[how to] Banyak Cara Menuju Togean-Indonesia

Kepulauan Togean merupakan Kepulauan yang terletak dari Teluk Tomini, Sulawesi Tenggara.  Banyak orang yang masih belum tau tentang pulau Togean ini dan juga belum tau cara menuju kesini. Postingan saya kali ini akan mengupas cara menuju Togean.

Peta TOgean

peta kepulauan togean

Palu

Dari Palu menuju Togean akan ditempuh melalui jalan darat dan laut. Pertama bisa menggunakan bus travel  dari Palu menuju Ampana.  Berikut operator Bus Travel yang melewati ampana :

  1. Togean Indah travel , Jalan Suprapto Palu (Tlp. +62 0451 422829)
  2. Tauna Indah Travel, di Jalan Sam Ratulangi Palu (Tlp. +62 0451 454808)
  3. Kesayangan Anda, Jln. Sisingamaraja No.27 Telp. 0451 – 451178

Rata-rata harga travelnya Rp 150.000/ orang dengan kapasitas 8 orang permobil. Bisa juga dicharter untuk 1 bus seharga Rp 1.000.000,- sampai Rp 1.100.000,- jika anda berpergian bersama rombongan,

Dari Ampana, kembali ada beberapa pilihan penyebrangan :

  1. Speedboat Hercules seharga 130rb menuju wakai atau 150rb menuju kadidiri langsung , yang berangakt setiap hari jam 9 pagi ( 2-3 kali sehari)  dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. kapasitas kapal ini sekitar 22 orang, jadi book terlebih dahulu daripada kapal sudah penuh dan tidak jadi berangkat ke Togean
  2. Ferri KM Puspita, Senin sampai minggu kecuali hari kamis dan jumat dengan waktu penyebrangan sekitar 4-5 jam

Luwuk

Meskipun jarak luwuk – ampana lebih dekat, tetapi harga pesawat Jakarta-palu lebih murah jauh daripada Jakarta-luwuk. Sama seperti dari palu, perjalanan dari Luwuk bisa menggunakan travel togean indah dan juga tauna indah sampai menuju ampana.

 

Gorontalo

Dari gorontalo bisa langsung naik ferry Tuna Tomini yang berangkat setiap hari setiap hari selasa dan jumat jam 18.00

Kemudian  kembali ke gorontalo setiap Senin & kamis jam 3 sore dari Wakai dan akan tiba jam 5 pagi di Gorontalo

semoga informasi ini berguna untuk teman-teman yang mau ke togean tapi tidak tau caranya ya.

oia, buat yang dari pelabuhan ampana, bisa hubungi pak Riksan /Riskan  (08124437716) untuk nge-booking tiket speedboat.

Continue Reading

Palu Trip , 8 Mei 2016

8 Mei 2016

Palu

semalem ga bisa tidur, berasa ada yang liatin dari sisi pojok kamar. huuff, hei kamu, kenapa sih senengnya mojok sama liat2 doank,,, ajak kenalan donk…. huaaahhhh,, macam berani aja gw .. :d

skip..skip.. lanjut cerita di palu..

Hari terakhir kami di Palu, artinya hari terakhir kami jalan-jalan.. huffff… seddihhhhh..

mtf_tQhHm_3010.jpg

sunrise terakhir di Palu

IMG_20160508_073924

bang, neng tunggu dimari ya bang

DSC_3168

muka-muka sudah gosong

sebelum pulang, kami bersiap menuju ke mantatimali, sebuah pegunungan yang biasa digunakan untuk camping ataupun untuk paragliding.

Meski sedang ada lomba lari, tapi kami tetap menikmati pemandangan dari atas bukit, sayang saya ga berani untuk paraglidingnya, pasti pemandangan jauh lebih indah dari atas sana ya..

DSC01880

mantatimali

DSC01911

kalo pagi, bisa jadi rumah diatas awan

Ternyata kami ga sempat lagi untuk ke bukil jabal nur, jadilah kami hanya mampir ke tempat beli oleh-oleh di toko Diana. Ada yang lucu disini, ketika kami selesai beli oleh-oleh riris bilang klo kasirnya asal itung, dan di iyakan sama diyah, katanya ketika kasir liat diyah pegang duit 150rb, jadi dia bilang harga nya 150rb. Terdiam,, saya kembali menghitung barang belanjaan saya satu persatu.. dan total belanja saya sebetulnya 330rb, tapi si kasir tadi bilang 300rb… ooopssss….

IMG_20160508_131336

es campur di pantai talise

IMG-20160508-WA0181

jembatan kuning atau mcd

Selesai belanja, kami menuju bandara dan siap-siap pulang ke Jakarta. Penerbangan kami dari Palu ke Makassar  tidak mengalami hambatan, tapi terjadi kerusakan pada pesawat (entah bagian mana) yang menyebabkan pesawat tidak jadi berhenti di bandara soekarno hatta pertama kali, kemudian kami harus berkeliling untuk sekitar 30 menit baru akhirnya sampai di bandara dengan selamat.

 

Continue Reading

Togean – Palu Trip- 7 Mei 2016

7 mei 2016

Black Marlin

Kata Ka Lina, speedboat akan menjemput kami jam 8, jadi bersiap lah kami dari jam 6. Tp sayang sungguh disayang, air yang kami tunggu tak kunjung datang. Di kamar mandi, hanya tersedia sedikit air bersih yang cukup untuk membersihkan muka dan gosok gigi.

DSC_3126

sarapan di Black Marlin

DSC_3130

kamar Black Marlin

Berkali-kali kami bertanya, jawabnya  cm “airnya sedang diambil” atau “airnya sedang disalurkan” tpi sampai kapal menjemput kita pun (sekitar jam 10.00) kami ga kebagian air bersih untuk mandi.

DSC01853

foto-foto sebelum pulang

DSC01868

bukan sengaja di depan, tp remotenya ga sampe

Ampana

mtf_tQhHm_2962.jpg

rute kita hari ini

Deramah lagi.. hahahha… hari ini kami menggunakan Togean Indah travel untuk bus penjemputan ke Palu. Sebetulnya komunikasi dengan Togean Indah Ampana, ini cukup baik, bahkan kita ga perlu menunggu lama untuk busnya datang ke pelabuhan, tp ternyata bus yang diberikan tidak ada AC nya. Akhirnya complain lah kami ke pengelola.

Pertama kali saya dan mba Han yang turun, mba han minta ganti mobil / diskon untuk bus tanpa ac,, tp harga yang kami minta tidak mampu dipenuhi oleh pengelola. Kemudian muncul Riris si jutek no 2 yang menego dengan lebih keras aka pake acara marah-marah en ancem mo masukin ke sosial media. Sampai akhirnya diberikan potongan diskon yang lumayan.

nah, pas nego berhasil dan kita diberikan harga yang cukup ok, tibalah saat pembayaran.karena mba han ga bawa duit, dipanggil lah Oji, kemudian bapak2 yang ada di travel itu dan melihat “pertengkaran” kami nyeletuk “wah, dia bawa satu orang lagi buat nego lebih murah” … hahahah.. engga pak,, engga,, dia mah dedek tajir yang buat bayar-bayar ajah..

Sebetulnya saat riris nego dengan pihak pengelola, saya sempat berdoa mereka tidak marah-marah dan menurunkan barang-barang kita. secara dia udah menghitung berapa diskon yang musti didapat karena mobil ga pake ac.. astajim tante yg satu ini, perhitungan yak …. ckckckckck…. hahaha

Kami mampir sejenak di rumah makan milik pak supir, entah karena lapar atau emang enak, makanan di rumah makan ini rasanya paling nikmat selama kami trip di palu- togean ini., ikan gorengnya tiada tandingan dan juga sambelnya  pedesnya mantep.

DSC_3138

makanan terenak sepanjang trip

DSC_3140

belum ada plan nama restonya

Palu

Kami sampai palu sekitar jam 10 malam. Entah mengapa, penginapan malam ini lebih mencekam, saya sampai takut kekamar mandi, dan selalu menunduk sepanjang lorong menuju kamar.

Ada apa dengan penginapan ini ?

Continue Reading

Palu Trip – 3 Mei 2016

3 Mei 2016

Dengan Pesawat Lion air jam 2.45 dari Jakarta, Pagi ini Oji dan Diyah sampai di palu sekitar pukul 6 pagi. Rencananya kami ber enam mau main di daerah Donggala terlebih dahulu sebelum berangakt ke Ampana.

Pusat Laut, Donggala

Kurang lebih 1 jam kami berkendara kearah pusat laut, dengan pemandangan  hamparan pantai dan laut (eh tapi pantainya ga banyak deng, kebanyakan cuma pasir sempit dan langsung air laut). Jalan kelok berkelok dan berbukit lagi yang kali ini kami tempuh, tapi ga sah kwatir walaupun berkelok dan sempit jalannya bagus dan selalu ada rambu lalu lintas yang mengarahkan kita.

sepanjang jalan Donggala

Melewati satu plang “pusat laut” kami pun berbelok dan membelah padang ilalang, baru berhenti ketika kami bertemu gerbang lama yang berkarat. Tak ada satupun orang disana walaupun hari sudah menunjukan pukul 9 pagi. Penasaran, Swon dan Oji memanjat pagar dan pergi berkeliling sambil mencari orang yang bisa membukakan pintu.. tapi apa daya, tak ada seorangpun pagi itu.

Pantai Tanjung Karang, Donggala

Tujuan kedua kami adalah pantai Tanjung Karang, entah salah masuk atau memang ini tempatnya, tapi kami dihadapkan dengan hamparan gubuk-gubuk  yang disewakan seberas 50rb perjam nya, dan juga banyak penjajah jasa yang memepet kami.

DSC_3085

pantai Tanjung Karang

P5030152

boat yang membawa kami snorkling

Seorang pedagang membuka harga 100rb untuk berkeliling sepanjang pulau , dan juga 150 rb perjam untuk snorkeling. Belum lagi harga sewa peralatan snorkeling, pelampung dan harga air untuk berbilas… parraaaahhhh…sudah terlalu komersil disini. Tp jangan kwatir, semuanya bisa ditawar, walaupun ga banyak yang bisa diturunkan, ttp saja kita wajib untuk menawarnya.

Dengan yakin kami menyewa kapal untuk 3 jam (padahal biasanya kita nyewa untuk 1 hari atau ½ hari, tp disini kami harus menyewa perjam). Kapal nya cukup besar, kurang lebih muat untuk 15 orang, da nada kaca transparan dibawah kapal, jd buat yg ga suka snorkeling bisa melihat dari kaca ini saya.

Kapal bergelak pelan, mungkin lebih cepat swon berenang daripada kapal ini bergerak, dan dia hanya bergerak dipinggir pesisir pantai. tak lebih jauh dari itu.. Dari kapal kita juga bisa liat penginapan  prince john, yang harga kamar semalamnya bisa mencapai 2jt..fuuuiihhhh,,,seharga tiket pesawat jakata-palu pp ini mah.

P5030182

bintang laut

P5030181

anemon lucu

Pemberhentian pertama,  kembali kita tercengang dengan ikan warna warni dan karang yang bagus. Berenang ke depan, belakang, kanan , kiri.. rasanya masih terus mau didalam air saja. Bagus semuanya euy. Tp ga lama, satu persatu mulai naik ke kapal, katanya sudah bosan. Kemudian kamipun mencari spot lainnya, swon sempat bertanya sama pemilik kapal “ada yang wall ga?” , dia bilang ga ada, tapi ketika kami meluncur di spot 2, ga jauh kami bertemu wall atau karang yang langsung masuk ke laut yang dalam. Huff,,,ntah dia ga ngerti atau perbedaan bahasa ya.

IMG-20160507-WA0009

ihiy, udah bisa nyelem sekarang

Belum sampai 3 jam, teman-teman sudah mengeluh lapar, pusing dan mual, akhirnya kami balik lagi ke daratan untuk menikmati makan siang, dan tentu saja yang paling enak sesudah berenang itu adalah INDOMIE… nyum..nyum..nyum… sebut saja itu indomie ke 2 selama trip palu ini.

Pusat Laut, Donggala

Perut kenyang, kami pun kembali ke pusat laut,,, hahahaha… ttp usaha ya buuuu,,,, sepanjang perjalanan berdoa biar pusat lautnya sudah dibuka lagi… dan taaaraaaaa…. Akhirnya mereka buka donk.

IMG-20160503-WA0062

pusat laut Donggala, yang terkenal itu

Tp sayang sungguh disayang, kita udah cantik dan manis begini, baju basah pun sudah dikemas dengan rapinya, akhirnya kita ga nyebur dan ga loncat-loncatan di pusat laut.

DSC01655

ga nyebur, main ayunan aja jadinya

Menurut  gocelebes, Pusat Laut Donggala berada di kawasan Pantai Donggala, pusat laut ini memiliki bentuk seperti sumur raksasa dengan ukiran bebatuan besar yang terbentuk alamai yang berdiameter 10 meter dan mempunyai kedalaman 7 meter. Air di dalamnya berasa asin seperti air laut dan berwarna jernih kebiru-biruan. Konon katanya ada sebuah lubang yang menghubungkan antara pantai dan pusat laut ini, karena jaraknya dari bibir pantai hanya sekitar 500 meter.

Keunikan lainnya yang dimiliki pusat laut ini adalah airnya yang tidak pernah keruh walaupun banyak anak-anak dan masyarakat yang berenang atau menyelam. Air disini akan mengalami pasang apabila air laut sedang surut dan begitupun sebaliknya. Selain itu, kata masyarakat air di pusat laut ini dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Percaya tidak percaya semua kembali kepada yang diatas. Banyak pengunjung membawa pulang air pusat laut ini, biasanya pengunjung meminta tolong kepada anak-anak yang sedang berenang di dalamnya dengan upah yang sepantasnya.

 

Swis Bell Silae – Ampana

IMG-20160503-WA0057

Makan Kaledo Stereo lagi sebelum berangkat ke Ampana

Karena Togean Indah ga bisa dihubungi, akhirnya kami memakai Tauna Indah untuk menuju ke Ampana. Kalau dibaca dari blog orang-orang katanya perjalanan memakan waktu 9-10 jam, bahkan ada yang 12 jam. Tapi malam itu, ketika kita bertanya sama pak supir, dengan santainya dia bilang “7 jam juga udah sampai kok”,, bukan karena takut ngebut-ngebutnya sih, tapi saya lebih takut kita sampai di Ampana subuh (saat itu baru jam 8 malam) dan masih sepi,, hahaha,, jadi lah saya bilang ke pak supir, kalau dia ga usah buru-buru,

 

Bagaimana perjalanan saya menuju ampana?… tunggu di blog selanjutnya.

Continue Reading

Palu Trip – 2 Mei 2016

Senin, 2 Mei 2016

Pagi ini saya bangun sekitar ham 4.30 or jam 5 pagi, rencananya mau bikin time lapse di resto hotel,karena mba han masih tidur, jadilah saya kebawah sendiri..

Suasana di lorong hotel masih gelap, dan ga da siapa-siapa di lorong sampai ke lift,, sepanjang jalan saya cm bisa menunduk dan berdoa biar ga ketemu sosok-sosok yang ga diinginkan.. yup, saya memang rada sensitif soal beginian, walaupun ga bisa liat tp kadang suka merinding en merasa ada yg liatin.  Perlahan saya berjalan menuju lift yang jaraknya sekitar 20 meter dari pintu kamar di lantai 5.begitu sampai depan lift, bergegas saya pencet lantai 1 dan juga tombol tutup pintu,ga lucu kan kalo tiba-tiba ada yang nahan lift…. Brrrrrr…. sampai di lantai 1, pelan-pelan terbuka, saya ga bisa liat apa-apa aka lampu lantai 1 masih gelap gulita,,, segera saya jalan aga cepat menuju resto.

timelapse di resto swissbel palu, tp kurang focus

Parigi Moutong

Rencana hari ini menuju Parigi Moutong. Info mengenai tempat ini sangat minim, malah kalo kita cari di google, ada 2 parigi moutong yg di informasikan, pertama yang letaknya  2 jam dari palu dan satu lagi yang menuju gorontalo… haiiissss, kenapa sih tiap jalan selalu dpt informasi minim.

parigi Moutong

daerah parigi moutong, lumayan luas untuk ditelusuri

Kata om Sam, sedang ada perbaikan jalan di bukit yang akan kita lalui, makanya mereka menetapkan jam buka tutup dan kita harus melewati jalur itu sebelum mereka menutup jalan.  Karena berangakt pagi, jadinya saya masih ngantuk2 en sempet ketiduran, pas bangun2 mba han bilang “vir, ini jalur ke makasar kata om Sam”, trus gw jawab “ kaga mba, jauh bener makasar, kita ke arah Gorontalo” dengan kesotoyan saya. Setelah semua nyawa ngumpul, dan sadar sekitar saya sempat diam sejenak.. trus mikir, kok lautnya disebelah kiri ya, kan seharusnya sebelah kanan. Sadar kita salah arah, akhirnya saya suruh  Om sam untuk puter balik. Tujuan kita sebetulnya mencari dive center / resort di daerah marantale. Kurang 1 jam kita menjelajahi pinggir laut parigi,sampai akhirnya ketemu satu rumah dengan tulisan DIVE CENTER. Tapi sayang seribu sayang, dive centernya kosong dan memang tidak ditempati. Info  dari bapak yang bersih-bersih, dia bilang dive center ini memang tidak ditempati, kalo mo dive/ snorkeling bisa ke pantai kucing / ke sail tomini.

IMG-20160508-WA0067

foto di dive center yang kosong

Pencarian pantai kucing

Kata si bapak, pantai kucing itu adanya 5 km dari dive center, dan walaupun sudah jalan lebih dari 5 km, kami ga menemukan plang pantai kucing. Akhirnya  kita memutuskan balik dan menuju ke pantai sail tomini (ntah apa nama pantai ini sebenarnya).

Kembali kita ga menemukan siapa2 di pantai sini, karena pucing, akhirnya hayati lelah dan pingin ngemil ajah deh, kami pun memilih warung dekat dermaga apung. Iseng-iseng, saya nanya sama si ibu warung tentang diving di pantai ini, dan si ibu kasih nomor telpon orang yang biasa ngajar diving disini.

DSC_3038

pose sebelum snorkeling di Parigi Moutong

Ternyata oh ternyata, instructor diving yang biasa ngajar di pantai sail tomini ini merupakan bapak TNI AL Parigi Moutong donk.. hahaha, jadi lah hari itu kita berenang di laut bersama team dari TNI AL dan naik perahu karet… wkwkwkwkwkw. Well.. si Bapak ini cepat akrab sama kita semua loh, sangking akrabnya kaya kita udah ketemu dari lahir.

Karena di daerah sail tomini ini ga ada tempat memadai untuk ganti baju, jadi kita ke tempat TNI AL dulu untuk bersiap-siap disana, kemudian ga lupa ada acara  pemanasan terlebih dahulu sebelum menyelam,katanya sih biar kita ga kena kram ketika berenang.

DSC_3039

kapal karet yang menemani kita snorkeling

Bawah laut Parigi Mouting ini lumayan kece loh, banyak ikan sori, nemo dan macam2 karang lainnya. Namun kali ini saya kurang menikmati karena ada yang ngintilin kemana pun saya berenang dan kadang suka colek-colek … haizzz..

P5020144

indahnya karang di Parigi Moutong

Puas melihat keindahan bawah laut di parigi moutong, kamipun balik ke Palu, perjalanan dari parigi mouting ke palu memakan waktu sekitar 3 jam , dikarenakan jalan di bukit di tutup.

P5020143

abadikan momen

Sepenjang perjalanan pulang, saya mencoba telpon togean indah travel untuk konfirmasi sewa mobil travel besok hari, tapi ntah kenapa telponnya ga diangkat-angkat. Akhirnya saya mengubungi Tauna indah dan langsung ke kantornya untuk memesan bus travel menuju ampana besok sore.

Jadi dimanakah pantai kucing itu ?

Menurut informari pantai kucing berada di desa Marantale, kabupaten Parigi Mouting, Sulawesi Tengah. Disini dibangun resort yang memiliki dive center satu-satunya di Parigi Moutong, dan masih menjadi misteri keberadaannya buat kita.. ada yang bisa bantu

Continue Reading

Palu Trip – 1 Mei 2016

Bermula dari gagalnya trip explore flores (lagi), akhirnya saya dan teman-temen memutuskan untuk pergi ke togean. Itupun karena ngeliat foto si nenek yang udah ke togean, masa kita kalah sih sama si nenek. Trip yang di prepare dari 3 bulan sebelum keberangkatan, mendadak deremah dipenghujung hari H. tiba-tiba ada anggota trip yang harus disuruh ke china untuk tugas kantor, dan saya juga mendadak super sibuk dikantor

IMG-20160524-WA0002

Jalur explore flores yang seharusnya kami jalani…

 

IMG-20160524-WA0003

foto si nenek yang bikin kami memutuskan untuk ke togean

Minggu, 1 Mei 2016

Setelah hampir 3 bulan menanti trip ini, akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Berhubung awalnya pesawat kita jam 2.45 (kemudian di reschedule jadi jam 5), jadilah saya dan mba han memutuskan untuk menginap di zest hotel bandara, biar bisa istirahat sebentar dan ga ngerepotin orang rumah en tentangga yg malem-malem denger suara koper digeret. Awalnya, kita berencana untuk ikut mobil antar-jemput hotel jam 3 pagi, tapi saya ga denger alarm donk, dan  baru kebangun jam 2.45, dan akhirnya kita menunggu swon jemput ke hotel.

DSC_2933

ga pake mandi, tp ttp dandan full ye.

Mungkin karena pesawat jkt-palu jam 2.45 digabung dengan pesawat jkt-palu jam 5, jadi pagi ini pesawat penuh nuh nuh, sampe saya musti mencar sama mba hand an swon, dan si atlit mba han duduk di bangku emergency donk.. wkwkwkwk..

DSC_2935

liat daratan yg diujung depan? itu dongala, klo ga salah sih tmptnya prince john hotel

Palu pagi itu panas banget, lebih panas daripada ngeliat si mantan jalan sama pacar barunya…#eeehhh, untung aja mobil sewaan kita sudah siap siaga menunggu kedatangan, jadinya bisa langsung nikmatin ac sambil cari sarapan.

DSC_2939

muka awal kedatangan

 

Tujuan pertama kita adalah warung HM, cari sarapan ringan tp nendang en rasa local, dan deramah kedua terjadi sebagai berikut :

Mba : mau pesan apa ?

Us : adanya apa?

Mba : nasi kuning, ada pakai telor, daging atau ayam.

Us : nasi kuning pakai telor saja

Mba : hanya pakai telor?

Us : iya, pakai telor saja

 

Ga lama, muncul lah pesanan kita, nasi kuning + 2 telur rebus dikasih taburan bawang goreng. That’s all. No abon, no tempe orek atau side dish lainnya… cm nasi sama telor… wkwkwkwkw… tp, sambel nya disini mantep banget loh.

 

DSC_2941

nasi kuning pake telor

Selesai dari sini, kita menyusuri pantai talise sambil menunggu riris datang dari Surabaya.

DSC_2947

numpang gaya di kampung nelayan

DSC_2950

Pantai talise, dari depan Kampung Nelayan resort

Mantikole

Membutuhkan waktu 1 jam dari bandara ke Mantikole (karena si bapak tidak tau jalan), dan kebetulan plang petunjuk pun sangat minim, jadinya kami aga kesusahan menuju pemandian mantikole. Masuk ke pemandian ini, kita diharuskan bayar tiket sebesar Rp 6000,- dan didalam ternyata tidak dirawat. Kurang menarik untuk dikunjungi jadinya.

Disebelah pemandian mantikole, ada jalur menuju air terjun mantikole,  kami dipungut uang 3500 / orang tanpa tiket untuk memasuki kawasan ini, dan jujur, saya kecewa dengan tempat wisata yang kurang terurus ini.

DSC_2958

disini kelapa dijual Rp 3000,- dan anjing nya suka makanin ampas kelapa

IMG-20160501-WA0015

ceritanya jadi model

IMG-20160501-WA0012

bidadari turun ke air terjun, en perabotannya ikut kefoto ya

Air terjun Wera

Sama seperti mantikole, kami sedikit nyasar dan musti bolak balik karena tidak menemukan petunjuk untuk masuk ketempat ini. Air terjun Wera posisinya masuk dari depan jalan, disini kita dipungut biaya Rp7.500 per orang. Cukup puas karena jalanan didepan nya bagus, setidaknya ada hasil dari uang yang  diambil dari pendatang.. tapi ternyata itu Cuma kepuasan sementara saja, begitu masuk kedalam. Kita hanya melihat pagar universitas dan lapangan, ga ada petunjuk untuk menuju air terjun ini. Kami pun harus bertanya ke orang sekitar tanpa ada pemandu untuk mencari air terjun dan setelah sampai di anak sungainya, ternyata jembatan untuk menuju air terjun nya sudah putus/roboh.  Kamipun memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan..eneng kecewa bang.

DSC_2961

ga ada plang untuk kearah air terjun wera

DSC_2960

jalur setapak menuju air terjun wera

 

air-terjun-wera

air terjun wera yang seharusnya kami temui. sumber dr sini

Kaledo Stereo

sebelum sampai ke kaledo stereo, kami mampir ke depan warung HM, disana ada es pisang hijau. berhubung sepanjang perjalanan ada yang reguest makanan ini, jadinya kita mampir kesini dulu.

DSC_2966

es pisang ijo

Belom ke Palu namanya kalo belom coba Kaledo Stereo ini,  Sop daging yang juga disertai sama tulang dan sumsum ini rasanya nikmat sekali, apalagi ditambah dengan semangkok nasi putih atau semangkok singkong ( kalo saya sih pastinya semangkok nasi putih dan singkong..hahaha). lupakan diet dan kolesterol kalo lagi jalan-jalan yak, nikmati aja apa yang ada. en klo kata riris kita makan disini pun udah buang energi kok, soalnya langsung keringetan.

DSC_2971

Kaledo stereo yang terkenal di palu

Sebelum balik ke hotel, kita mampir dulu ke masjid apung. mesjidnya kecil tapi cantik euy, letaknya ga jauh dari rumah makan kaledo stereo dan juga jembatan kuning nya.

DSC_2970

mesjid apung palu

berhubung kami kurang tidur, dan juga besok harus bangun pagi, jadilah hari itu kami hanya menikmati sunset dan malam dikolam renang swiss bel silae, palu.

IMG-20160501-WA0006

kolam renang swiss bel, pic by mba hanny.

kontak driver: sam  +62852-4119-6418, yang punya mobilnya pak rahman : +62813-4102-2895

next?? tunggu postingan berikutnya ya… 😉

Continue Reading