Wisata Derawan – Ke Jakarta ku kan kembali

27 Desember 2016

Time to go home.

DSC_1323

sarapan dulu sebelum pulang

Sebetulnya masih ingin bermalam disini untuk beberapa hari kedepan, tapi apa daya saya harus pulang dan kembali mengais rejeki. Perjalanan yang seharusnya ditempuh 2-3 jam ini menjadi lebih panjang karena ombak benar-benar tidak bersahabat. Bahkan saya sempat melihat 2 speedboat yang kehabisan bensin karena ombak yang deras memaksa mereka untuk mencari jalan pinggir. Dan juga ada 2 peserta dari group lain yang dipindahkan ke boat saya karena pesawat mereka lebih cepat dari yang lain.. kesiaaann..:(

DSC_1325

udah belang

Takaran

Sampai di Tarakan, kami diajak bang Anca untuk makan siang dan juga membeli oleh-oleh khas Malaysia disini. pusat oleh-oleh di Tarakan ini wajib banget buat didatengin, karena isi jajanannya ini  beraneka ragam sekali. hampir semua snack dari malaysia dijual disini. cuma sayang, karena kita kalap belanja, jadinya lupa foto

DSC_1331

dari dermaga fisheries eco villa

Jakarta

Muka dan badan sudah menggelap karena trip kali ini. Entah kenapa, derawan selalu saja meninggalkan jejak, entah itu berupa kenangan, atau belakang di sekujur tubuh… terpikir untuk kembali lagi kesini,, tapi pakai baju jaring-jaring motif kembang-kembang.. mungkin setelah itu belang di tubuhku jadi lebih menarik?…. hahahaha…

 

Oia,,, menjawab postingan pertama.. saya ga pernah bosan bolak balik ke Derawan. Mau dua kali, tiga kali, empat kali,, ataupun 100 kali..karena selalu ada tempat baru yang bisa di explore disini. Dan juga alasan kenapa laut tarakan –derawan berwarna coklat? Karena limpahan sungai mahakan… 😉

Continue Reading

Wisata Derawan – Pulau Gusung yang bikin gosong

26 Desember 2015

Seperti pagi ini, kami menikmati indahnya matahari pagi dari dalam penginapan Fisheries Eco Villa. matahari yang muncul  malu-malu dari balik pulau ini membuat kami hanya bisa duduk mematung, menikmati detik tiap detik nya..inddaaaahhhh…..

karena bagan tutup dan kita tidak jadi berangkat melihat whale shark, Pagi ini kita berencana untuk ke pulau Gusung, Snorkeling dan juga main banana boat.

Pulau Gusung

Sama seperti pulau Gusung lainnya, Pulau Gosong di Dewaran berisi hamparan pasir yang  bagus untuk foto-foto.  katanya, waktu terbaik kesini adalah pagi hari sampai dengan jam 3-4 sore. Selain foto-foto kita juga bisa snorkeling disekitar pulau. Untung saat itu, hanya ada rombongan kita, jadi banyak foto dan spot foto yang seperti berasa di pantai sendiri. anyway, pulang dari sini  tingkat kegosongan kulit saya udah di angka 8 dari 10.

DSC00199-01

pulau gusung derawan

DSC00263-01

kami di Derawan

Snorkeling di Derawan

Puas foto-foto cantik, kita diajak untuk snorkeling di dekat pulau derawan (lupa nama spotnya). Sebetulnya setelah melihat bawah laut Maluku, saya jadi kurang tertarik dengan bawah laut derawan.. tapi tetep saja kalo melihat nemo senengnya bukan main… hahahaha..

jangan dikejar-kejar ya penyunya

selain snorkeling kita juga dibawa ke deket dermaga depan fisheries eco villa. disini ada beberapa penyu yang selalu balik dan berenang-berenang. Alhamdulillah saya beruntung bisa melihat mereka berenang. Hehehehe

Banana Boat di Derawan Dive Resort

Paket dari wisata kita sudah meliputi banana boat keliling pulau derawan. kita naik banana boat di depan derawan dive resort dan naik bergantian 5 orang persekali naik. Entah sang kapten melihat kode dari siapa hingga akhirnya dia ga menjatuhkan kita. padahal banana boat sudah hampir kembali lagi ke titik awal, akhirnya spontan kita menjatuhkan diri semua… wkwkwkwkwkw… ya gitu deh emang temen-temenku…

 

Fisheries Eco Villa.

Malam ini ditutup dengan pesta lobster yang dibeli dari bang harry, derawan fisheries. 4 lobster besar sudah berpindah dengan cepatnya dari piring ke perut peserta. Ga peduli dengan kolesterol. Kita terus menghabisi semua lobster..:d

IMG_20151228_121521-01

malam di fisheries eco villa

IMG_20151229_210436

malam di fisheries eco villa

Continue Reading

Wisata Derawan – explore Sangalaki & Haji Mangku

25 Desember 2016.

Selamat Natal…

Pagi ini saya terbangun, tepat ketika matahari memancarkan sinar orange nya, tanpa cuci muka dan gosok gigi, saya buka pintu balkon, duduk di hanmock dan memandangi nikmat Allah pagi itu. Sunrise pagi ini, sunset terindah yang saya pernah rasakan.. Kenapa? karena pagi ini saya ga pergi bangun pagi-pagi, cuci muka dan gosok gigi dengan air dingin, dan jalan untuk mencari spot sunrise. Tapi hanya perlu menyeret kaki pemalas ini menuju balkon yang jaraknya hanya 2 meter.

DSC_1290

sunrise pagi sambil menikmati secangkir teh

IMG_20151227_081956

warna orange yang memancar di Fisheries Eco Villa

Jam 8, peserta sudah selesai sarapan dan rapi untuk berangkat melaut. Namun sayang sungguh sayang, walaupun cuaca cantik tapi arus tidak bersahabat dengan kita. Dengan keahlian Kapten Anwar, motoris kami hari ini, kami menjejalah ketempat berikut :

Sangalaki

Di Pulau Sangalaki, terdapat satu resort dan juga penangkaran penyu. Sebelum kami melihat tukik/ penyu, Kapten  Anwar dan mas iki mengajak kami berkeliling pulau. Kami dibawa untuk berfoto-foto di dermaga panjang dan juga pantai sangalaki, kemudian jalan kebelakang sampai akhirnya ke melihat tukik-tukik kecil  yang lucu.

1

dermaga Sangalaki, pic by wisatakita.com

Sangalaki ini memang salah satu tempat tempat habita alami penyu. disini juga menjadi tempat perlintasan penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricate). Tukik-tukik yang menetas dikumpulkan dan dijaga hingga berumur seminggu sampai akhirnya mereka dilepas lagi kelaut.

2

mau Neng foto bang?

4wlELkT2BW4v7JrFflgJFv1qlH2hyA4QCU13lBsgH_A,ux1Qm_o_Nu6CMgg57V9BqRuITxXSnkO-lV4LDNySvXo,3i_J6vwYRIOeiuODi3uJZBnpWMPwN4dHH2fCxnuOmkY

senengnya walau cuma ngobrol disini ajah

Cukup lama kami berada di Sangalaki,, ternyata ini memang bukan bagian dari jadwal paket. Melainkan arus laut semakin tinggi dan berbahaya untuk kapal menyebrang atau berpindah pulau.. Bahkan ketika ada warga Negara India ingin naik kapal speedboat kecil untuk menyebrang, sang kapten tidak memperbolehkan, berapapun harga yang dia tawarkan, sang kapten tetap menolak. Karena, berkendara diarus yang luas, nyawa menjadi taruhannya….eeeiiissshhhh.

Ubur-ubur Kakaban

Tempat ini merupakan tempat yang terkenal di dunia. Karena hanya beberapa spot yang punya stingless jellyfish atau ubur-ubur tanpa sengat. Untuk di Indonesia sendiri hanya ada di Kakaban dan Togean. Di Kakaban, ada 4 jenis ubur-ubur yang berkeliaran disana.

PC250001

PC250016

 

Haji Mangku, Maratua

Matahari sudah cukup tinggi, ketika kami menginjakan kaki di dermaga maratua ( bukan maratua resort ya), kami membelah jalan setapak untuk melihat haji Mangku yang baru saja naik daun itu. Bahkan bang iki atau bang anwar baru pertama kali kesini loh.. hehehe.

PC250066

santai dulu di haji mangku

Air berwarna biru terlihat dari atas ketinggian kurang lebih 5 meter.. biru gelap , bening memancarkan cahaya dan misterius, entah ada sejarah apa dibalik goa haji mangku ini. Satu persatu peserta memberanikan diri untuk meloncat kedalam goa haji mangku.. saya?? Hahaha… seorang wanita manis yang juga takut ketinggian ini tentunya ga punya nyali untuk meloncat donk. Saya hanya bisa mengumpat dibelakang dan semakin ke belakang, sampai akhirnya diberitau kalau ada satu lubang lagi yang ga perlu melompat. Kita cuma perlu turun sedikit, dan kemudian bisa merasakan dinginnya goa haji mangku ini… brrrrrrr……. Segggeeerrrrr…

cuaca hari itu

Fisheries Eco Villa

Sore datang dan kami sudah kembali ke penginapan. Hari ini cukup 3 spot yang kami dapati. Bukan karena kesalahan tour leader yang molor waktunya, tapi karena cuaca yang tidak bersahabat. Seorang teman pernah berkata “jika bermain dengan alam, maka percayakan lah kepada ahlinya. Jangan pernah ngeyel kalo dikasih tau”. Saya setuju dengan itu. Karena mereka yang setiap hari bermain dengan alam, lebih mengenal perubahan sekecil apapun. Bahkan disaat mata kita berkata cuaca sangat baik dan bersinar terang, tapi sebetulnya dibalik itu, ada hal lain yang tak terlihat oleh kita.

DSC00034-01

 

Kembali kami di kumpulkan di resto untuk membahas rute esok hari, dan juga wisata kita meminta maaf karena ada spot yang tidak didapat dikarenakan cuaca dan juga bang harry bilang kalo besok pagi mungkin bisa melihat whale shark. Tapi dia akan pastikan lagi nanti malam.

Derawan Dive Resort

Malam ini kami kami berjalan ke Derawan Dive Resort.  Hanya ingin melihat resort dan berfoto di dermaga panjang. Tapi sungguh disayang, dermaga itu sudah dihancurkan/hancur. Jadi kita kanya duduk-duduk di bangku dekat lapangan volley.. bercanda, bernyanyi..dan ga lupa… membully Oji… hahahahaha… #pleasedontdoitathome #cumagenkyangbollehbully #karenabullytandanyasayang

 

Continue Reading

Wisata Derawan : Tarakan – Fisheries Eco Villa

Kamis 24 Desember 2015

Berhubung akan libur panjang dan juga penerbangan kami menuju tarakan akan boarding pagi-pagi Saya dan mba Hanny memilih untuk menginap  di hotel dekat bandara kemarin malam. Jadi kami bisa sampai bandara terlebih dahulu tanpa rasa cemas akan macet yang menggila. Penerbangan pagi ini sesuai dengan jadwal, dan kami tiba di tarakan sekitar jam 9 pagi.

IMG-20160601-WA0004
menunggu di bandara

Pagi ini kami sudah dijemput oleh Mas Anca, dari Wisata Kita. berhubung jadwal janjian itu jam 12 sang, dan kami sudah  datang jam 8 pagi, jadi kami minta diantarkan sama mas anca ke Kedai Kopi Aceh dekat bandara, disana Yudi, salah satu member Group Deramah, yang tinggal di tarakan sudah menunggu kami.

Kedai kopi ini berada di gang dan tidak begitu mencolok, tapi rasa teh tariknya sungguh nikmat, katanya sih pemiliknya asli dari Aceh. Makanya rasa teh dan kopi tariknya autentik. Saya saja sampai menghabiskan 2 gelas teh tarik sangking sukanya sama minuman itu.

IMG-20160601-WA0005
teh tariknya enak

Selesai dari sini,kami diantar mas Anca untuk sarapan kepiting dan setelah selesai baru dibawa ke deramaga Tarakan, sambil dia menjemput peserta lain dari bandara dan juga hotel. Selama ditinggal mas Anca, kami sibuk  bergantian tidur… hahahaha… maklum lah, karena penerbangan pagi, jadi kualitas tidur terganggu dan baru terbangun ketika ada sepasang suami istri dengan 3 anak nya mendekat, bertanya “rombongan wisata kita yang mana ya?”.. oh ternyata mereka salah satu peserta juga toh.

IMG-20160601-WA0007

Ga lama, kami disuruh naik ke speedboat, sambil bergosip sama yang lain “eh liat deh,,, kayanya yg itu tuh, yang daftar sendirian, klo yg itu tuh,, pasangan suami istri yg dari solo” hahaha… sotoynya lagi kumat, padahal sih tebakan kami salah,, wkwkwkwkw.

DSC_1206
tarakan siang itu

Sepanjang perjalanan 2-3 jam lewat jalur laut, sepertinya rombongan kami jadi rombongan paling berisik, sibuk ngebully oji en nissa yang pelor begitu duduk atau terdiam di satu spot..:D. nah disini pula munculnya bahan bullyan yang ga abis-abisnya dicela… apakah itu? Penasaran ?.. baiklah aku ceritain.

Sepanjang kita membelah lautan Kalimantan ini (eh laut apa sih namanya?), air nya bukan berwarna biru muda, biru tua atau rada hitam, tapi airnya  berwarna coklat.. kalo saya dan rya sih bilangnya “ini karena ada kapal dari Malaysia, yang bawa milo coklat, jadinya sekarang lautnya warna coklat”… hahahaha…

apa jawaban yang benar? Ada yg bisa nebak? Klo ga bisa, baca aja postingan terakhir ya…

Lanjut…

Akhirnya speedboat merapatkan diri ke dermawan Derawan fisheries dan Fisheries Eco Villa, Salah satu eh salah dua penginapan paling Ok yang ada di Derawan. Kami, 16 peserta dikumpulkan ke ruang makan /tunggu untuk dibagi-bagi tempat tidurnya, berdasarkan pilihan mereka di website wisatakita.com.

DSC_1217

Pemandangan depan Fisheries Eco villa

Kebetulan saat itu saya,oji, mba han, dan swon memesan kamar di Fisheries Eco Villa (FEV), sedangkan Rya dan Nissa kebagian di homestay (peak season saat itu, jadi kamar FEV penuh. Tapi begitu melihat kamar yang bersih dan nyaman, semuanya ga ada yang mau beranjak pergi. Kamipun merajuk ke Mba Ichi, selaku yang punya penginapan untuk mengijinkan tinggal ber 6 dalam satu kamar… hahahahahah…. Jangan di tiru ya,,, seharusnya sih 4 orang sekamar aja maksimal biar nyaman.

DSC_1224

Gaya dulu ah di depan Fisheries Eco Villa

DSC_1247

ini sunset point nya

Oia, ga lupa ada satu kejadian lagi disini.kebetulan kamar disebelah kita ada seorang bapak-bapak sedang memasang kamera di teras belakang. Spontan saya bertanya “wah..gede banget lensanya, itu lensa apa pak?” dia menjawab “ lensa tele 300mm”. ternyata dia mau memoto bulan purnama malam itu. Ada satu celetukan mba han (saya lupa kata-katanya) yang berhasil membuat dia ga ngobrol atau senyum saat berbapasan lagi dengan kita… wkwkwkwkwkw….. sing sabar ya pak, kita emang gitu orangnya.

Sore pun datang dan matahari terbenam malu-malu. Warna orange nya berubah pelan pelan kemudian menghilang dibalik laut. Semua keindahan alam itu saya rekam dan abadikan dalam sorotan kamera di dermaga fisheris Eco Villa. Memang dermaga ini paling kece buat ambil sunset. Apalagi FEV punya sunset point sendiri. Puas dengan matahari, kami pun dipuaskan kembali oleh menu makan malam. Nyum nyum…

Fisheries Eco Villa

sunset di depan FIsheries Eco Villa

Selesai makan malam, 16 peserta trip dari Wisata Kita, dikumpulkan untuk diberi pengarahan tentang acara besok. Jika Cuaca (di highlight, bold en underline yak) memungkinkan, maka kita akan keliling ke maratua, sangkalaki dan kakaban dan semua peserta mencatat nomor kakinya untuk dibawakan fin dan snorkel set besok pagi.. waahhhh,,,, memang mantep ya kalau pake tour guide yang sudah pengalaman..;)

Malam belum berakhir,,, sementara yang lain masuk kamar, saya, mba han, swon berusaha menahan ketawa malam itu mendengar kisah cinta oji yang tragis…apalagi ketika dia menggulung-gulung tisu dan merobeknya tipis-tipis, dan ketika tisu habis, dia menggulung uang 100rb…. Untung sebelum dirobek, saya sudah tarik uang itu… wkwkwkwkwk…. Dasar dedek tajir, uang 100rb lah yang mo dirobek-robek.

Deramah apa yang menanti kami esok hari ?…..

Continue Reading