uncover story of my journey

Kalo lagi jalan sendiri kemanapun saya berada, biasanya saya lebih bersikap nerimo keadaan, daripada nantinya gak selamat sampai tujuan (aka balik lagi kerumah)..seperti pada siang hari di sebuah hotel : 
A: do u know how to go around using bus?
B: no bus to that place…u should take taxi
A: ok,,, how much is that?
B: wait a minute…I’ll call taxi first
Silent for few minutes
B: 150 RM for 3 places (lighthouse, museum, and temple) + 1 resto,,it takes around 3 hours
A: ic
B: if u take limo, it’s cost 260 rm
A: ok,,,can I book for now?
B: cant,,, there’s bike event outsite….jam..jam… maybe can come at  1 pm
A: ok,,,I’ll wait then
Tanpa ada bargain,,,tanpa ada kata2 lain..saya mengiyakan harga 150rm…yg rasanya kok mahal bener ya Cuma buat 3 jam keliling doank… tp ya sudah lah,,drpd ga dpt kemana-mana juga,,,,, yg rugi saya sendiri kan…. 😀

petunjuk rumah api tanjung tuan
penjaga tiket

Jam 1 pm…akhirnya supir taksinya datang dan membawa saya pergi muter muter…… diperjalanan dia bilang  “ok,,,first stop is rumah api”…..dalam hati saya bingung,,kok saya di ajak ke rumah api,,,kan ga ada di list saya…ya sudah lah,,,mungkin bonus…. Kemudian saya diantar ke sebuah gerbang tertutup (lebih tepatnya mirip hutan) dan supir pun bilang… “taxi cant come inside,, so u have to walk alone…it takes around 45 minutes” sayapun menurut tanpa tau itu sebetulnya tempat apa… disana saya menemukan lelaki unik penjaga tempat  tersebut (tanjung tuan),,, dia minta saya bayar RM 1 untuk tiket masuk,,,, tp ketika dia tau saya orang Jakarta, Indonesia..dia minta no telpon dan alamat saya,,,ditulis disecarik kertas dan dia membebaskan saya untuk naik ke atas bukit tersebut, dan tak lupa dia minta difoto dengan berbagai macam pose (narsis juga om)….. 

yahud kan gayanya

Naiklah saya kesana…. 5 menit perjalanan saya hendak menyerah dan berbalik, tp males ketemu si om tadi…. Akhirnya saya putuskan untuk terus menaikin bukit yg sepi,tak ada pengunjung,, hanya suara burung dan monyet…… saat itu matahari sangat sangat sangat tidak bersahabat,,,kayanya lagi PMS deh,,,panasnya pooolll banget ditambah lagi, saya tidak bawa air minum,,, 

Peluh demi peluh bercucuran,,napas ngos ngosan,,tp tetep berusaha mendaki jalan tersebut,,,penasaran apa itu sebetulnya rumah api…… sekitar 20 menit menaiki jalan tersebut,,,,sampailah saya ke tujuan,,,,en do u know what,,,,rumah api itu adalah lighthouse (bahasa melayu),,,,ga terlalu tinggi dan gak terlalu memukau ditambah lagi pemandangannya GAK OK sama sekali…….fuuuuiihh,,,perjalanan menuju bukit itu sia-sia sudah….tp untungnya sampai di puncak itu ada pedagang yg menjual minuman,,,saya berhenti untuk melepas dahaga terlebih dahulu, sebelum melanjutkan perjalan balik ke pos karcis… oia, sempat disana ada bapak2 penjaga yang nanya… “where are u from?” “alone?” “no friend?” etc etc etc……. huff,,,,, dengan pede saya bilang aja,,, “I’m from Jakarta,, right now I’m alone,, but taxi waiting for me and my friend will come to hotel after work,,” (padahal sih gak ada temen sama sekali) en kalimat itu ampuh untuk membuat dia beserta orang-orang lain yang bertanya sama saya menjadi diam, tak bertanya apa-apa lagi…. 

jalanan datang dulu
udah menanjak
semakin menanjak
terus menanjak
inilah si famous rumah api

Balik ke bawah, saya melihat pak cik taxi saya sedang mengobrol dengan penjaga tiket + temannya 1 lagi… dan saya disambut gembira oleh si penjaga tiket…. “hey..come here..come here…. Take poto with me,,, give ur camera to him”….. otomatis saya memberikan kamera saya ke temannya, dan meminta dia untuk ambil foto…..baru aja mo pose,,, dia udah merangkul saya dengan erat dan mukanya didekatkan ke saya sambil hendak mencium saya….. dia kembali berfoto “ I want to take photo with my future wife”…. OMG.,,,,, panic…panic…mo nolak, tp nanti dia marah, en saya diapa2in gimana….akhirnya secara sopan saya bilang,,, “ok,,,I go now,,,thanks…bye” sambil memberikan isyarat ke pak cik saya,,,, 

he try to kiss me

Baru masuk kedalam taxi,,,itu penjaga tiket tetap mengejar taksi saya, dan memberikan lambaian tangan sampai mobil menjauh…didalam mobil, pak cik bilang “ penat saya dengan dia, tak berhenti berbicara dia, menanyakan kamu’……. Dan saya Cuma bisa nyengir kuda sambil bilang “hehe…I don’t know what should I do pak cik,,, saya baik dia begitu,, saya kasar nanti dia tambah kasar” dan pak cik pun berkata “tp pandai kau berlaku, kau beri dia alamat palsu nomor palsu, tak bisa dia mencari kau di Jakarta nanti….”

Melanjutkan perjalanan,,, pak cik membawa saya kerumah makan melayu..dimana makanannya dihidangkan dlm tempat-tempat, dimana kita tinggal pilih lauk apa yg kita mau (kaya warteg)…and actually I don’t really like the food,,,tp daripada kelaperan ya mo ga mo saya makan deh… 

Selesai makan,,,pak cik mengajak saya ke museum abri….en sampai di gerbang pak cik bilang “kau masuk lah dulu, pak cik pergi ke surau dekat sini,,,nanti pak cik jemput lagi…don’t worry pak cik tak kan kemana-mana”…….so sweeeetttt,,,baru kali ini saya dapet supir taksi yang bener-bener baik selama pengalaman saya beberapa kali bolak balik ke Malaysia… 😀 

Berkeliling lah saya di museum angkatan darat,,, liat sana liat sini,,, cepret sana,,,cepret sini,,,,,, tp gak bisa foto sendiri…aga susah ya dengan lensa yg berat gitu, megang kamera dengan satu tanggan…. 😀 selesai berkeliling dan melihat-lihat,,, saya menuju ke pintu gerbang,,,tp tak menemukan taksi si pak cik… dan duduk lah saya sendiri di tangga tangga jalan,,,pasrah menunggu kedatangan si pak cik,,,,untung gak berapa lama si pak cik datang,,,dan dia bilang “ I parked in there, u didn’t see?’,,, sambil menunjukan lapangan disebelah museum,,, 

Didalam mobil pak cik bilang,,,, ok..back to hotel now?…. dalem hati bilang,,kan belom ke temple,,, tp berhubung diluar kondisi masih panas sepanas-panasnya akhirnya mulut gw berkata “ ok,,,back to grand lexis”
Sampai di hotel,,,saya ambil backpack dan pindah ke hotel di sebelahnya…kemudian check in disana….. kembali pasrah pas resepsionisnya bilang… “I upgrade ur room to sea view”……ehhh itu mah bukan pasrah ya….tp kesenengan…. :d
Sampai saat ini,,,saya berharap si penjaga tiket itu gak akan datang ke Jakarta sambil menyanyikan lagunya si ayu ting ting…. “kemana…kemana…kemana…….. dimana dimana dimana tinggalnya sekarang…… “ hihihihihihihi…… peace ah om,,,:d
Oia…klo ada yg nanya apa enak nya jalan-jalan sendiri……… hmmmm rasanya nano nano…..takut,,,seru,,, deg-degan,,, seneng,,,,, en ketika lo balik kerumah selamet, tanpa kurang apapun juga, berarti 1 lagi tantangan hidup telah terlewatkan…. 😉
Continue Reading

me, my backpack and camera – part 1

Wiken ini menjadi wiken pertama saya travelling ke luar negeri di taun 2012,,,sengaja saya memilih port Dickson dengan alas an dekat dengan pantai dan saya memang ingin menyendiri….(tp tetep online),,, jadilah saya pilih grand lexis Port Dickson & lexis port Dickson sebagai hotel saya,,, kenapa saya pilih 2 hotel…karena kebetulan semua kamar penuh pada hari sabtu,,,jadinya saya harus pindah ke hotel disebelahnya (masih satu management)…

 

Saya tiba di bandara lcct sekitar pukul 7 malam, kedatangan ini merupakan kedatangan ke 3 kalinya di negeri malaysia ini, tp belom pernah sekalipun saya naik angkutan umum dari bandara,,,,dan terus terang,,saya takut sangat untuk naik taksi di negeri ini,,,, keluar dari bea cukai, saya menjambangi counter taxi dan van,, disana saya membayar 94,6 RM untuk menuju ke hotel grand lexis (perjalanan yg cuma ditempuh sekitar 30 -40 menit),,,lalu saya menuju ke coffee bean,,tempat taksi airport menunggu dan akhirnya mendapatkan seorang bapak-bapak india sebagai driver saya…
Beliau kurang begitu mengerti arah hotel yang saya tuju,,, jadinya beliau menggunakan bantuan GPS untuk menunjukan jalan….

Grand Lexis Port Dickson

 

10 menit pertama saya begitu menikmati pemandangan sekitar,,, lalu kemudian sedikit deg2an ketika mulai memasuki jalan sempit (cukup untuk 2 mobil 2 arah) dan kanan kiri pepohonan,,,, ga berapa lama tambah panik karena signal hp mendadak hilang,,, dan semakin menjadi paniknya ketika pak supir bilang…”do u have hotel phone number, suddenly gps error and I don’t know the route,,,,, or hope we can see the sign”….saya mencoba untuk menelpon,,tp ternyata no telpon yg diberikan oleh agoda salah (atau saya yg salah lihat),,jadi saya tidak berhasil menelpon hotel tersebut,,,, untungnya ga berapa lama saya menemukan plang petunjuk hotel…. (untung saya memilih hotel yang lumayan terkenal)….
Sesampainya di hotel dan check in + menuju kamar,,,saya tercengang dengan isi hotel saya….2 king bed room ( semua kamar di hotel ini memilihi 2 or 3 king bed,,,hanya standard room yg punya 1 king bed,,,tp itu letaknya ga asik) private pool (don’t try to swim at nite,,,trust me,,dingin sangat),, small kitchen,and kamar mandi tentunya…. Sangat sangat sangat besar untuk saya sendiri…..
Sabtu pagi,,, saya berencana untuk jalan-jalan ke beberapa tempat di daerah port dickon,,tp sayangnya perjalanan kali ini tidak bisa menggunakan bus,,, jd terpaksalah saya naik taksi seharga 150RM (seharusnya bisa ditawar) yg menemani saya selama 3 jam berpusing-pusing…:D cerita detailnya akan saya share terpisah…
Oia,,,berhubung saat itu ada bike to Malacca,,, jadi jalanan disana terpaksa di tutup sampai jam 1 siang,,,

 

Selesai berkeliling,,,, saya pindah ke hotel lexis,, posisinya tepat disebelah grand lexis,,, dan hotel ini masih 1 management dengan grand lexis, hanya saja tidak ada private pool disetiap kamarnya,,  saya diberikan posisi tepat di paling ujung hotel, dengan pemandangan laut,, sehingga saya bisa memoto sunset (yg ternyata mendung mendadak, dan sunsetnya bubar)…

 

my room yg dikasih panah ungu

 

Minggu pagi,,saatnya berleyeh-leyeh,,,bangun siang,,,sarapan (ternyata makin siang makin antri klo sarapan),,,, menikmati kamar lagi,,,,,dan menunggu taxi jemput untuk menuju ke bandara ( dan hotel pun mencharge saya 140 RM untuk ke LCCT)

 

ga dpt sunsetnya dah

 

Karena pas perjalanan datang saya tidak bisa melihat pemandangan,,,jadi barulah siang ini saya melihat pemandangan sekitar,,,,, which is ternyata ada kuburan lukut disana,,,, ada juga hutan kelapa sawit,,,, dan banyak pasar jajanan…….untung saya ga tau klo itu ada kuburan,,seandainya tau,,,ga akan bisa tidur tuh selama nginap di port Dickson,,,,hikss,,,
Continue Reading