Palu- Togean Trip – 4 Mei 2016

4 Mei 2014

Pelabuhan Ampana

Jreng….jreng…jreng…. kami semua dibangunkan pak supir, katanya sudah sampai di ampana, dan saat itu adalah jam 3.30 pagi…. Jreng..jreng..jreng…..

PICT_20160504_024635

masih gelap saat kita sampai di sini

Pelabuhan ampana yang masih sepi dan gelap gulita itu, menjadi saksi bisu buat kita 6 orang pelancong yang sehari sebelumnya bobo cantik di hotel bintang 4, kemudian harus bobo mengemper di pelataran ruang tunggu pelabuhan.

IMG-20160530-WA0002

dari hotel berbintang sampai mengemper

Ga lama ada seorang bapak yang datang menghampiri, awalnya sih basa basi nanya kami dari mana dan mau kemana, eh kemudia dia bilang “semalam kami baru ketemu mayat, ada orang kota sebelah yang ditemukan di depan pelabuhan sana… hhhhooooooooaaaaaaa…… ga lupa dia juga berpesan agar kita jaga-jaga barang bawaan, jadinya bergantian, saya dan mba hanny menjaga barang-barang yang banyak, incase ada tangan-tangan jahil. dari depan pelabuhan, kami bisa melihat.

DSC_3097

sunrise di pelabuhan ampana

DSC_3104

mataharinya muncul

Matahari sudah mulai tinggi, dan kemudian muncul ada seorang wanita yang menawari kami mampir di booth depan ruang tunggu, berbaik hati juga untuk menawarkan kami cemilan dan teh atau kopi, tapi dengan halus kami menolak. Karena, kata bapak yang membelikan kita tiket, wanita ini baik tapi menjebak. Dia pernah berbaik hati menawarkan paket-paket ke togean, tapi kemudian tak muncul ketiga uang sudah ditangganya. Banyak korban yang sudah terkena jebakannya. Tp entah lah,saya belum menemukan link tentang penipuan beliau.

Setelah mendapatkan tiket (yang sudah kami pesan dari Jakarta), kami beranjak ke speedboat yang berukuran 22 orang. Setiap penumpang wajib menggenakan jaket pelindung dan juga ada pemeriksaan muatan oleh petugas sekitar untuk memastikan kapal aman untuk berangkat.

Disebelah saya ada beberapa anak muda yang sepertinya bertujuan ke kadidiri, dan didepan saya ada seorang ibu dan anak yang juga hendak ke Kadidiri.

 

Kadidiri

Sesaat sebelum mendarat di kadidiri, seorang ibu-ibu didepan saya dengan juteknya bilang “yang mau ke black marlin, telpon kesana biar minta dijemput” saya cek hp, belum ada sinyal.. gimana mau dijemput ?, ga lama dia berkata hal yang sama lagi, sampai akhirnya saya bilang “sabar bu, belom ada sinyal” ntah dia denger atau tidak. Tp ternyata perahu kita mendarat di Black Marlin terlebih dahulu, jadi saya ga usah repor buat menelpon ke Black Marlin. Usut punya usut ternyata, ibu-ibu yang  suruh telpon ke Black marlin itu yang punya penginapan kadidiri resort, dia ga suka tamu black marlin singgah di dermaganya… haiiizzzz…

Masih sekitar jam 10 saat kita sampai di black marlin,  saya dan mba han, dapat kamar no 1, posisi yang aga diatas dan paling dekat dengan resto black marlin,riris dan diyah dapat kamar no 2, dan swon dan oji dapat kamar nomor 3 lebih ke belakang lagi.

Mungkin karena lelah, atau kepanasan, atau terpesona dengan suasana di black marlin.. dari pagi sampai sore kita hanya leyeh-leyeh di hammock dan juga kamar. Swon, mba han dan Oji sempat berenang di depan penginapapan. tapi saya,  bergerak saja rasanya susah. saya cuma bergerak ketika makan siang dan makan malam dihidangkan.

P5040200

 

Deramah pertama hari ini adalah ketika air bersih menjadi langka, dan selalu kamar no 1 dan 2 itu kehabisan air, mungkin karena posisinya yang paling tinggi kah? Sampai-sampai kami iri melihat penghuni lain sudah cantik-cantik dan rapi-rapi, tapi kami masih kucel dan bau acem karena semalemam belom mandi.

Deramah kedua adalah ketika saya hendak nelpon teman yang mo ambil buku, di dekat resto (di Kadidiri ini sinyal minim banget, untuk nelpon atau sms-an kita perlu ke spot-spot tertentu, seperti contohnya bangku-bangku unggu depan resto atau sepinggiran pantai), tiba-tiba ada yang bilang “ besok pakai kapal siapa? Kalo dari luar kami ga siapin makan siang ya, minta kapalnya buat siapin ajah” dengan ketusnya… (lagi-lagi saya diketusin orang).  Males ribet, saya minta tolong diyah , oji dan riris buat urusin masalah kapal dan makan siang dan Alhamdulillah akhirnya dapet sewa kapal dari luar tp makan siangnya dibawa dari penginapan (ya iya lah,,kan kita udah bayar untuk kamar + 3 kali makan, masa iya kita musti cari makanan lain lagi)

 

Apa deramah selanjutnya?…. simak terus cerita perjalanan saya..

Continue Reading

Palu Trip – 3 Mei 2016

3 Mei 2016

Dengan Pesawat Lion air jam 2.45 dari Jakarta, Pagi ini Oji dan Diyah sampai di palu sekitar pukul 6 pagi. Rencananya kami ber enam mau main di daerah Donggala terlebih dahulu sebelum berangakt ke Ampana.

Pusat Laut, Donggala

Kurang lebih 1 jam kami berkendara kearah pusat laut, dengan pemandangan  hamparan pantai dan laut (eh tapi pantainya ga banyak deng, kebanyakan cuma pasir sempit dan langsung air laut). Jalan kelok berkelok dan berbukit lagi yang kali ini kami tempuh, tapi ga sah kwatir walaupun berkelok dan sempit jalannya bagus dan selalu ada rambu lalu lintas yang mengarahkan kita.

sepanjang jalan Donggala

Melewati satu plang “pusat laut” kami pun berbelok dan membelah padang ilalang, baru berhenti ketika kami bertemu gerbang lama yang berkarat. Tak ada satupun orang disana walaupun hari sudah menunjukan pukul 9 pagi. Penasaran, Swon dan Oji memanjat pagar dan pergi berkeliling sambil mencari orang yang bisa membukakan pintu.. tapi apa daya, tak ada seorangpun pagi itu.

Pantai Tanjung Karang, Donggala

Tujuan kedua kami adalah pantai Tanjung Karang, entah salah masuk atau memang ini tempatnya, tapi kami dihadapkan dengan hamparan gubuk-gubuk  yang disewakan seberas 50rb perjam nya, dan juga banyak penjajah jasa yang memepet kami.

DSC_3085

pantai Tanjung Karang

P5030152

boat yang membawa kami snorkling

Seorang pedagang membuka harga 100rb untuk berkeliling sepanjang pulau , dan juga 150 rb perjam untuk snorkeling. Belum lagi harga sewa peralatan snorkeling, pelampung dan harga air untuk berbilas… parraaaahhhh…sudah terlalu komersil disini. Tp jangan kwatir, semuanya bisa ditawar, walaupun ga banyak yang bisa diturunkan, ttp saja kita wajib untuk menawarnya.

Dengan yakin kami menyewa kapal untuk 3 jam (padahal biasanya kita nyewa untuk 1 hari atau ½ hari, tp disini kami harus menyewa perjam). Kapal nya cukup besar, kurang lebih muat untuk 15 orang, da nada kaca transparan dibawah kapal, jd buat yg ga suka snorkeling bisa melihat dari kaca ini saya.

Kapal bergelak pelan, mungkin lebih cepat swon berenang daripada kapal ini bergerak, dan dia hanya bergerak dipinggir pesisir pantai. tak lebih jauh dari itu.. Dari kapal kita juga bisa liat penginapan  prince john, yang harga kamar semalamnya bisa mencapai 2jt..fuuuiihhhh,,,seharga tiket pesawat jakata-palu pp ini mah.

P5030182

bintang laut

P5030181

anemon lucu

Pemberhentian pertama,  kembali kita tercengang dengan ikan warna warni dan karang yang bagus. Berenang ke depan, belakang, kanan , kiri.. rasanya masih terus mau didalam air saja. Bagus semuanya euy. Tp ga lama, satu persatu mulai naik ke kapal, katanya sudah bosan. Kemudian kamipun mencari spot lainnya, swon sempat bertanya sama pemilik kapal “ada yang wall ga?” , dia bilang ga ada, tapi ketika kami meluncur di spot 2, ga jauh kami bertemu wall atau karang yang langsung masuk ke laut yang dalam. Huff,,,ntah dia ga ngerti atau perbedaan bahasa ya.

IMG-20160507-WA0009

ihiy, udah bisa nyelem sekarang

Belum sampai 3 jam, teman-teman sudah mengeluh lapar, pusing dan mual, akhirnya kami balik lagi ke daratan untuk menikmati makan siang, dan tentu saja yang paling enak sesudah berenang itu adalah INDOMIE… nyum..nyum..nyum… sebut saja itu indomie ke 2 selama trip palu ini.

Pusat Laut, Donggala

Perut kenyang, kami pun kembali ke pusat laut,,, hahahaha… ttp usaha ya buuuu,,,, sepanjang perjalanan berdoa biar pusat lautnya sudah dibuka lagi… dan taaaraaaaa…. Akhirnya mereka buka donk.

IMG-20160503-WA0062

pusat laut Donggala, yang terkenal itu

Tp sayang sungguh disayang, kita udah cantik dan manis begini, baju basah pun sudah dikemas dengan rapinya, akhirnya kita ga nyebur dan ga loncat-loncatan di pusat laut.

DSC01655

ga nyebur, main ayunan aja jadinya

Menurut  gocelebes, Pusat Laut Donggala berada di kawasan Pantai Donggala, pusat laut ini memiliki bentuk seperti sumur raksasa dengan ukiran bebatuan besar yang terbentuk alamai yang berdiameter 10 meter dan mempunyai kedalaman 7 meter. Air di dalamnya berasa asin seperti air laut dan berwarna jernih kebiru-biruan. Konon katanya ada sebuah lubang yang menghubungkan antara pantai dan pusat laut ini, karena jaraknya dari bibir pantai hanya sekitar 500 meter.

Keunikan lainnya yang dimiliki pusat laut ini adalah airnya yang tidak pernah keruh walaupun banyak anak-anak dan masyarakat yang berenang atau menyelam. Air disini akan mengalami pasang apabila air laut sedang surut dan begitupun sebaliknya. Selain itu, kata masyarakat air di pusat laut ini dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Percaya tidak percaya semua kembali kepada yang diatas. Banyak pengunjung membawa pulang air pusat laut ini, biasanya pengunjung meminta tolong kepada anak-anak yang sedang berenang di dalamnya dengan upah yang sepantasnya.

 

Swis Bell Silae – Ampana

IMG-20160503-WA0057

Makan Kaledo Stereo lagi sebelum berangkat ke Ampana

Karena Togean Indah ga bisa dihubungi, akhirnya kami memakai Tauna Indah untuk menuju ke Ampana. Kalau dibaca dari blog orang-orang katanya perjalanan memakan waktu 9-10 jam, bahkan ada yang 12 jam. Tapi malam itu, ketika kita bertanya sama pak supir, dengan santainya dia bilang “7 jam juga udah sampai kok”,, bukan karena takut ngebut-ngebutnya sih, tapi saya lebih takut kita sampai di Ampana subuh (saat itu baru jam 8 malam) dan masih sepi,, hahaha,, jadi lah saya bilang ke pak supir, kalau dia ga usah buru-buru,

 

Bagaimana perjalanan saya menuju ampana?… tunggu di blog selanjutnya.

Continue Reading

Palu Trip – 2 Mei 2016

Senin, 2 Mei 2016

Pagi ini saya bangun sekitar ham 4.30 or jam 5 pagi, rencananya mau bikin time lapse di resto hotel,karena mba han masih tidur, jadilah saya kebawah sendiri..

Suasana di lorong hotel masih gelap, dan ga da siapa-siapa di lorong sampai ke lift,, sepanjang jalan saya cm bisa menunduk dan berdoa biar ga ketemu sosok-sosok yang ga diinginkan.. yup, saya memang rada sensitif soal beginian, walaupun ga bisa liat tp kadang suka merinding en merasa ada yg liatin.  Perlahan saya berjalan menuju lift yang jaraknya sekitar 20 meter dari pintu kamar di lantai 5.begitu sampai depan lift, bergegas saya pencet lantai 1 dan juga tombol tutup pintu,ga lucu kan kalo tiba-tiba ada yang nahan lift…. Brrrrrr…. sampai di lantai 1, pelan-pelan terbuka, saya ga bisa liat apa-apa aka lampu lantai 1 masih gelap gulita,,, segera saya jalan aga cepat menuju resto.

timelapse di resto swissbel palu, tp kurang focus

Parigi Moutong

Rencana hari ini menuju Parigi Moutong. Info mengenai tempat ini sangat minim, malah kalo kita cari di google, ada 2 parigi moutong yg di informasikan, pertama yang letaknya  2 jam dari palu dan satu lagi yang menuju gorontalo… haiiissss, kenapa sih tiap jalan selalu dpt informasi minim.

parigi Moutong

daerah parigi moutong, lumayan luas untuk ditelusuri

Kata om Sam, sedang ada perbaikan jalan di bukit yang akan kita lalui, makanya mereka menetapkan jam buka tutup dan kita harus melewati jalur itu sebelum mereka menutup jalan.  Karena berangakt pagi, jadinya saya masih ngantuk2 en sempet ketiduran, pas bangun2 mba han bilang “vir, ini jalur ke makasar kata om Sam”, trus gw jawab “ kaga mba, jauh bener makasar, kita ke arah Gorontalo” dengan kesotoyan saya. Setelah semua nyawa ngumpul, dan sadar sekitar saya sempat diam sejenak.. trus mikir, kok lautnya disebelah kiri ya, kan seharusnya sebelah kanan. Sadar kita salah arah, akhirnya saya suruh  Om sam untuk puter balik. Tujuan kita sebetulnya mencari dive center / resort di daerah marantale. Kurang 1 jam kita menjelajahi pinggir laut parigi,sampai akhirnya ketemu satu rumah dengan tulisan DIVE CENTER. Tapi sayang seribu sayang, dive centernya kosong dan memang tidak ditempati. Info  dari bapak yang bersih-bersih, dia bilang dive center ini memang tidak ditempati, kalo mo dive/ snorkeling bisa ke pantai kucing / ke sail tomini.

IMG-20160508-WA0067

foto di dive center yang kosong

Pencarian pantai kucing

Kata si bapak, pantai kucing itu adanya 5 km dari dive center, dan walaupun sudah jalan lebih dari 5 km, kami ga menemukan plang pantai kucing. Akhirnya  kita memutuskan balik dan menuju ke pantai sail tomini (ntah apa nama pantai ini sebenarnya).

Kembali kita ga menemukan siapa2 di pantai sini, karena pucing, akhirnya hayati lelah dan pingin ngemil ajah deh, kami pun memilih warung dekat dermaga apung. Iseng-iseng, saya nanya sama si ibu warung tentang diving di pantai ini, dan si ibu kasih nomor telpon orang yang biasa ngajar diving disini.

DSC_3038

pose sebelum snorkeling di Parigi Moutong

Ternyata oh ternyata, instructor diving yang biasa ngajar di pantai sail tomini ini merupakan bapak TNI AL Parigi Moutong donk.. hahaha, jadi lah hari itu kita berenang di laut bersama team dari TNI AL dan naik perahu karet… wkwkwkwkwkw. Well.. si Bapak ini cepat akrab sama kita semua loh, sangking akrabnya kaya kita udah ketemu dari lahir.

Karena di daerah sail tomini ini ga ada tempat memadai untuk ganti baju, jadi kita ke tempat TNI AL dulu untuk bersiap-siap disana, kemudian ga lupa ada acara  pemanasan terlebih dahulu sebelum menyelam,katanya sih biar kita ga kena kram ketika berenang.

DSC_3039

kapal karet yang menemani kita snorkeling

Bawah laut Parigi Mouting ini lumayan kece loh, banyak ikan sori, nemo dan macam2 karang lainnya. Namun kali ini saya kurang menikmati karena ada yang ngintilin kemana pun saya berenang dan kadang suka colek-colek … haizzz..

P5020144

indahnya karang di Parigi Moutong

Puas melihat keindahan bawah laut di parigi moutong, kamipun balik ke Palu, perjalanan dari parigi mouting ke palu memakan waktu sekitar 3 jam , dikarenakan jalan di bukit di tutup.

P5020143

abadikan momen

Sepenjang perjalanan pulang, saya mencoba telpon togean indah travel untuk konfirmasi sewa mobil travel besok hari, tapi ntah kenapa telponnya ga diangkat-angkat. Akhirnya saya mengubungi Tauna indah dan langsung ke kantornya untuk memesan bus travel menuju ampana besok sore.

Jadi dimanakah pantai kucing itu ?

Menurut informari pantai kucing berada di desa Marantale, kabupaten Parigi Mouting, Sulawesi Tengah. Disini dibangun resort yang memiliki dive center satu-satunya di Parigi Moutong, dan masih menjadi misteri keberadaannya buat kita.. ada yang bisa bantu

Continue Reading

Palu Trip – 1 Mei 2016

Bermula dari gagalnya trip explore flores (lagi), akhirnya saya dan teman-temen memutuskan untuk pergi ke togean. Itupun karena ngeliat foto si nenek yang udah ke togean, masa kita kalah sih sama si nenek. Trip yang di prepare dari 3 bulan sebelum keberangkatan, mendadak deremah dipenghujung hari H. tiba-tiba ada anggota trip yang harus disuruh ke china untuk tugas kantor, dan saya juga mendadak super sibuk dikantor

IMG-20160524-WA0002

Jalur explore flores yang seharusnya kami jalani…

 

IMG-20160524-WA0003

foto si nenek yang bikin kami memutuskan untuk ke togean

Minggu, 1 Mei 2016

Setelah hampir 3 bulan menanti trip ini, akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Berhubung awalnya pesawat kita jam 2.45 (kemudian di reschedule jadi jam 5), jadilah saya dan mba han memutuskan untuk menginap di zest hotel bandara, biar bisa istirahat sebentar dan ga ngerepotin orang rumah en tentangga yg malem-malem denger suara koper digeret. Awalnya, kita berencana untuk ikut mobil antar-jemput hotel jam 3 pagi, tapi saya ga denger alarm donk, dan  baru kebangun jam 2.45, dan akhirnya kita menunggu swon jemput ke hotel.

DSC_2933

ga pake mandi, tp ttp dandan full ye.

Mungkin karena pesawat jkt-palu jam 2.45 digabung dengan pesawat jkt-palu jam 5, jadi pagi ini pesawat penuh nuh nuh, sampe saya musti mencar sama mba hand an swon, dan si atlit mba han duduk di bangku emergency donk.. wkwkwkwk..

DSC_2935

liat daratan yg diujung depan? itu dongala, klo ga salah sih tmptnya prince john hotel

Palu pagi itu panas banget, lebih panas daripada ngeliat si mantan jalan sama pacar barunya…#eeehhh, untung aja mobil sewaan kita sudah siap siaga menunggu kedatangan, jadinya bisa langsung nikmatin ac sambil cari sarapan.

DSC_2939

muka awal kedatangan

 

Tujuan pertama kita adalah warung HM, cari sarapan ringan tp nendang en rasa local, dan deramah kedua terjadi sebagai berikut :

Mba : mau pesan apa ?

Us : adanya apa?

Mba : nasi kuning, ada pakai telor, daging atau ayam.

Us : nasi kuning pakai telor saja

Mba : hanya pakai telor?

Us : iya, pakai telor saja

 

Ga lama, muncul lah pesanan kita, nasi kuning + 2 telur rebus dikasih taburan bawang goreng. That’s all. No abon, no tempe orek atau side dish lainnya… cm nasi sama telor… wkwkwkwkw… tp, sambel nya disini mantep banget loh.

 

DSC_2941

nasi kuning pake telor

Selesai dari sini, kita menyusuri pantai talise sambil menunggu riris datang dari Surabaya.

DSC_2947

numpang gaya di kampung nelayan

DSC_2950

Pantai talise, dari depan Kampung Nelayan resort

Mantikole

Membutuhkan waktu 1 jam dari bandara ke Mantikole (karena si bapak tidak tau jalan), dan kebetulan plang petunjuk pun sangat minim, jadinya kami aga kesusahan menuju pemandian mantikole. Masuk ke pemandian ini, kita diharuskan bayar tiket sebesar Rp 6000,- dan didalam ternyata tidak dirawat. Kurang menarik untuk dikunjungi jadinya.

Disebelah pemandian mantikole, ada jalur menuju air terjun mantikole,  kami dipungut uang 3500 / orang tanpa tiket untuk memasuki kawasan ini, dan jujur, saya kecewa dengan tempat wisata yang kurang terurus ini.

DSC_2958

disini kelapa dijual Rp 3000,- dan anjing nya suka makanin ampas kelapa

IMG-20160501-WA0015

ceritanya jadi model

IMG-20160501-WA0012

bidadari turun ke air terjun, en perabotannya ikut kefoto ya

Air terjun Wera

Sama seperti mantikole, kami sedikit nyasar dan musti bolak balik karena tidak menemukan petunjuk untuk masuk ketempat ini. Air terjun Wera posisinya masuk dari depan jalan, disini kita dipungut biaya Rp7.500 per orang. Cukup puas karena jalanan didepan nya bagus, setidaknya ada hasil dari uang yang  diambil dari pendatang.. tapi ternyata itu Cuma kepuasan sementara saja, begitu masuk kedalam. Kita hanya melihat pagar universitas dan lapangan, ga ada petunjuk untuk menuju air terjun ini. Kami pun harus bertanya ke orang sekitar tanpa ada pemandu untuk mencari air terjun dan setelah sampai di anak sungainya, ternyata jembatan untuk menuju air terjun nya sudah putus/roboh.  Kamipun memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan..eneng kecewa bang.

DSC_2961

ga ada plang untuk kearah air terjun wera

DSC_2960

jalur setapak menuju air terjun wera

 

air-terjun-wera

air terjun wera yang seharusnya kami temui. sumber dr sini

Kaledo Stereo

sebelum sampai ke kaledo stereo, kami mampir ke depan warung HM, disana ada es pisang hijau. berhubung sepanjang perjalanan ada yang reguest makanan ini, jadinya kita mampir kesini dulu.

DSC_2966

es pisang ijo

Belom ke Palu namanya kalo belom coba Kaledo Stereo ini,  Sop daging yang juga disertai sama tulang dan sumsum ini rasanya nikmat sekali, apalagi ditambah dengan semangkok nasi putih atau semangkok singkong ( kalo saya sih pastinya semangkok nasi putih dan singkong..hahaha). lupakan diet dan kolesterol kalo lagi jalan-jalan yak, nikmati aja apa yang ada. en klo kata riris kita makan disini pun udah buang energi kok, soalnya langsung keringetan.

DSC_2971

Kaledo stereo yang terkenal di palu

Sebelum balik ke hotel, kita mampir dulu ke masjid apung. mesjidnya kecil tapi cantik euy, letaknya ga jauh dari rumah makan kaledo stereo dan juga jembatan kuning nya.

DSC_2970

mesjid apung palu

berhubung kami kurang tidur, dan juga besok harus bangun pagi, jadilah hari itu kami hanya menikmati sunset dan malam dikolam renang swiss bel silae, palu.

IMG-20160501-WA0006

kolam renang swiss bel, pic by mba hanny.

kontak driver: sam  +62852-4119-6418, yang punya mobilnya pak rahman : +62813-4102-2895

next?? tunggu postingan berikutnya ya… 😉

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016)- Day 4

Senin, 8 Februari 2016

Gong XI Fat Choi.

Selamat tahun baru china… ang pao ni le?

DSC_2095

DSC_2103

 

Pagi ini, saya foto sunrise dari atap lantai tiga wisata kita, sebetulnya dari lantai 3 ini, kita bisa liat sunset dan sunrise dengan background gunung-gunung gitu. Walaupun pagi ini mataharinya ga keluar, tp cahaya memancar indah. Setelah puas foto-foto sunrise, saya pun jalan disekeliling komplek kantor, mayan dapet beberapa foto awan cantik.

DSC_2110

DSC_2114

 

Karena anak-anak wisata kita ada kondangan pagi itu, aku dan isna bersedia untuk dititipin di mall solo paragon dulu, “don’t worry mas,,, kita ga akan nyasar di mall kok, pan di Jakarta juga kita jadi anak mall”, begitu alesanku sama mas-mas yang baik hati ini.  Setelah di drop di mall solo paragon, tanduk iblis mulai keluar, saya dan isna memutuskan untuk naik taksi menuju pasar gede, sambil menikmati jajanan pasar disana.. dan ketika waktu yang ditentukan datang, kamipun kembali duduk manis di dalam mall. Asli ga bisa nahan ketawa waktu mereka nanya “gimana mba, banyak diskon tadi? Beli apa aja?”….. ampuni kita mas, kita keliling pasar bukan keliling mall… wkwkwkwkw

DSC_2119

DSC_2127

 

Pondok pecel menjadi tempat makan siang kita, disini akhirnya ketemu lagi dengan mas ringga, si keribo yang ikutan trip waktu explore Lombok-sumbawa… yiiippiiieee…..

DSC_2137

 

Dan akhirnya waktu berlalu, kamipun harus pamit dari Solo… oh no..aku masih pingin bareng-bareng sama kamu mas…. Ga boleh yak lamaan lagi di Solonya?? Pllliiisssss……yakin ga kangen kalo aku pulang nih? (kemudian disambil pake backpack)

Well,,,, mendarat di Jakarta pun hujan kembali datang, ga tau apa ya dia, kalo hujan  itu isinya 1% air dan 99 % kenangan,,, klo ujan terus2an, semua kenangan kan muncul… haiiiizzz…

 

End of the story.. see u next time solo,, makasi banget buat wisatakita.com yang sudah menemani kami selama 4 hari… love you more and more … 😉

 

 

#bukanIklanberbayar

#bukanendorsan

 

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016) – day 3

Sabtu, 6 Februari 2016

Ternyata dibelakang penginapan itu pantai…. Yiiiiipppiiiieeeeeeeeeee……

Selesai mandi en beberes, saya en isna pun keliling pantai en iseng masuk ke penginapan lain yang ada kolam renang menghadap pantainya, sisi narsis keluar, kamipun foto-foto disana…hahahaha… serasa tinggal di resort sendiri ya… :d

DSC_1951

DSC_1962

DSC_1975

 

Rute hari ini adalah Sungai Maron,Amazonnya Pacitan, tapi oh tapi,, berhubung mau valentine, air yang tadinya hijau berubah menjadi coklat donk, bahkan lautnya ikut-ikutan coklat ga asik… hikkksss. Perjalanan dari  tempat tiket sungai maron sampai ke pantai itu kurang lebih 30 menit – 1 jam, dan disekitar air kita bisa liat penduduk yang lagi menangkap belalang, katanya sih buat dijual.

DSC_1990

 

Karena gagal foto cantik di pohon kelapa bengkok, akibat tanah yang licin en jiwa yang ciut (asli, takut kepeleset, jatoh en jadi bahan bullyan seumur hidup) dan juga gagal berenang karena airnya coklat, jadilah kita langsung menuju rute selanjutnya yaitu makan di waduk gajah mungkur di wonogiri.

DSC_2016

 

Entah jam berapa kami sampai di kantor wisatakita, malam ini rencananya mau liat lampion di pasar gede, tp makan dulu di wedangan pendopo sambal ketemu temen smp saya. Ga nyangka, setelah belasan taun ga komunikasi, akhirnya bisa ketemuan di Solo, dia sekarang lagi ambil specialis bedah dan kerja di rumah sakit solo (lupa nama rumah sakitnya)..bangga euy punya temen pak dokter… hihihi, belajar yg bener pak, biar bisa obatin hati saya yg remuk ini….#eeaaa

Pucuk di cinta ulampun tak kunjung datang,, eehh apaan sih nih… maksudnya sih udah nunggu-nunggu buat liat lampion tapinya ga jadi karena solo macet banget hari itu. Akhirnya kami nonton midnitean mas leo

mtf_tQhHm_1317.jpg

yang dirobek-robek beruang di solo paragon ajah… wkwkwkwk.

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016) – day 2

5 February 2016,

 

@soloBalapan…

Pagi ini Mas Azis dari wisatakita.com sudah menunggu dua wanita kece dari Jakarta di depan stasiun. Karena kereta sampainya aga sedikit telat, en kita musti ke toilet dulu ( sikat gigi en dandan kece) jadilah kita langsung meluncur ke kantor wisata kita di colomadu.  Ternyata, ketika kita sampai kantor, mas ridwan ( yang suka smsin peserta trip) dan mas tobing ( yang jaga di karimunjawa) masih tidur, jadi kita pun bisa mandi dulu, siap2 buat ke pacitan.

DSC_1850

Entah sudah berapa lama, saya ga ketemu mereka bertiga dalam satu tempat, biasanya paling ketemu mas ridwan ( dia ikut waktu saya trip kei-ambon-ora), atau mas azis ( karena sering ke Jakarta). Tp klo mas tobing, rasanya terakhir itu 2013 or 2014 pas di karimun jawa ya.

Perjalanan ke pacitan ini, ga cuma kita berlima aja ternyata, mas azis bawa temen-teman dari solo yang pingin liat keindahan Pacitan.  Perjalanan Solo-pacitan (gua gong) memakan waktu 2.5 – 3 jam. Dan entah kenapa hari itu hujan nya awet, kaya pake formalin gitu, jadilah kami ujan-ujanan pas di goa gong (padahal sih pinginnya makan siang samabil piknik didepan panti gitu).

DSC_1858

Dari parkiran ke Goa Gong ternyata ga begitu jauh, jalanannya sedikit menanjak dan ada jembatan yang bisa dilewati sebagai shortcut.  Jujur, saya ga pernah nyaman kalo masuk kedalam goa, jadilah saat  masuk mulut goa, saya cm memandang kebawah tanpa merhatiin langit-langit goa yang runcing2, daaaannnn… selanjutnya bisa di duga donk….. iyyyeeeessss,,, aku kepentok langit2 yang tajem itu,, sakiiitttt,, tp untung ga sampe bedarah yak (orang Indonesia mah selalu untung disetiap kejadian).

DSC_1859

Goa gong sendiri dinamakan seperti itu, karena ada batu yang jika dipukul bunyinya akan seperti gong. Memiliki kedalaman goa sepanjang 256 meter dan memiliki stalakmit dan stalaktit berumur ratusan tahun (yang ini saya nyontek dari web nya initempatwisata.com). goa ini muncul dari akibat aktivitas vulkanik dan greakan termik yang diperkirakan berlangsung ratusan hingga ribuan tahun silam. Selain itu, cahaya warna warni dari lampu sorot, bikin goa ini cantik tanpa menakutkan.

DSC_1871

Dari Goa gong, kami lanjut ke panti banyu tibo diserati hujan gerimis yang bikin mood hilang buat foto-foto. Sebetulnya, dibawah tempat parkiran ada air terjun kecil yang bisa dijadikan objek foto, dan juga main-main air, tapi karena mood tiba2 ilang, jadinya saya Cuma di warung menikmati teh hangat,sehangat senyumannya….#eeehh.. pemandangan dari warung ajah udah bikin saya merasakan nikmatnya liburan kok.. I’m happy just to feel and see the sea.

DSC_1880

Selanjutnya adalah pantai buyutan, pantai ini lovely banget….. pantainya alus dan bersih….. tp kembali sayang beribu sayang, hujan yang turun membuat hasil foto kurang maksimal (padahal baju udah kece banget loh).  Oia,,, ada satu hal yang sedikit membuat sedih saya, ketika saya berbicara dengan penjaga warung, berikut pembicaraannya :

Me : permisi pak,

Bapak : silakan mba, mba dari Jakarta ?

Me: iya, pak saya dari Jakarta, yang lain dari solo

Bapak : oh , iya kalau yang lain saya tau.

Me : oh, keliatan jelas ya pak

Bapak : iya, kalau solo lebih halus, lebih sopan

Me : oh… (sedih… meloyor pergi)

DSC_1903

Hmmm… mikir, ini karena saya ga pakai Bahasa jawa, jadinya saya dibilang kurang sopan, atau kenapa ya, padahal sudah permisi-permisi… ya …sudah lah ya.. pembelajaran baru biar next nya lebih sopan lagi,,, kali dapet mertua orang solo nanti…#eeeeeeaaaaa

DSC_1907

Selesai dari  bunyutan, kamipun mencari penginapan di daerah pantai watukarung. Kami dapat penginapan yang semalamnya 200rb/ kamar.

DSC_1947

 

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016)

This is my first trip for 2016…. Yyyyeeeeaaaahhhhhhhh horreeeeyyyy

Sebetulnya trip solo en pacitan ini didasari oleh keingin tauan saya tentang pacitan yang lagi hot-hot nya di dunia perinstagraman dan juga karena gagalnya saya ikutan temen ke Solo akibat abu gunung kelud dua tahun yang lalu. Ditmbah lagi, libur imlek berarti ga perlu cuti lama-lama kan..(save my leave for the best trip…eeehhh)

Tapi ya, yang namanya libur panjang, di Solo lagi ada great Sale Solo plus juga lampion , kembang api en perayaan imlekan jadi lah tiket kereta abis, tiket pesawat mahal dan juga beberapa teman ga bisa ikutan karena ada acara lain nya……. Akuuuuuu sedddiiiihhhhhhh.

Berhubung di Solo ada basecamp nya www.wisatakita.com ( my trusted tour and travel for karimun jawa, Belitung, derawan, menjangan or even personal trip ) jadilah saya numpang tidur en juga numpang di anterin kesana-kesini…… ihhhiiyyyy, mayan lah gratisan.. en ga lupa, kali ini saya trip bersama one of my longest and dearest friend Isna, cewe kecil mungil yang juga buliable klo perginya sama saya …..

 

Oopss.. intro nya kepanjangan ya … baik lah … kita mulai ceritanya…

 

Kamis, 4 Februari 2016

DSC_1839

Super excited tiap kali mau jalan-jalan, jadilah ijin pulang setengah hari dari kantor ( ga lupa ambil angpao dulu dari si boss donk). Sebetulnya sih jadwal kereta aku jam 10 malem, tapi karena ga pernah naik kereta en takut macet, jdnya dari rumah (cawang) berangakat jam 7 ke stasiun Senen. Sampai di stasiun senen, saya bengong2 en bingung mo kearah mana, liat orang pada duduk-duduk di pelataran pintu stasiun bikin tambah bingung ( apa gw musti ngemper disini juga ya?…pikir ku dalam hati). Dengan tampang linglung, saya nanya ke pak satpam tempat untuk cetak tiket ( sumpah ya, gw baru tau kalo musti print tiket dulu di belakang, ga bisa bawa tiket yang dikirimin by email ajah loh).  Abis cetak tiket, saya melipir ke dunkin donat buat nunggu isna.

DSC_1842

Jam sudah menunjukan pukul 9.50, saatnya kami masuk ke stasiun, dan naik kereta. Oia, sebelum masuk kereta, saya sempet nanya sama temen2…. Klo dikereta, toiletnya bersih ga?, en dijawab..toiletnya bau + lobangnya bolong, yg otomatis pup /pee nya jatuh ke rel…eeuukkkkkk.

DSC_1845

Masih dengan tampang linglung, saya amaze dengan orang-orang yang tiduran di lantai biar bisa selonjoran, dan setelah beberapa lama perjalanan dan ga bisa tidur, saya mulai kepikiran, kenapa ga bawa tiker aja sih, biar bisa ikutan penumpang lain bobo dilantai…hahahahahaha… pinggang ku encok gara-gara tempat duduknya nda bisa di setel kebelakang euy…. Berbi sudah tua euy, sudah udzur..

Hari makin larut, tp saya en isna ttp ga bisa bobo, akhirnya kita ngobrol-ngobrol santai ajah,, (I’m so glad to be with you that night darling,,, mungkin kalo sama orang lain, saya ga tau gimana caranya ngabisin waktu berjam-jam di dalam kereta).

Tips buat yang baru naik kereta seperti saya :

  1. print tiket online kamu di mesin tiket dan jangan lupa bawa kartu identitas untuk pemeriksaan di gerbang
  2. temen asik itu perlu buat killing time kalo ga bisa bobo, jd pinter2 cari temen seperjalanan ya..
  3. bawa tutup mata (buat yg susah tidur dengan lampu terang), kaos kaki en selimut or kain panti biar ga dinginan.
Continue Reading

Manta & Scuba Diving di Derawan

14 Mei 2016
Manta Point

Sebetulnya mant point ini dekat dengan sangalaki, tp karena kemarin kita kesorean, jd ga bisa mampir untuk mencari manta. Nah pagi ini kami balik lagi untuk mencari manta.  Setelah berhenti bbrp saat, sang kapten menujuk satu poin dan dia bilang “itu manta, siap-siap turun ya”, saya yang ga mo ketinggalan momen ini langsung memakai masker dan fin dan menunggu aba-aba untuk meluncur terjun kelaut. Ga lama, terlihat bayangan hitam di permukaan laut, yeeeesss itu mantaaaaaaaaa……  here I come mantaaaaaaaaaa….. 

Terjun lah saya dari kapal, en tenyata saya satu-satunya peserta yg meluncur saat itu,  5 menit berenang sana-sini, saya ga liat apa-apa, dan kemudian kapal meninggalkan saya sendirian di tengah lautan luas untuk mencari posisi manta…… kapten,,,, apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat…:(
Tengok kanan tengok kiri,,,, tengok belakang,, tengok depan,,, saya ga liat apa-apa,,,, jantung berdetak lebih kencang dan napas jadi lebih cepat, sebetulnya saat itu saya takut banget karena sendirian di laut, takut tiba2  si manta dateng  dengan mulutnya yang terbuka lebar, soalnya denger- denger ini manta berenangnya cepet banget, sekali kibas langsung pergi jauh / mendekat.. ga lucu kan kalo pas saya tengok kanan/kiri tiba2 dia udah muncul disisi saya ? jadi inget film Juon, yng hantunya keluar dari tipi kan tuh jadinya…
Ga lama, team lain menyusul, dan kemudian ada teriakan, dikiri-di kiri,,, di kanan,,, dikanan…. Dan yg lain sibuk kejar mengejar,,,,,,katanya si manta lewat, tp saya ga liat euyyy..pelan-pelan saya berenang dan berdoa “Tuhan, jgn pertemukan saya sama mantan, tp boleh lah saya dipertemukan sama si manta ini,,, sekali aja,,,pleaseeeeeee”.. ga lama, saya liat peserta yg pakai baju hitam ( antara tandev atau om gun) menunjuk ke sisi kiri, dan gerak cepat saya mengejar ke kiri, yes, manta di depan kawan,,,posisi video kamera standby,,,, saya ga mo menyia-nyiakan momen ini,, saya berenang secepat mungkin dengan segala keterbatasan yang ada,, dan terus saya rekam semua pergerakan manta…. Terima kasih Tuhan udah kabulkan permohonan saya.. kayanya dari semua peserta, Cuma saya yg dapet moto mantanya deh.. hehehehe. 
IMG_20160514_131425
sang manta yang bikin neng deg-degan

Pulau gosong & Scuba Diving

DSC00199-01

 

pulau gosong
IMG_20151226_133036
nunggu abang yg ga dateng-dateng
IMG_20151226_180659-01
awan nya keceh ya

Selesai makan siang, peserta dibawa ke pulau gosong, pulau yg isinya hanya pasir. Kali ini saya ga ikut kesana, karena masih pewe di penginapan derawan fisheries. Hahahaha. Maapkan kakak, pesertanya nakal. Jadinya saya dan bbrp peserta yg ga ikut ke pulau gosong, pergi ke decafe untuk siap-siap scuba diving. 

DSC02653-01
sambil nunggu yg dari pulau gosong
DSC02665
kelakuan bocah
DSC02698_1
neng lelah menunggu
DSC02552

 

Kelakuan oh kelakuan
DSC02528
antara hercules atau hera…. terserah kelian dah mo nya gimana
Ditempat ini, peserta diajarkan scuba diving. Menyelam dengan menggunakan tabung udara sejauh 6 meter. Lagi-lagi saya skip kegiatan ini, karena saya takut jodoh sama diving dan ga bisa pisah lama-lama… mahal ciiiinnn klo udah jatuh cinta. 
P5140087

 

yg pada scuba-an
P5140082

 

ntah ini siapa ya
Jadi, ketika yang lain scuba, saya cukup puas untuk berenang di sekeliling dermaga, disini saya ketemu ikan kecil-kecil yg lagi berenang bergerombol, ikan cucut panjang dan besar, lion fish, bintang laut warna belang-belang dan bintang laut coklat kaki 6 dan ikan warna warni lainnya… baaaguuuuuuuussssssssssss. Kata nya, kalo berenang lebih ke kanan lagi, kita bisa ketemu penyu disini.. ada sekitar 5 penyu yang sedang berkumpul sore itu didekat penangkaran sana.
P5140093

 

dibawah dermaga
P5140012

 

lion fish
P5140023

 

bintang lautnya totol totol
IMG_20160513_224816

 

bulan sabit

Malam terakhir di derawan saya habis kan untuk belajar foto milky way. Ntah kenapa dengan kamera saya di trip kali ini,, ga banyak foto yang bagus yang saya dapatkan.. aku kecewa ..:(

https://flic.kr/p/Hdt75C

 

milky way. pic by @aqied

 note : beberapa foto saya ambil dari perjalanan saya sebelumnya.

Continue Reading

[Meet & Trip Derawan fisheries] explore Dewaran

13 Mei 2016

Jam masih menunjukan 4.33 ketika saya bangun, dan alarm hp saya belom bunyi sodara-sodara….. hebat kan?……huuuurrrreeeeeyyyyyyyyyy. waktunya buat berburu sunrise di pantai dekat derawan dive resort.  Keluar kamar, saya merasa ada yang aneh, kenapa belum jam 5 tp matahari udah mulai orange ya?, ternyata oh ternyata, jam di hp saya belum update ke GMT +8 aka berubah lebih cepat 1 jam dari waktu Jakarta. Jd sebetulnya skrng sudah jam 6 kurang sodara-sodara… gagal lah sunrise saya pagi ini.

DSC_1314
sunrise dr depan penginapan
IMG_20160513_060320
matahari pagi dari pantai derawan dive resort
IMG_20160513_064807
teh manis + mathari pagi
Jangan takut kelaparan kalo menginap di derawan fisheries, buktinya pagi ini kita disuguhkan nasi goreng dan juga roti,  double carbo yak,,mungkin karena pagi ini kita butuh tenaga buat nunggu si abang,, eh maksudnya buat mengerjakan semua aktivitas hari ini deng… :d 
Diperjalanan menuju maratua, kami bertemu dengan lumba-lumba… asliiii keeerreeeeennnnnnn
Maratua Paradise Resort

Tujuan pertama adalah foto-foto di maratua paradise resort, salah satu resort terkenal di derawan dan satu-satunya di pulau Maratua.  kombinasi warna awan, langit dan laut ini kece banget buat difoto, sayang ga punya kesempatan buat mengabadikan banyak foto karena  jadi photographer buat model-model dadakan pagi itu. Karena matahari terik, saya males buat check hasil foto siang itu, dan malam setelah saya balik ke penginapan, saya baru tau kalo banyak foto-foto yang over exposure dan juga belom ganti AWB… deeeemmmnn,,,hilang sudah warna biru dan hijau yang keceh..:(

IMG_20160513_181355
warna fotonya ga keliatan karena awb

Goa Haji Mangku

Masih di pulau Maratua, disini terdapat goa yang disebut Goa Haji Mangku, disini peserta ditantang untuk uji nyali melompat ke dalam air yang warnanya biru banget.  Buat saya yang phobia ketinggian, cukup berenang santai dari sisi sebelah goa aja.. yang penting merasakan sensasi berenang di goa haji mangku kan…. #ogahrugi 

PC250058
leyeh-leyeh di haji mangku, check2 deh
Kakaban

Buat para pencinta laut, pasti familiar kalo denger nama kakaban, disini kita bisa berenang bersama ubur-ubur yg tidak menyengat.ada 4 jenis ubur-ubur yang hidup di danau kakaban ini, yaitu ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, ubur-ubur kotak, dan ubur-ubur terbalik. Catatan penting sebelum berenang di sini adalah jangan memakai tabir surya ataupun barang kimia lainnya, jgn juga pakai fins. Karena ubur-ubur disini sangat rapuh dan bisa mati.

PC250014
ubur-ubur kakaban
PC250016
handle with care
Ke laut belom cukup tanpa snorkeling kan? Nah tepat bawah dermaga pulau kakaban ini, ada wall bawah laut yang bagus banget untuk dijadikan salah satu spot snorkeling.  Karang-karang dan ikan yang warna warni menyita perhatian saya, sayang seribu sayang, kamera underwater kesayangan saya tertinggal dipenginapan, jadi gabisa cekrek –cekrek buat mengabadikan moment deh. Hiiiiikkssss…. Adek sedih baaaanggggggg… 

Sangalaki

Walaupun udah kesini 3 kali, tetep aja suka sama pulau ini. Pulau ini punya penangkaran penyu yang siap untuk dilepaskan. Selain itu, kita juga bisa melihat penyu bertelur dimalam hari klo kita menginap di pulau ini. 

2
abang mo neng foto?
NoGNeH5GvLIYD69CoNJqKmyZ0iRpH-u2vJkHRvOc1HM,qf4pGpnLM_gn-Bb8vuQKo7c31_-b4s9Is5nGI5-oGkY
cakep dikit cekrek
ywVTTrJUeQvLJ-n2xxbHZMLlUaxZEZJ1rj2OyoMQw5Y,Ogsb0rrcnPcIn8KEm98n0t2-hC8KX125YY75LHMGw0Y
dermaga sangalaki

Sunset Derawan Fisheries
selesai explore derawan, kamipun balik ke penginapan, mencoba keberuntungan buat ngejar sunset 

DSC00034-01
sunset at derawan
IMG_20151225_073701-01
foto tanpa sun di sunset view point
DSC00032-01
my beautiful sunset
IMG_20151228_121521-01
moon rise
DSC00347-01
makan malam sambil memandang sinar bulan
IMG_20151229_210436
moon rise di depan dermaga


note: beberapa foto saya ambil dari perjalanan saya ke derawan bulan desember 2015

Continue Reading