun pisa. Hahahaha.. tapi begitu keluar stasiun, saya liat ada hotel, jadi saya masuk kesana dan bertanya sama receptionis hotel sekaligus minta peta. Pinter kaaaannnnn.. hehehe..
Bus ke leaning tower itu ada di depan hotel tersebut, tinggal tunggu aja bus dengan tulisan LAM ROSSA. Naik itu dan tunggu sekitar 10-15 menit untuk sampai ke tujuan.
Berhubung mendung dan mau ujan, kami cepat- cepat melihat sekeliling, ambil tiket gratis di museum untuk masuk ke cathedralnya dan balik kembali ke stasiun untuk menuju sienna….
Dari leaning tower ini, kita balik lagi ke stasiun dengan bus yang sama LAM ROSSA, tapi berbekal “kepedean” teman baru saya,, akhirnya kita turun di halte yang salah.. dan harus jalan kaki ke stasiun pisa kurang lebih 5 menit. 

 

Pisa leaning tower

 

 

using wide lens for phone

 

women on the back is my new friend from africa
 SIENNA
Kembali naik kereta  lebih dari 1 jam, kita sampai di stasiun sienna, untuk pergi ke city central, kita harus menyebrang ke dalam mall dan pergi ke bawah. Semua bus akan menuju city central. Konon, dari stasiun ke city central itu jaraknya sekitar 10 menitan,, tp karena kita ga tau, jadilah kita mengitari 1 kota selama kurang lebih 30 menit di dalam bus, hahaha… jd ceritanya,,, saat saya naik, saya bertanya pada supirnya “is this going to city central?” dan dia bilang iya. 10 menit kemudian, dia berhenti cukup lama di suatu titik, dan kemudian ganti supir. Supir berikutnya jalan, dan sepanjang jalan kita ga liat tempat ramai seperti yang dibayangkan,, sampai kemudian kita kembali ke stasiun kereta lagi…. Huaaahhhhh….. kemudian kita ikuti lagi jalur yang sama, dan si supir berhenti lagi di titik yang sama seperti pemberhentian sebelumnya. Disana saya tanya lagi “where is the city center?” dan dia bilang “in here…just go straight and turn left”….. alamaaaakkkkk…. Jadi pemberhentian pertama itu adalah city centernya tohhhhhh….. hahahahaha…  
gelato at sienna




Sienna

 

peoples

 

peoples

 

peoples

 

peoples

 

souvenier

 

Jalanan menuju piazza del campo ini keren banget.. toko-toko yang berdiri di dalam bangunan tua yang bagus-bagus ditambah dengan udara dingin tapi matahari bersinar cerah.  Di piazza del campo ini kita bisa duduk duduk santai sambil makan ice cream atau cemilan lainnya atau bisa menikmati makanan dari resto di sekeliling piazza in,setelah itu kami menikmati perjalanan menuju katedral dan lihat-liat setiap lorong yang ada di sienna. 
fruits
Hari menjelang malam,,, akhirnya kami memutuskan untuk naik bus balik ke Florence. Kembali lagi saya harus deg-degan diperjalanan, karena saya tidak tahu dimana terminal bus yang ada di Florence. Rasa was-was makin besar ketika si teman baru tiba-tiba bilang “ we should stop there!!” dengan menunjukan satu tempat seperti taman, dan ternyata bukan tempat itu yang kita maksud.. (thanks God, kita belom turun dari bus nya). Ga lama,, saya mulai panic ketika saya liat ada jalur trem dan kereta trem,, saya bilang sama temen baru saya “ does Florence have trem ? I didn’t saw it before ? are we lost?” dan dia menjawab “I also don’t see that, and I don’t know where are we now”…. jrengggggggg…jrenggg..jrengggg… 
Sekitar 10 menitan setelah liat trem, bus berhenti dan ternyata kita sudah sampai di terminal Florence, dan saya masih belum familiar dengan tempatnya, berbekal kepedean dan membiarkan kaki melangkah, saya berjalan terus kedepan dan terus dan terus.. sampai akhirnya saya melihat stasiun kereta Florence (ternyata terminal adanya dibelakang stasiun).. Alhamdulillah….. kali ini, kaki berjalan lebih enteng dan rasa was-was pun sirna…..
Hotelllllll….here we coooommmeeeee………

Pengeluaran untuk hari ke 5 : 
sarapan : 6 
2 tiket kereta ke pisa : 16 
bus pisa – pisa leaning tower : 1.2
tiket kereta ke sienna : 8 
tiket bus keliling sienna : 1.2 
lunch : 4 
bus ke florence : 10 
map sienna : 2
total : 48.4 

Continue Reading

[itinerary] europe trip day 4 – Florence city tour

Zebra Hostel – Milan Centrale station 
papan petunjuk di stasiun, bisa keliatan tujuan mana, dan peron mana

Saya berusaha untuk meminimalisir suara pagi-pagi ini. Ga mau bikin orang-orang sekamar kebangun. Begitu di kamar mandi, tiba2 ada seorang cewe yang juga ternyata mau ke stasiun, dan dia bilang pergi nya sama dia aja bareng. Dia bilang dia dari north Italy dan sedang belajar disana. Karena jauh ke crocetta stasiun, jadi kita naik tram dan berhubung loper Koran belom buka (untuk beli tiket tram), jadi kita ber dua menjadi penumpang gelap di tram tersebut (jiaahh bahasanya)… berharap ga ada yang meriksaain tiket. Oia,,, sebelumnya, pas sampe di halte tram, si cewe ini seakan sedang ngomong sama seseorang en beri kode untuk mendekat, hati panic tp badan berusaha untuk tetap tenang. Dengan sok cool, saya liat sekeliling en liat lagi siapa yang naik tram di halte yang sama saya berusaha ajak ngobrol dia semulus mungkin, sampe saya bisa bilang “since I’m alone in here, so I always report to my sister at home about everything in here, where I will go, what time I will be, anyone I meet or talk too, and if I haven’t update her in several time, she will call me. So she will know asap if anything happen with me. This morning I already told her that I’m going to station”.. ini sih Cuma senjata ajah, klo emang dia culik kan dia jadinya mikir tuh.. hahaha…. Tp Alhamdulillah ternyata dia orang bae,,, saya di tungguin pas konfirmasi tiket di treniltay counter, trus dikasih tau peron mana yang saya musti naikin. Dan saya tunggu saya sampe naik kereta. Keparnooan pun berakhir.

 

 

penampakan stasiun milan

 

tampang kece selama liburan 4 hari

 

ada layar yang kasih tau kita sudah sampai mana dan berapa menit lagi

 

Firenze Station – Plus Florence
Kejadian nyari-nyari hotel terulang kembali.. di email di info “BY TRAIN<br>As you exit Santa Maria Novella through the MAIN entrance where the ticket counter is, turn left, cross the two sets of traffic lights towards the McDonald’s, take the first street on your left, Largo Fratelli Alinari, continue up Via Nazionale, straight on up Piazza Indipendenza onto Via di Santa Caterina d’Alessandria, we are numbers 13-17 on the left hand side. It takes about 7 minutes” jadinya saya ikutin donk… dari nyebrang ke depan stasiun, saya belok ke kiri. Tp ga ada 2 lampu merah.. jadinya saya langsung ke kiri lagi dan terus jalan.. sampe akhirnya tttaaaarrraaaa…… saya nyasar,,, hehehe…. Kebetulan saya liat toko camera di depan jalan, saya tanya kesana dan dikasih tau disamping belok ke kanan dan lurus saja. Diperempatan jalan, kembali saya binung musti lewat mana.  so akhirnya saya milih belok ke kanan en tanya di café. Pegawai café bilang lurus ajah kedepan dan akhirnya ketemu hostelnya donk… Alhamdulillah.
Nah… sebetulnya arah yang bener itu, begitu keluar melalui main entrance, nyebrang jalan ambil yang arah kanan. Pas mentok di mcd, belok ke kiri.. jalan terus ajah sampe cape, nanti ketemu deh hostelnya… hehehehe… kidding,, jalannya sampe ketemu taman,, trus lagi kedepan, ga jauh ada hostelnya.
Garis biru itu jalur seharusnya, garis merah itu jalur saya jalan pagi-pagi
Hostel Plus Florence
Saya ambil yang sekamar ber 6, semalemnya 27 euro + 2 euro untuk pajak / malem. kamar saya ini gede dan bersih. Kaya hotel baru sih. Ada 2 ranjang yang ga atas bawah, dan 2 lainnya atas bawah. Ketika sampe disana, saya liat banyak anak-anak smp-sma yang sedang nginap disana (mereka dateng pake bus rombongan). Sepertinya hostelnya cukup terkenal. 
Florence City Tour
Dari hostel cuma 10 menit jalan kaki ke Florence duomonya (curiga dengan ucapan 10 menitnya), karena Cuma dikasih tau belok ke kiri setelah keluar hotel, jadilah saya jalan belok ke kiri dan mengikuti jalanan besar (kata teman, biar ga keliatan kaya turis, ga boleh pegang peta di jalanan, jadi petanya saya masukin ke tas en modal mengingat jalanan aja). Sampe di pertigaan, saya akhirnya bertanya sama pegawai toko, dan dia bilang belok ke kanan, terus donk saya jalan ke kanan.. dan setelah 20 menit jalan tetep ga nemu duomonya.. hikksss…. Putus asa karena lapar dan lelah, akhirnya saya mampir ke coffe shop, dan buka peta disana. En semenjak itu pula saya memutuskan buat pegang peta selama perjalanan,, karena orang-orang toh udah bisa liat saya turis dari kulit dan rambut saya plus kamera slr yang saya tenteng2, jadi nambahin peta sedikit ga salah donk.. hehehe. Dari coffee shop saya menyebrang en masuk ke gang-gang kecil.. disana saya melewati univeritas dan juga rumah tua. Ini lah yang menyenangkan dari kesasar, kita bisa ketemu tempat tempat indah. Hahaha. 
again, jalur biru jalur yang bener.. jalur merah itu jalur jalan kaki saya
Florence  Cathedral, battister dan campanile di giotto tempatnya berdekat-dekatan, jadi bisa didatengin sekaligus. Cuma saat itu saya hanya keliling cathedralnya saja.  Jika kita jalan terus dari cathedral, nanti akan ketemu piazza della signoria dan tempat shopping seperti sephora, make up store, puma, geox, h&m , zara dan lain –lain. Dan jika lurus lagi akan ketemu ponte vecchio.  Bisa foto – foto dari jembatan juga dan beli emas disekitar toko itu (tapi saya ga beli apa –apa). Didepannya jembatan, bisa masuk ke palazzo pitti. 
florence chatedral

 

 

 

 

 

 

Hari ini saya ga pergi ke piazzale michelangiolo karena kaki sudah ga bisa digerakan.  Akhirnya saya berhenti di tempat makan untuk makan siang sekaligus mengistirahatkan kaki. My energy drop to -10 level.. hahaha…
Sekitar jam 2 saya sudah kembali ke hotel. Semua tempat sudah saya jelajahi.. hehehe..jadi kepikiran untuk balik hotel, check in, mandi, dan istirahat, baru malamnya pergi lagi. Di kamar, saya ketemu dengan wanita seumuran saya dari south Africa, tapi kerja di London. Dia baru sampai dan ingin menjelajah Florence, jadilah saya sendirian di kamar siang itu. 
Sekitar jam 5 saya keluar hotel lagi, bermaksud untuk sewa sepeda dan pergi ke bukit biar bisa foto bagus, tapi sayang saya ga menemukan rental sepeda yang dimaksud. Hikss.. nasiiipppppp….. dan karena cuaca mendung, akhirnya saya ga naik ke bukit michelangiolo.seddiiihhhh… 
Back To Hotel
Ketika saya kembali ke kamar, tidak ada orang sama sekali disana… ruangan besar untuk 6 orang terasa sepi sekali… tssaaaahhhh…. Ga lama ada seorang wanita lagi klo ga salah dia datang dari selatan itali (lupa nama daerahnya), dia kerja di Florence 3 hari seminggu, jadinya dia menginap di hostel itu daripada menyewa rumah disana. Mulai dari datang sampai saya tidur, dia sibuk dengan laptopnya, dorong –dorong meja buat cari posisi yang pas, sampe akhirnya dia naro laptopnya didepan jendela demi dapetin sinyal wifi.. hadehhh.. 
Pengeluaran hari ini : 
Kereta Milan – florence : 29 
hotel 2 malam : 55
breakfast : 5 
lunch : 12 
gelato : 4
total : 105 euro
Continue Reading

[itinerary] Europe Trip- Day 3 : Milan city tour

Lampugnano

jalur merah adalah jalur yang saya jalanin pagi-pagi, jalur biru adalah jalur sebenarnya

 Sampai di Lampugnano bus station itu sekitar pukul 7 pagi, dan saya melanjutkan perjalanan ke crocetta station untuk menginap di zebra hostel. Karena ga keliatan tulisan exit via xxxx.. akhirnya saya keluar di metro exit yang dpnnya loper Koran. Saya tanya ke bapak2 yang jualan arah ke zebra hostel dimana. Dan dia kasih tunjuk lurus kedepan kemudian ke kanan.. jd lah saya mengikuti jalan yg di maksud. Karena lama berjalan tp ga sampe-sampe (di email, katanya jalan 7 menit). Saya memutuskan untuk bertanya kepada penjaga gedung, yang satu bilang kedepan kemudian belok kiri, yang satu bilang kedepan kemudian belok kanan.. dan kemudian mereka sepakat bilang belok kanan.. dan akhirnya………. SAYA TIBA DI METRO PORTA RAMORA …. hiiiikkssss

Kemudian saya bertanya kepada café (GANTENG BANGET ORANGNYA), dia bilang nyebrang 1 lampu merah terus lurus ajah. Dengan putus asa saya mengikuti petunjuknya. Saya jalan dengan beban 7 kg di backpack dan 8 kg di koper, walaupun Cuma di geret, tp koper itu berat juga loooohhhhhh….. hampir putus asa karena ga ketemu tempatnya, saya tanya lagi sama cewe yang lagi lari pagi, dan dia bilang jalannya sudah benar, tinggal lurus lagi… beberapa menit jalan, tetep ga ketemu… dannnnnn ketika putus asa datang,,, (tadinya udah mau telpon ke hostelnya minta di jemput) saya nyebrang jalan, diam sejenak,,, lihat sekeliling sambil berdoa biar ketemu….. eeeennnnnnnnnn tiba-tiba plang hotelnya keliatan  didepan mata sodara sodara… akhirnya saya sampai di zebra hostel ini.. huahahaha… 
Zebra Hostel
Lagi-lagi ketemu hostel ini karena browsing dari blog ke blog, sebetulnya klo saya ikutin jalur dari metro exit yang ada cafenya, tinggal lurus ajah sampe mentok, kemudian belok ke kiri en nyebrang. Akan dengan sangat mudah liatnya kok. Disini saya nginep di share room ber 6. Kamarnya menyediakan locker gede,kita tinggal bawa gembok aja untuk mengamankan harta benda kita. Harga 1 kamar permalam itu 23 euro, ditambah pajak 2 hari/malam harga sudah termasuk sarapan pagi, tp sayang saya ga mencoba sarapan pagi. untuk kamar mandinya terpisah untuk cowo dan cewe.
Milan City Tour
Lagi-lagi kata pegawai hotelnya cukup jalan 15 menit untuk sampe ke duomo Milan, ga perlu naik metro dan lagi lagi dengan bodohnya saya ikutan jalan kaki kesana… ternyataaaaa….. JJJJAAAAUUUUUUHHHHH… mungkin karena saya kecil ya, jadi langkah saya Cuma ½ dari langkahnya orang2 sana.. dan 15 menit jadi 30 menit jalan kaki…. SEEEEEE…. JJJJAAUUUUHHHHH KAAANNNNNNN????. 
g-map aja bilangnya jalan kaki 22 min
Lokasi Santa Maria Presso di San Satiro, Royal Palace of Milan, Milan Catherad & duomo ini berdekatan, tp saya hanya masuk di rooftop nya duomo. Karena royal palace nya ngantri panjang. Oia,, waktu itu antrian tiket ke rooftop juga sebetulnya panjang banget,, tp karena ingin tau harganya, saya coba jalan ke loket yang tutup en liat info disana, pas lagi baca, tiba2 loketnya dibuka dan saya bisa langsung beli tiket… seeeeeee… akuh beruntunggggg… hahahahaha…
Di rooftop, banyak orang yang liatin saya krena saya selfie pake tongsis + pake wide lens clip untuk hp. Sepertinya barang2 tersebut masih belum familiar buat mereka. 

 

 

my first gelato @milan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Selesai disini, saya jalan –jalan di sepanjang tempat perbelanjaan, dari ujung ke ujung kemudian memutuskan untuk duduk di resto untuk makan siang. Well, jujur saya ga suka rasa makanan Italy ini. Bagi saya rasanya kurang bumbu, bener-bener musti bawa saos belibis dari indo neh.. hahahaha.
lunch
Waktu menunjukan pukul 4 sore, tapi saya sudah kembali ke hotel (badan pegel karena kurang tidur, dan kaki kecapeaan karena jalan jauh). Saya memutuskan untuk istirahat sebentar dan keluar lagi buat cari makan malam sekitar jam 7 malam.
Add caption
Expenses for today : 
tiket metro : 1.5 
hotel : 25 
catedral rooftop by lift : 12 
gelato : 3.2 
lunch : 13 
snack : 6.5 
total 61.2
Continue Reading

[itinerary] Europe Trip Day 2 – Versailles

Versailles Trip 
 
Setelah janjian dengan roommate di hostel, saya dan dia berangkat ke versilles pukul 8 pagi. Versilles berada diluar kota paris, sekitar 40 menit – 1 jam menuju sana. Untuk ke tempat ini, saya harus ambil jalur RER C. jadilah saya keg are d’auterlitz (metro stop terdekat dari hostel yang menghubungkan dengan RER C), dan dari sana cari kereta yang ke versailes – chateau (Jangan salah naik kereta ya. Karena ada 3 kereta yang lewat jalur ini, yaitu kereta yang menuju ponoise, Versailles –chateau dan sains-quentin-enYvellinses).  Ketika di kereta, tiba2 ada satu orang cewe yang datang mendekat
Her : excuse me, can I sit in here?
Me : Sure
Her : Are you going to Versailles ?
Me : yes.
Her : where are you coming from ?
Friend 1 : china,, my name is xxx
Me : my name is vira, from Indonesia

Her : ah,,same with me. Previously I saw you, but I’m not sure if u come from Malaysia or Indonesia.finally met new friend from Indonesia.
Begitulah kira-kira percakapan perkenalan saya dan temen baru. Akhirnya kami sesama wanita pergi ke Versailles bareng. Tiba di stasiun, kami  menyebrang jalan lalu jalan ke arah kanan dan belok kiri di belokan pertama. Disana ada tourist info yang menjual tiket versiles. Jadi ga perlu antri panjang buat belinya dan teman saya yang dari Indonesia sudah beli tiket online, dia beli sebesar 26 euro, sementara kita beli seharga 27 euro untuk seluruh tempat. 
Versailles ini besar sekali. Untuk melihat semua tempat, dibutuhkan waktu explore minimal 4 jam. Tapi berhubung saya buru-buru (jam 6.30 harus sampai di terminal untuk naik bis ke Milan) jadi kami muter muter singkat, liat museum dan juga tamannya kemudian balik ke paris sekitar jam 3 sore. 
bersama teman baru di depan versailles

 

gaya alay… :d

 

didalam versailles

 

taman versailles

 

pagar pohon

 

cemilan – cemilan…

 

ga tau ini kembang apa

 

Kami berhenti di st.paul untuk makan siang dan juga belanja disana en guesss what, temen saya ini mentraktir saya dan tmn satunya makan siang donk… yiiipppiiieee…. Berhubung saya janjian dengan temen lain di hostel, saya pun pamit pulang duluan dan mereka pergi belanja di daerah st.paul & hotel de villa. 

 

 

 

 

 

 

Di Hostel, mba Yanti, pelajar indo di Paris, sudah menunggu saya untuk anterin ke terminal bus Galleni. Disana saya ketemu bapak-bapak dari Aceh  yang hendak nginep di hostel AIJ dan sore itu mereka mau ke Barcelona or something.
Bus eurolines di galena ini gampang dicarinya,,pas keluar kereta sudah langsung ada tanda panah untuk menuju ke eurolines dan disana ada counter-counter untuk confirmasi e-ticket. Jangan sampe salah counter ya, lihat papan didpn counter itu kemana tujuannya atau kalo bingung, bisa tanya sama counter yang jualan tiket nya. Dari sana kita nanti dikasih kertas yang menunjukan peron untuk menunggu. 
Bus eurolines ini ga ada no bangkunya, jadi kita bebas bisa duduk dimana aja dan dia ada berhenti 1 kali untuk makan malam. Kemudian berhenti beberapa kali untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. 
stupid story ketika di bus adalah,,,,, sebelum berangkat, saya minum tolak angin biar badan segeran pas sampe di milan. bungkusnya saya taro di tas bagian depan dimana disana ada uang kertas & logamnya… pas sampe di pemberhentian makan dan mau bayar makanan, saya baru sadar kalo sisa tolak anginnya tumpah ditas, en basah di seluruh uang kertasnya.. jd selama saya di pemberhentian, saya sibuk ngelap uang kertas pake tisu basah… 🙁 
 
Biaya yang dikeluarkan di hari ke 2 :
Tiket RER to Versilles : 6.4 
entrance fee versailles : 27 
lunch : 4 (  but it become free, since mba lina from surabaya treat me) 
tiket RER : 3.9 
Bus euroline : 78 
dinner : 6 
total day 2  : 121.3 Euro 
noted : rincian biaya disini hanya sebagai referensi, bukan bermaksud yang lain
Continue Reading

[Itinerary] Europe Trip – Paris Day 1

 

Airport RER B

 

Paris Charles De Gaulle Airport
Setelah 19 jam penerbangan dengan 1 kali transit di Doha, saya akhirnya mendarat di Paris Charles De Gaulle Airport sekitar jam 9 pagi. Disini saya harus pindah ke terminal 3 untuk naik kereta RER B ke city centralnya. Untuk guide lebih lengkapnya bisa di check di link ini (http://parisbytrain.com/charles-de-gaulle-airport-cdg-to-paris-by-train/). Metro di paris rata-rata pakai tangga, jadi dengan tentengan 8 kg di koper dan 7 kg di tas,beban saya pagi itu serasa beraaaaaattttt banget. Belom lagi saat pindah di metro ch

Ticket RER + metro to Paris City

atelet des hales.. ammmmpuuuunnnnn.. mau nangis rasanya nenteng koper naik turun tangga. Sebetulnya sih ada bbrp orang yang bantu angkatin, tp karena saya orangnya curigaan, jadi saya menolak untuk mereka membantu (takut kopernya dibawa kabur, takut dipalak dimintain duit en takut diajak kenalan…hahah,, kalo yang terakhir sih lebay ya). Untuk beli tiket RER ini kita perlu coin or card, karena saya ga punya dua-duanya, jadi saya mengantri di loket pembelian tiket.

 
AIJ Hostel
Hostel ini saya temukan setelah searching di blog-blog orang. Berada dekat dengan metro Lerdu Rollin (metro line 8) dan booking dari agoda.com, dan banyak tempat belanja juga disekitarnya menjadikan satu keuntungan buat hostel ini. Saya pesen sharing room untuk cewe ber 3 orang dengan harga 23 euro / malam sudah termasuk sarapan pagi. Ketika saya kembali ke hotel malam hari, saya melihat rombongan anak – anak smp-sma yang sedang check in disini. Sayangnya, hostel ini ga punya lift, jadi saya harus naik 4 lantai dengan tangga untuk mencapai kamar saya.

 
City  Tour
Kebetulan dosen saya punya keponakan yang warga Negara perancis, jadi hari ini saya diajak dia keliling paris. Dari hostel saya jalan ke arah metro lerdu rollin dan terus jalan sampai –sampai di daerah saint paul, disana saya sewa sepeda dan diajak muter –muter (entah kedaerah mana saja) untuk menjelajah paris dari sisi old town nya. Buat saya yang ga biasa naik sepeda di jalan raya, rasanya itu deg-degan sekali. Saya sempet hampir ketabrak mobil pula… hihihihi…kappppoooookkkkkkk. 
sepeda yang bikin saya hampir ditabrak mobil

 

kunci – kunci…. yang mana kunci mu

 

patung di taman setelah musee de louvre
Selesai muter –muter naik sepeda di daerah saint paul. Saya jalan kaki menuju ke lourve, turun ke bawah ke bantaran sungainya dan terus terus terus jalan sampai ke Eiffel.  Sumpah ya, ini jalannya jauh banget..:( 
oia… waktu jalan dari louvre to eiffel, temen saya disamperin tukang tipu,, jadi ceritanya ada bapak2 yang jalan berlawanan arah dengan kita,, sekitar 2 meteran, dia nunduk kebawah en nemuin cincin. terus dia samperin temen saya  en bilang kalo dia nemuin cincin itu, harga nya mahal dll dll…. singkat cerita dia mo kasih cincin itu ke temen saya asalkan dia mo kasih duit berapa aja ke si bapak itu… well…. it’s penipuan sih intinya…. setelah selesai (temen saya ga mau ambil cincinnya), temen saya bilang, “becareful of your belongin if someone do that to you! since, maybe they are no alone. one can distract you attention, and one will grab your money or things”.. hehehe.. SIAAAAPPPPP.. 
Di Eiffel saya naik sampai dengan lantai ke 2 nya, karena loket tiket lantai 3 nya sudah tutup… finally… impian saya buat liat Eiffel sudah jadi kenyataan…Alhamdulillah. 
sedikit lagi menuju impian

 

eiffel….. #editedPic

 

Peoples #EditedPic

 

Eiffel #editedPic

 

Dark
Back To Hostel
 Cuma ada 1 kata setelah jalan kurang lebih 10 km seharian : CAPEK. Udah ga ada energy lagi buat ngapa2in, rencanaya cuma mo ke hotel en tidur. tapi…. Ga segitu gampangnya untuk langsung tidur.
1.    Ketika sampe lantai 4, saya baru sadar kalo perlengkapan mandi dll ada di luggage room lantai dasar… so saya harus turun lagi.
2.    saat saya ambil barang2 saya di lantai 1, pegawai hostelnya ajak saya ngobrol dengan polosnya saya minta ijin mandi dulu baru nanti turun ke bawah lagi.
3.    Lampu kamar mandi sudah mati sodara sodara… jadilah saya ga bisa mandi (Cuma lap pake tisu basah ajah,,,, padahal kemarinnya saya juga ga mandi karena ada di pesawat selama 19 jam)
4.    Saya turun lagi ke bawah selama 30 menit-1 jam untuk ngobrol2 sama pegawai hostelnya,ada percakapan lucu disini.
Him : sudah pernah dengerin lagu perancis ?
Me : belum pernah
Him : mau denger ga?
Me : boleh, tp ga mau kalo keluar saya cape banget
Him : yuk denger di atas
( no clue diatas ada apa) dia jalan ke atas en tiba2 kita sampe ke kamar si pegawai.
Him : (setel lagu) ini lagu terkenal disini..
Me : (Deg2an) oh.. bagus… (sok cool selama 3 lagu, kemudian ijin balik ke kamar) saya ke kamar dulu ya, mau ngobrol2 sama temen sekamar yang mo ke versilles besok
Him : oh ok,, tapi nanti kalo dia udah tidur kamu tidur disini aja ya?
Me : no thanks (buru-buru balik ke kamar).
5.    Selesai ngobrol, saya naik lagi ke lantai 4 dan siap2 buat tidur…… eeeehhh… ehhhhh…. Ternyata roommate saya berasal dari negara yang sama ,,, jadilah mereka sibuk ngobrol sampe malem. Susah tidur deh saya…..
Biaya hari pertama (euro) :


RER : 9,75


Tiket Metro : 13,7 untuk 10 tiket (tapi saya Cuma pake 1 di hari pertama)


Minum : 1


Makan siang : 6


Tiket Eiffel : 5 x 2 orang


Makan malem : 10 euro


Souvenir : 12 euro ( beli tempelan kulkas + potong kuku yang rata2 3 euro/ pieces)


Penginapan : 23 euro (bayar ketika booking)


Total : 85.4 euro 

noted : rincian biaya yang saya buat disini sekedar untuk referensi biaya- biaya selama di eropa, kebutuhan perorang berbeda-beda ya.. 🙂

Continue Reading

Italy… here i come

Awalnya mau kasih hadiah buat diri sendiri karena sudah 20 bulan kerja sambil kuliah dengan hasil yang memuaskan. Jadilah saya mulai browsing – browsing dan pilih pilih tempat buat holiday. Pilihan saat itu adalah trip ke eropa barat, Australia atau ke turki. Terus terang, karena transportasi yang kurang memadai, saya masih ga berani untuk solo travel sendirian.
Sebelum mencari, saya terlebih dahulu minta ijin cuti. Dari ijin 9 hari, akhirnya saya hanya dikasih ijin 5 hari, berarti 10 hari ( 5 hari weekday, 4 hari weekend, 1 hari libur) dan akhirnya memutuskan untuk iseng iseng apply visa Italy. 

 

Untuk detail dan perlengkapan dokumen, bisa di liat di http://www.vfsglobal.com/Italy/Indonesia/.  saya apply untuk visa tourist dan saya booking tanggal untuk submit dokumen untuk tanggal 18 Agustus 2014, jam 8 pagi. Untuk schedule booking bisa di liat di http://www.vfsglobal.com/Italy/Indonesia/schedule_an_appointment.html


 


18 Agustus 2014


Berhubung di kertas appoitment saya tertulis di gedung abda, jadi jam 7 pagi saya meluncur kesana dan ternyata mereka semua sudah pindah di kuningan city lantai 1. Segeralah saya meluncur ke kuningan city dan berusaha secepat kilat biar ga terlambat.  Ketika masuk ruang imigrasi, kita harus sudah mematikan handphone, jadi buat yang dpt antrian lama, mending siap-siap bawa buku atau majalan biar ga bengong disana. 


Pagi itu saya berhadapan dengan petugas vfs yang cowo (lupa namanya), setelah mengecek semua kelengkapan document, dan berikut kurang lebih percakapan saya saat pemeriksaan : 


Petugas (P) : bookingan hotelnya kurang 1 hari ya mba ?


Saya (S) : iya, soalnya saya naik kereta malam, jadi saya belum booking hotel


P : wah, kalo bisa ada tiket kereta atau bookingan hotelnya, biar lebih jelas


S : ok, nanti saya tambahkan. Masih bisa kan ?


P : iya, bisa. Saya tunggu sampai jam 3. Terus untuk bukti keuangannya, bawa rekening asli ?


S : bentar (check tas), yach ketinggalan pak,


P : kalo gitu  minta di print di bank dan dikasih cap + tanda tangan petugas ya,  kalo ada rekening lain juga boleh di submit. Karena sudah ada surat referensi dari bank, jadi untuk rekening yang lain ga perlu referensi.


S : ok pak, saya print dulu ya


P : iya, tp setelah sidik jari ya



Jam 12 saya balik lagi ke VFS, dan dikasih antrian di counter A (tempat untuk submit dokumen tambahan dan pengambilan visa). Disana  saya serahkan dokumen tambahan berupa print 3 bulan untuk tabungan dan bukti bookingan hotel 1 malam . tp disini  print tabungan saya tidak di stempel sama petugas (saya ga tau apakah ini SOP atau tidak).



Selesai submit dokumen, kita bisa track prosesnya di  http://www.vfsglobal.com/Italy/Indonesia/track_application.htmlatau melalui email & sms .



22 Agustus 2014 


Jam 12.47 saya dapat sms bahwa visa saya sudah selesai di proses, jadi bergegaslah saya pergi kesana. Setelah mendapat amplop, saya buka dan otomatis check passport saya dan tidak menemukan visa yang saya idam idamkan. Dengan polos saya tanya ke mba  penjaga counter, “mba, ini kok visa nya ga ada, dan ini artinya apa ya ( menunjuk ke stempel merah). Dengan santai si mba bilang “ coba dibaca dulu suratnya”.., dan disana tertulis “visa anda ditolak karena bukti keuangan tidak mencukupi untuk balik ke Negara asal atau pindah ke Negara ke tiga atau…. (lupa isi detailnya). Oia, saat itu rekening saya  berisi 11 jt di rekeningan 1 dan 1000 usd di rekening 2. 


Melayang lah  mimpi saya buat foto2 selfie di Negara eropa…..:(



8 September 2014


Karena disemangati teman –teman, saya akhirnya submit lagi hari ini. Setelah mengumpulkan semua pundi-pundi, saya berhasil mendapatkan uang 40 juta di satu rekening saja. Hari ini saya mendapatkan mba- mba sebagai petugasnya, dan berikut percakapan saya (kurang lebih) : 


Petugas (P) : mba beberapa minggu lalu pernah kesini buat apply kan ( padahal belom kasih data)


Saya (S) : iya, tp ditolak, jadi saya mau submit ulang


P: alasannya apa ?


S : keuangan kurang memadai mba


P : ooo, udah di perbaiki


S : udah mba, ini coba di check deh .. emang minimal harus berapa sih mba ?


P : saya ga tau mba, itu wewenang kedutaan untuk approve atau tidak soalnya.


S  : oooh begitu.


(petugas mengecek data-data saya)


P : ini keuangannya ada dari rekening lain ga ? atau dari orang tua, atau sponsor lain ?


S : ga ada mba, satu rekening aja


P : ok, boleh liat buku tabungannya?


S : ini mba


(petugas mengecek dan stempel foto copy rekening tabungan saya)


P : ok, sekarang tunggu untuk sidik jari ya mba,,, semoga di approve


S : amiin… makasi mba



24 September 2014


Udah hampir 14 hari kerja ga ada kabar dari vfs, akhirnya saya coba telpon kesana. Dan saya dikasih tau sama petugas kalo dokumen saya kurang, mereka minta bbrp dokumen  seperti : 


    1. Surat referensi dari kantor yang menyatakan tanggal mulai bekerja, gaji dan di transfer ke bank yang mana


       2. Slip gaji (tp saya ga punya slip gaji, jadinya di tulis di surat referensi saja)


        3. Foto copy ID orang yang menandatangani surat referensi kantor


          4. Bukti approval cuti 


Siangnya saya langsung ke vfs untuk segera dip roses oleh mereka, karena saya cuti tanggal 17 october dan saya belum plan apa-apa. Mereka bilang saya disuruh tunggu 2-4 hari kerja untuk melihat hasilnya 


30 September 2014
 


Jam 11 saya dapet sms yang menyatakan visa saya sudah selesai di proses dan sekali lagi saya bergegas ke vfs (untung kantor saya deket sama kuningan city). Saat ini saya sudah pasrah kalo memang ga di approve, dan saya sudah menyiapkan back up liburan kalo emangg ga jadi berangkat. 


Ketika amplopnya di serahkan ke saya, petugasnya bilang “tolong di check nama dan no passportnya ya mba”, padahal saya belum buka amplopnya loh.. dan ternyata visa saya di approve untuk single trip 15 hari. Horreeeyyyyyyyyy… 



Penantian panjang pembuatan visa akhirnya selesai sudah,, galaunya lebih galau daripada digantung pacar. deg-degannya lebih parah daripada nunggu pengumuman umptn. Hahahahaha….



 C u on my next holiday……

noted : jumlah rekening yang saya tulis disini sekedar referensi untuk persyaratan visa italy berdasarkan pengalaman saya, bukan untuk menunjukan jumlah rekenang yang saya punya… peaccee 🙂
Continue Reading