Togean trip – 5 mei 2016

5 Mei 2016

Let’sexplore  togean.

Oia buat yang belom tau Togean, togean ini merupakan kepulauan di Sulawesi. Posisinya berada di teluk Tomini.

peta-togean-1

Gambar : diambil sini

Batudaka, Togean dan Talatakoh adalah 3 pulau terbesar dan berdekatan yang dipisahkan oleh selat sempit. Dua pulau pertama masuk dalam wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean.

Waleakodi dan Waleabahi membentuk gugusan pulau di sisi timur. Una-una, terpisah jauh di sisi barat laut sekitar 30 km dari Batudaka. Gunung Colo (407 m) yang dikategorikan sebagai gunung berapi aktif, mendominasi lansekap Pulau Una-Una. ( masih dari link ini )

IMG-20160508-WA0014

yoga didepan laut itu menyegarkan

IMG-20160507-WA0015

Menunggu Sarapan disiapkan

Pak Zainudin, kapten kapal kami hari ini,  memberitahukan rute kita hari ini, rencananya kita akan ke California reef, pulau Papan, bolillanga,  danau ubur-ubur dan juga pantai karina. Awalnya kita bertanya tentang una-una, karena menurut cerita, alam bawah lautnya una-una juga bagus.tapi kata pak zainudin, perlu 2-3 jam untuk menuju una-una dan ga klo sudah kesini, kita ga bisa dpt spot lain

California reef

Setelah berlayar lebih dari 1 jam, kami sampai di California reef.  Awalnya aga memandang remeh spot ini, karena dari atas Cuma terlihat karang-karang cetek, tapi begitu nyebur…. Wuuuuiiiissssss… the best spot that I ever had…. Bunaken, Makassar, menjangan, Maluku semuanya kalah euy…  keren banget pokoknya.

P5050243

anemon nya pink

P5050255

nemo dimana-mana

P5050270

karang pipa?

P5050271

karang putih

Setelah 45 menit kita bersnorkling ria, dengan berat hati kita pindah ke spot lainnya. Dan karena ga mo rugi waktu, kami menikmati makan siang diatas kapal yang melaju ke pulau bolilanga.

Pulau papan

Pulau papan, merupakan pulau yang ada penduduknya. disini, dia punya jembatan yeng menghubungkan dari pulau satu ke pulau lainya… panjaaaanggggggg..

DSC01731

jembatan panjang di pulau papan

DSC01723

DSC01740

us

Kami sengaja tidak snorkeling disini, Cuma numpang foto-foto di jembatannya yang bikin salah satu warga kebangun dari tidur siangnya karena kehebohan kita. Hahahaha… gimana ga heboh, secara riris kalo disuruh begaya untk difoto itu expresinya selalu HOT,, sensual kalo kata oji, dan juga saya bawa buntuk-buntut yang bikin anak-anak sekitar pulau heran tercengang melihat kerempongan kami.

me

kece ga?

Bolilanga

Kami diturunkan ditengah lautan, dan pak zainal bilang, kalian renangnya kearah dermaga itu ya, nanti saya tunggu disana.. OK Pak….;)

P5050285

karang di bolilanga

P5050290

bolilanga resort, satu-satunya resort di pulau bolilanga

Tanpa buang waktu, kami meluncur kelaut dan berenang perlahan.. tapi sayang seribu sayang, ternyata spot ini lebih banyak karang mati dan rumput-rumput serta pasir. Ga terlau banyak karang cantik yang saya temukan disini. Di sekitar dermaga pun saya ga menemukan ikan-ikan cantik lainnya, lionfish pun tidak…

Pulau bolilinga ini sendiri merupakan pulang yang hanya memiliki 1 resort. . blab la la

Danau Ubur-ubur

Sama seperti di kakaban, danau ini juga berisi ubur-ubur yang tidak menyengat. Tapi sepertinya kami kurang beruntung hari ini, ubur-uburnya masih kurang banyak euy, Cuma terlihat beberapa ubur-ubur yang asik berenang kesana kemari, dan satu ubur-ubur yang mendekati diyah.. hahaha

P5050305

ubur-ubur togean

P5050304

jenis lain ubur-ubur

Oia,  pas kami datang, ada rombongan juga yang lagi melihat ubur-ubur, dan ada satu anak lelaki (kayanya masih SD) yang sudah siap dengan masker dan pelampung di sisi jembatan bawah. Tetapi dia sibuk cari bantuan dan manggil-manggil orang tuanya, yang ga memperhatikan dia (maksudnya dia mo berenang, tp takut sendirian). Ga tega, akhirnya saya ajak dia berenang.. baru 2 detik dia nyemplung ke air, dia teriak “takut..takut… takut… kakak  ini tidak bisa” dengan napasnya yang semakin cepat dan berat… hahahaha… ternyata dia sudah panik. Saya bilang ga usah kwatir, pake pelampung ga akan bikin dia tenggelam, dia mengangguk tanda mengerti, tapi ga lama kembali lagi dia bilang “kaka, pelampungku lepas, aku takut” hahaha, ya sudah saya bawa dia kembali ke tepian untuk benerin pelampungnya, dan kembali berenang mencari ubur-ubur.

Sudah bertemu 1 ubur-ubur, saya iring menuju ke si adek, dan saya kasih liat dia.. kemudian saya kembali pergi… semoga kamu seneng bisa liat ubur-ubur walaupun ga berenang bersama ya,

 

Pantai Karina,

Pantai karina berbentuk cekung dengan pasir yang bersih. Kalo udah pernah ke Thailand, mungkin tau phi phi island, ya kurang lebih kaya gitu deh.. atau yang lagi booming, kaya pantai dimana song jong ki bermain di descendant of the sun diadegan terakhirnya.  Ga banyak spot bagus untuk underwaternya… semua sudah kalah dengan keindahan di califonia reef.

 

Black Marlin

Malam ini rencananya mau belajar milky way,, lagi asik-asik pasang tripod en test-test, tiba-tiba aja ada 2 orang cowo yang samperin .

X1 :  mba, lagi mo foto milkyway ya?

Me : iya, lagi mo coba-coba belajar

X2 : udah pernah foto sebelumnya mba?

Me : belom, ini baru belajar

X1 : oh gitu, biasanya milky way keluarnya dari utara sampai ke selatan (sambil menunjuk lintasannya), jd nanti arahnya kesana ( nunjuk ke barat)

me : (dlm hati, kok arahnya ke barat?)

X1 : ini kurang kuat kayanya (nunjuk ke tripod dan kamera), bntr di benerin ya ( ambil kunci buat ngebenerin mount tripod).. eh ini tripodnya jelek neh,

me : (mulai tersingung) , jeleknya dimana?

X1 : kecil gini, ga kuat

Me : oh gitu, emang sengaja cari yg kecil biar ringan dibawa. tp dia kuat kok

X1 : emang berapaan harganya ?

me : DUA JUTA (jawab ketus ,, padahl sih ga sampe)

X1 : huh? tripod aja dua juga?

me : Iya,,

X1 : ( mulai setting-setting kamera gw, en sorot2.. dia taro iso di 100, dengan s 20 sec, dan f 3.5)  eh kok hasilnya item ya, ga dpt nih

Me : iso nya digedein, klo kecil gitu mana keliatan

X1 : engga, emang musti iso kecil dia, kalo besar nanti noise nya banyak ( coba sekali lagi, dan ttp hitam)

me : eh dah dulu ya, kebelet nih… byee.. (bawa kamera en tripod langsung kabur)

duh mas.. ga tau apa itu gw beli tripod udah sampe dibully2,,, trus pake dibilang tripod jelek pula sekarang…. sakitnya tuh disini ….. (tunjuk dada jupe)

DSC01795

Black Marlin resto

Malam ini pula, ada pesta di resto. Sepertinya rombongan tamu yang sering ke black marlin sedang asik main bilyard , teriak-teriak dan tepuk tangan sampai lampu dimatikan… huff,, seharusnya kan malam ini bisa istirahat ya, tapi ya tapi… 🙁

Continue Reading

Palu- Togean Trip – 4 Mei 2016

4 Mei 2014

Pelabuhan Ampana

Jreng….jreng…jreng…. kami semua dibangunkan pak supir, katanya sudah sampai di ampana, dan saat itu adalah jam 3.30 pagi…. Jreng..jreng..jreng…..

PICT_20160504_024635

masih gelap saat kita sampai di sini

Pelabuhan ampana yang masih sepi dan gelap gulita itu, menjadi saksi bisu buat kita 6 orang pelancong yang sehari sebelumnya bobo cantik di hotel bintang 4, kemudian harus bobo mengemper di pelataran ruang tunggu pelabuhan.

IMG-20160530-WA0002

dari hotel berbintang sampai mengemper

Ga lama ada seorang bapak yang datang menghampiri, awalnya sih basa basi nanya kami dari mana dan mau kemana, eh kemudia dia bilang “semalam kami baru ketemu mayat, ada orang kota sebelah yang ditemukan di depan pelabuhan sana… hhhhooooooooaaaaaaa…… ga lupa dia juga berpesan agar kita jaga-jaga barang bawaan, jadinya bergantian, saya dan mba hanny menjaga barang-barang yang banyak, incase ada tangan-tangan jahil. dari depan pelabuhan, kami bisa melihat.

DSC_3097

sunrise di pelabuhan ampana

DSC_3104

mataharinya muncul

Matahari sudah mulai tinggi, dan kemudian muncul ada seorang wanita yang menawari kami mampir di booth depan ruang tunggu, berbaik hati juga untuk menawarkan kami cemilan dan teh atau kopi, tapi dengan halus kami menolak. Karena, kata bapak yang membelikan kita tiket, wanita ini baik tapi menjebak. Dia pernah berbaik hati menawarkan paket-paket ke togean, tapi kemudian tak muncul ketiga uang sudah ditangganya. Banyak korban yang sudah terkena jebakannya. Tp entah lah,saya belum menemukan link tentang penipuan beliau.

Setelah mendapatkan tiket (yang sudah kami pesan dari Jakarta), kami beranjak ke speedboat yang berukuran 22 orang. Setiap penumpang wajib menggenakan jaket pelindung dan juga ada pemeriksaan muatan oleh petugas sekitar untuk memastikan kapal aman untuk berangkat.

Disebelah saya ada beberapa anak muda yang sepertinya bertujuan ke kadidiri, dan didepan saya ada seorang ibu dan anak yang juga hendak ke Kadidiri.

 

Kadidiri

Sesaat sebelum mendarat di kadidiri, seorang ibu-ibu didepan saya dengan juteknya bilang “yang mau ke black marlin, telpon kesana biar minta dijemput” saya cek hp, belum ada sinyal.. gimana mau dijemput ?, ga lama dia berkata hal yang sama lagi, sampai akhirnya saya bilang “sabar bu, belom ada sinyal” ntah dia denger atau tidak. Tp ternyata perahu kita mendarat di Black Marlin terlebih dahulu, jadi saya ga usah repor buat menelpon ke Black Marlin. Usut punya usut ternyata, ibu-ibu yang  suruh telpon ke Black marlin itu yang punya penginapan kadidiri resort, dia ga suka tamu black marlin singgah di dermaganya… haiiizzzz…

Masih sekitar jam 10 saat kita sampai di black marlin,  saya dan mba han, dapat kamar no 1, posisi yang aga diatas dan paling dekat dengan resto black marlin,riris dan diyah dapat kamar no 2, dan swon dan oji dapat kamar nomor 3 lebih ke belakang lagi.

Mungkin karena lelah, atau kepanasan, atau terpesona dengan suasana di black marlin.. dari pagi sampai sore kita hanya leyeh-leyeh di hammock dan juga kamar. Swon, mba han dan Oji sempat berenang di depan penginapapan. tapi saya,  bergerak saja rasanya susah. saya cuma bergerak ketika makan siang dan makan malam dihidangkan.

P5040200

 

Deramah pertama hari ini adalah ketika air bersih menjadi langka, dan selalu kamar no 1 dan 2 itu kehabisan air, mungkin karena posisinya yang paling tinggi kah? Sampai-sampai kami iri melihat penghuni lain sudah cantik-cantik dan rapi-rapi, tapi kami masih kucel dan bau acem karena semalemam belom mandi.

Deramah kedua adalah ketika saya hendak nelpon teman yang mo ambil buku, di dekat resto (di Kadidiri ini sinyal minim banget, untuk nelpon atau sms-an kita perlu ke spot-spot tertentu, seperti contohnya bangku-bangku unggu depan resto atau sepinggiran pantai), tiba-tiba ada yang bilang “ besok pakai kapal siapa? Kalo dari luar kami ga siapin makan siang ya, minta kapalnya buat siapin ajah” dengan ketusnya… (lagi-lagi saya diketusin orang).  Males ribet, saya minta tolong diyah , oji dan riris buat urusin masalah kapal dan makan siang dan Alhamdulillah akhirnya dapet sewa kapal dari luar tp makan siangnya dibawa dari penginapan (ya iya lah,,kan kita udah bayar untuk kamar + 3 kali makan, masa iya kita musti cari makanan lain lagi)

 

Apa deramah selanjutnya?…. simak terus cerita perjalanan saya..

Continue Reading

Palu Trip – 2 Mei 2016

Senin, 2 Mei 2016

Pagi ini saya bangun sekitar ham 4.30 or jam 5 pagi, rencananya mau bikin time lapse di resto hotel,karena mba han masih tidur, jadilah saya kebawah sendiri..

Suasana di lorong hotel masih gelap, dan ga da siapa-siapa di lorong sampai ke lift,, sepanjang jalan saya cm bisa menunduk dan berdoa biar ga ketemu sosok-sosok yang ga diinginkan.. yup, saya memang rada sensitif soal beginian, walaupun ga bisa liat tp kadang suka merinding en merasa ada yg liatin.  Perlahan saya berjalan menuju lift yang jaraknya sekitar 20 meter dari pintu kamar di lantai 5.begitu sampai depan lift, bergegas saya pencet lantai 1 dan juga tombol tutup pintu,ga lucu kan kalo tiba-tiba ada yang nahan lift…. Brrrrrr…. sampai di lantai 1, pelan-pelan terbuka, saya ga bisa liat apa-apa aka lampu lantai 1 masih gelap gulita,,, segera saya jalan aga cepat menuju resto.

timelapse di resto swissbel palu, tp kurang focus

Parigi Moutong

Rencana hari ini menuju Parigi Moutong. Info mengenai tempat ini sangat minim, malah kalo kita cari di google, ada 2 parigi moutong yg di informasikan, pertama yang letaknya  2 jam dari palu dan satu lagi yang menuju gorontalo… haiiissss, kenapa sih tiap jalan selalu dpt informasi minim.

parigi Moutong

daerah parigi moutong, lumayan luas untuk ditelusuri

Kata om Sam, sedang ada perbaikan jalan di bukit yang akan kita lalui, makanya mereka menetapkan jam buka tutup dan kita harus melewati jalur itu sebelum mereka menutup jalan.  Karena berangakt pagi, jadinya saya masih ngantuk2 en sempet ketiduran, pas bangun2 mba han bilang “vir, ini jalur ke makasar kata om Sam”, trus gw jawab “ kaga mba, jauh bener makasar, kita ke arah Gorontalo” dengan kesotoyan saya. Setelah semua nyawa ngumpul, dan sadar sekitar saya sempat diam sejenak.. trus mikir, kok lautnya disebelah kiri ya, kan seharusnya sebelah kanan. Sadar kita salah arah, akhirnya saya suruh  Om sam untuk puter balik. Tujuan kita sebetulnya mencari dive center / resort di daerah marantale. Kurang 1 jam kita menjelajahi pinggir laut parigi,sampai akhirnya ketemu satu rumah dengan tulisan DIVE CENTER. Tapi sayang seribu sayang, dive centernya kosong dan memang tidak ditempati. Info  dari bapak yang bersih-bersih, dia bilang dive center ini memang tidak ditempati, kalo mo dive/ snorkeling bisa ke pantai kucing / ke sail tomini.

IMG-20160508-WA0067

foto di dive center yang kosong

Pencarian pantai kucing

Kata si bapak, pantai kucing itu adanya 5 km dari dive center, dan walaupun sudah jalan lebih dari 5 km, kami ga menemukan plang pantai kucing. Akhirnya  kita memutuskan balik dan menuju ke pantai sail tomini (ntah apa nama pantai ini sebenarnya).

Kembali kita ga menemukan siapa2 di pantai sini, karena pucing, akhirnya hayati lelah dan pingin ngemil ajah deh, kami pun memilih warung dekat dermaga apung. Iseng-iseng, saya nanya sama si ibu warung tentang diving di pantai ini, dan si ibu kasih nomor telpon orang yang biasa ngajar diving disini.

DSC_3038

pose sebelum snorkeling di Parigi Moutong

Ternyata oh ternyata, instructor diving yang biasa ngajar di pantai sail tomini ini merupakan bapak TNI AL Parigi Moutong donk.. hahaha, jadi lah hari itu kita berenang di laut bersama team dari TNI AL dan naik perahu karet… wkwkwkwkwkw. Well.. si Bapak ini cepat akrab sama kita semua loh, sangking akrabnya kaya kita udah ketemu dari lahir.

Karena di daerah sail tomini ini ga ada tempat memadai untuk ganti baju, jadi kita ke tempat TNI AL dulu untuk bersiap-siap disana, kemudian ga lupa ada acara  pemanasan terlebih dahulu sebelum menyelam,katanya sih biar kita ga kena kram ketika berenang.

DSC_3039

kapal karet yang menemani kita snorkeling

Bawah laut Parigi Mouting ini lumayan kece loh, banyak ikan sori, nemo dan macam2 karang lainnya. Namun kali ini saya kurang menikmati karena ada yang ngintilin kemana pun saya berenang dan kadang suka colek-colek … haizzz..

P5020144

indahnya karang di Parigi Moutong

Puas melihat keindahan bawah laut di parigi moutong, kamipun balik ke Palu, perjalanan dari parigi mouting ke palu memakan waktu sekitar 3 jam , dikarenakan jalan di bukit di tutup.

P5020143

abadikan momen

Sepenjang perjalanan pulang, saya mencoba telpon togean indah travel untuk konfirmasi sewa mobil travel besok hari, tapi ntah kenapa telponnya ga diangkat-angkat. Akhirnya saya mengubungi Tauna indah dan langsung ke kantornya untuk memesan bus travel menuju ampana besok sore.

Jadi dimanakah pantai kucing itu ?

Menurut informari pantai kucing berada di desa Marantale, kabupaten Parigi Mouting, Sulawesi Tengah. Disini dibangun resort yang memiliki dive center satu-satunya di Parigi Moutong, dan masih menjadi misteri keberadaannya buat kita.. ada yang bisa bantu

Continue Reading

Maluku Trip – Pulau Kei Kecil

Beberapa tahun yang lalu saya pernah berfikir untuk melakukan perjalananan keliling Sulawesi – Maluku selama satu bulan ( biar ga mahal di tiket pesawat kalo perginya cuma 4-5 hari ajah). Akhirnya trip ini benar terjadi, walaupun hanya keliling 3 kota dimaluku selama 9 hari. Perjalanan ini sebetulnya terinspirasi dari seorang teman yang mau  pergi ke ora bulan agustus nanti, dan kemudian kita menemukan sebuah foto yang bikin tercengang, jadilah tanggal 29 Mei – 7 juni 2015 ini saya bersama teman –teman ( mba Hanny, Andreas, Swon, Mas Ridwan –wisatakita.com , uni ranti dan uda rozi) berangkat ke Maluku. 

indonesia
maluku area yang di kotak merah

 

maluku
kei- ambon- pulau seram
29 Juni 2015.
Jumat sore yang menegangkan.. 
Setelah kerjaan yang menggila, saya memesan taksi untuk menuju ke bandara. Entah kenapa traffic sore itu bener-bener menggila. Taksi yang saya pesan sedang berada di kuningan city dan butuh 1 jam untuk sampai ke kantor saya di GKBI. Kemudian, pintu tol semanggi arah grogol pun ditutup begitu saya sudah sampai depan gerbang tol, akhirnya taksi pun harus merayap sampai gerbang tol slipi (hadeehh..aku lapar dan kebelet pipis). Untungnya begitu keluar tol jalanannya langsung lancar. 
Sesuai perjanjian, saya dan teman-teman ketemuan di garuda lounge ( demi makan gratis potong poin kartu kredit), disana sudah ada uda rozi ( yang baru pertama kali saya ketemu), begitu ketemu saya langsung bilang “ oji ya?.. nitip tas donk, kebelet neh
“.. hahahaha… no basa basi atau apapun, langsung keluar deh aslinya. 
Ga lama andreas dan mba hanny datang, dan pembicaraan seputar kamera pun terjadi. Otomatis saya mengeluarkan kamera slr kesayangan saya untuk ngetest foto,,, dannn… dannnnnn… ternyata… batere saya tidak ada di dalam kamera sodara-sodara, panic donk.. udah cape-cape bawa kamera  yang berat + lensa 18-200 nya en tripod yang klo ditotal itu beratnya 1/10 kali berat badan saya ( males kan ngitung nya).  Saya pun coba telpon kerumah untuk check batere dirumah en si kakak bilang kalo ga ada batere yang terlihat di kamar saya. Walaupun begitu, saya masih panic dan deg-degan, takut si batere tercecer di tempat lain atau kantor. Huffff…. Malam ku tidak tennnaaaangggggg….. 
DSC_0331
Jakarta Team, pic before take off
Di dalam gate, kita melihat beberapa orang yang sudah bawa snorkeling set. Wah..rupanya mereka juga mau ke ambon / ora untuk main air. Penerbangan malam ini memakan waktu 1,5 jam untuk ke  makasar, kemudian transit 30 menit,dan 1,5 jam lagi ke ambon. Dari ambon kita masih harus menunggu 1 jam (disini saya sempet cari toko elektronik yang jualan batere kamera, cuma sayang ga ada yg jual euy) dan 1,5 jam lagi menuju Langur, Kei Kecil. Dengan perbedaan waktu 2 jam.  Kita ber 6 sampai di pulau kei kecil sekitar pukul 10. Airportnya ini merupakan airport baru, posisinya bukan di langgur, tp nama airportnya masih langgur dengan kode airport LUV (romantis kan).
Hal pertama yang saya lakukan ketika sampai di bandara Kei adalah mencari batere SLR dr backpack bagasi, rasanya selama menunggu backpack dateng sampe buka wrapping dan buka tas penyimpanan kecil itu deg2an kaya nunggu pengumuman diterima kerja dulu (lebaaayyy). begitu buka tas kecil dan ubek sana sini trus ga liat batang idungnya si batere saya hampir meyerah dan lemas ( mikir bawaan berat tp ga bisa dipake) ga lama saya liat chargeran batere dan ternyata si batere masih bersarang disana dengan cantinya.  Alhamdulillahhhhhh…..
Dari airport kami di jemput oleh pak Tukan, driver dari coaster cottage. Perjalanan menuju coaster cottage itu sekitar 1 jam. Coaster cottage ini berada di daerah ohoilir, depan pantai persis. Penginapannya enak banget, besar dan bersih. Makanannya pun enak. 
DSC_0347
dari depan penginapan
Setelah penat hilang, kami bersiap menuju gua hawang dan evu water pool di daerah dullah. Gua hawang ini bagus ketika matahari menyinari guanya, airnya seakan bersinar bening. Untuk Evu water pool ini sebetulnya hanya pool untuk berenang dengan air yang aga keruh. Kemudian kami beranjak menuju ohoider tutu dan matwear. Ini merupakan pantai dengan pasir terhalus (sedunia atau se Indonesia), dia pun masih termasuk dalam jajaran pantai pasir pajang, ngurbloat. 
DSC_0361
gua hawang

 

 

DSC_0001
ohoider tutu

 

DSC_0079
matwaer beach

 

Selesai menikmati pantai, kami menuju airport untuk menjemput mas ridwan dan kemudian  mengejar sunset di airport.  Beneran ya.. awannya bagus banget, warnanya ungu-ungu ketika matahari mulai terbenam  dan berganti gradasi warna ga lama setelah itu.. Indaaaahhhhhh.

 

 

DSC_0368
awannya ungu

 

DSC_0391
sunset di bandara
Oia, di Kei kecil ini, Tual itu pusat kotanya, disini ada pasar dan segala macam keperluan. Jadi kalo mo kesini, ga perlu report –report bawa cemilan dan lain-lain.. banyak kok jajanannya. Banya juga hotel di dekat tual sini. Tp memang yang terkenal itu coaster da savanna ( mungkin karena beritanya banyak di internet ya).  Posisi Coaster Cottage yang jauh dari kota, bikin kita jauh kemana-mana termasuk jauh dari sinyal Internet. Tapi dengan begini, kami merasakan yang namanya liburan dan mendekatkan diri kepada anggota trip (bukan pdkt yak,,tapi lebih ngobrol-ngobrol dan saling mengenal ajah)
 Tips untuk ke kei island :
    Ada beberapa penerbangan dari ambon menuju kei kecil seperti garuda dan wings
    Bawa simcard telkomsel, karena hanya jaringan ini yang menjangkau kei kecil
    Bawa alat snorkel sendiri karena di penginapan adanya terbatas.
   Mobil disini kebayakan avanza atau innova, jadi kalo mau datang berkelompok, sesuaikan dengan kodisi mobilnya ya.
Info  penginapan :
 Coaster Cottage, dengan bobz : 081343472978 ( bob.azyz@yahoo,com),  driver  di kei , bapak tukan :  0812 2918 9446 ( si bapak sudah agak tua, orangnya baik dan nurutin mau kita, Cuma terkadang saya merasa jalannya suka muter-muter ) 
Harga kamar :
Old cottage :  165rb / room/ day
New cottage : 220 rb/room/day
The vila : 770 rb / house / day
Doctor house : 165 rb room/ day
Meals : ( 110 rb / day) or 30 rb for breakfast, 40 rb for lunch and 40 rb for dinner.

Continue Reading

[itinerary] europe trip-last day : ostia antica


The yellow – ostia antica

Setelah bertanya sama petugas hotel dan mereka mengatakan bahwa kereta ke ostia sudah berfungsi kembali.. yyyyeeeeaaaaaaaa….  Dari metro piramide, saya pindah naik kereta yang ke ostia antica, dan dari sana saya mengikuti petunjuk untuk jalan lurus kurang leih 5-10 menit. Ketika saya datang, belum ada orang sama sekali, malah tiket counternya belom buka.. hehehehe… 

Ostia ini luas banget, isinya reruntuhan puing-puing dari jaman bersejarah. Tapi saya suka kali disini, alesannya simple, karena ostia antica ini SEPI… hahahaha… saya suka yang sepi-sepi gini biar bisa dapet foto yang bagus,, sekitar 2 jam berkeliling, saya melanjut kan perjalanan ke caste fusano, entah apa yang ada disini, yang pasti saya melihat icon ombak-ombak yang ada di metro station.. hahahah… si dudul berani nyasar neh namanya.. 


i love sun










 
Castel fusano
Keluar dari metro, saya sudah mencium bau pantai… yup pantaaaaaiiiiiiiii… walaupun ga seindah pantai- pantai yang ada di Indonesia, tapi kepenatan selama 8 hari yang lalu hilang sudah begitu saya liat laut dan merasakan pasir dikaki saya (lebay).  Karena hari ini ga ada agenda, akhirnya saya leyeh-leyeh aja di pingir pantai. Pake baju dingin sambil selonjoran di kursi pantai.. hahahahaha… panaaaaassssssssss…..
Dan berhubung cuacanya lagi panas terik, tp angin nya dingin,, selesai dari sini saya dengan suksesnya kembali menjadi hitam… huahahaha.. 

didepan laut mediterania
santai sejenak
makanannya ga enak
 
The yellow hostel
Sebelom balik ke hotel, saya main ke supermarket deket hotel untuk cari makanan yang bisa di bawa pulang. Harga di supermarket biasanya jauh lebih murah daripada beli di bandara, en sekalian bisa cari barang-barang local yang lucu-lucu.. hehehe..
Kemudian saya duduk-duduk di bar hotel (sebelumnya ga pernah mampir karena takut digangguin sama orang mabok), ya berhubung hari masih sore, jadinya boleh lah saya duduk-duduk disini dulu..
Kemudian saya ke termini station untuk naik kereta ke bandara… well perjalanan saya di Europe harus berakhir hari ini… seandainya boss ngasih cuti lebih banyak lagi, saya pasti bakal nulis lebih banyak pula..

jangan lupa validate tiketnya di mesin ini
tiket untuk ke airport
mari pulang
Pengeluaran hari ke 9 :
Tiket ke ostia : 1.5
Ostia entrance fee : 11
Snack : 3
Ticket to castel : 1.5
Makan siang 8.5
Tiket to termini : 1.5
Cappuccino : 1.5
Termini to airport :1.4
Drink : 1.6
Total day 9 : 44.1
 
Note : pengeluaran disini hanya sebagai panduan biaya selama disana.
Continue Reading

[itinerary] Europe trip day 8 – Colloseum and the gank


The Yellow Hostel – Metro Station
Rencana awal hari ini mau main di ostia antica, tapi apadaya ketika sampai piramide untuk ganti kereta, ternyata keretanya lagi mogok.. akhirnya balik lagi untuk menuju ke colloseum. 
Colloseum
Sesampainya di colloseum, saya di berhentikan oleh tour guide local, mereka menawarkan harga 25 euro untuk tiket masuk + guide, karena pengalaman di Vatican saya rada-rada ga ngerti ada apa aja disana, akhirnya saya pilih pake tour ini. namun saya harus menunggu sampai quotanya mereka terpenuhi. 

para tour guide yang menunggu peserta



colloseleum


Awalnya sekitar 7 orang yang ikut dalam rombongan kami, tour guide menceritakan tentang sejarah colloseum kurang lebih 15-30 menit, kemudian kami bebas berkeliling sendiri dan janjian untuk ketemuan diluar ke roman forum.  Sayangnya, karena tour guide nya ga ikut kita keliling, jadi saya ga bisa naik ke lantai 3, dan hanya bisa berkeliling di lantai 1 dan 2 saja. 
Ketika jam hampir menunjukan waktu yang ditentukan, saya bergegas keluar untuk ketemu team yang tadi,,,, en dikarenakan lack of memories on my brain.. aku ga inget donk tadi temennya siapa ajah……  hahahahaha.. walhasil saya berdiri di depan pintu, berharap ada orang yang memakai sticer yang sama, atau mungkin ada yang manggil saya.. saya berdiri sekitar 15 menit, tapi ga ada yang keluar..putus asa, saya berjalan ke pintu depan dang a jauh setelah saya berjalan.. akhirnya ada pasangan yang bilang “here you are..we are waiting for you”… oh mmmyyyyyyy…. 

 

Semua peserta sudah kumpul, tp kita ga menemukan pemandu kita, yang kita temukan adalah pedagang permanen berantem dengan pedagang illegal, pedagang ilegalnya habis dia bentak- bentak karena masuk ke territory mereka (padahal jualannya berbeda loh). Ga lama polisi local pun datang, dan pedagang illegal ngacir entah kemana tau… tontonan 10 menit yang sungguh mendebarkan hati (saya berharap ada aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan gitu padahal).. hehehehe… 

colloseum
Tour guide datang, pesertapun senang… dari colloseum kita diajak jalan ke roman forum, dan kembali tour guide menceritakan sejarah selama beberapa menit, dan menunjukan titik-titik penting, kemudian peserta bebas kemana saja.
Tempat ini luasnya kebangetan,, setelah kaki saya abuse selama berhari-hari,, hari ini saya kembali harus jalan berjam-jam untuk mengelilingin roman forum. Huahahahaha…capeeeeee……
colloseum


 
Roman forum – piazza del popolo 


Kembali lagi saya ke piazza del popolo.. rencananya mau moto sunset yang lebih bagus dari atas, karena hari belum terlalu sore, akhirnya saya muter-muter di taman tersebut dan menikmati pemandangan. 

peoples @piazza del popolo
peoples @piazza del popolo
sunset
sunset et piazza del popolo… no edit
peoples


Pengeluaran hari ke 8 :
Sarapan : 0,85
Tiket kereta 1.5
Colloseum tiket : 12
Tour guide 13
Tiket kereta : 1.5
Makan siang : 10.7
Tiket kereta : 1.5
Jajan: 10
Total day 8 : 51.05
Continue Reading

[itinerary] europe trip -day 7 : Tivoli

The Yellow – Tivoli

 

taman didepan villa d’este

Untuk menuju Tivoli, saya naik kereta ke  ponte mammolo metro, dan pergi ke bawah untuk beli tiket bus. Tiket untuk ke tivolinya bisa di beli di lantai bawah di kios rokok.  Perjalanan menuju Tivoli kurang lebih 30 menit. Berhubung kepedean, saya ga tanya-tanya bakal turun dimana (saya pikir terminal terakhir itu = tujuan saya). Tapi ketika saya melihat petunjuk jalan semakin menjauh dari tujuan, akhirnya saya tanya sama supirnya, dah viollaa…villa d’este sudah terlewatkan… hehehehe.. 

 

Villa d’este


 Tempatnya lumayan gede walau ga segede Versailles. Bangunannya rada tua dan bau lumut. Tp tempat ini salah satu pilihan buat yang bosen sama hiruk pikuknya roma. Kebetulan ketika saya kesana, tempat ini ga terlalu banyak pengunjung dan pengunjung yang datang kebanyakan lansia. Waktu lagi makan roti, tiba-tiba ada seorang cowo muda dari yunani yang minta dipotoin.

 

pintu villa d’este

view from the top

 

 

 

 

 

 

view from the top, sisi yang lan


Villa gregoriana


Selesai keliling villa d’este saya pergi ke villa gregoriana, sepanjang perjalanan ke villa gregoriana, saya menemukan pasar rakyatnya. Kalo villa de’este sepi pengunjung, di villa gregoriana ini lebih sepi… super sepi malahan.. selama 1 jam jalan dan duduk-duduk disini, saya Cuma ketemu sama 4 orang pengunjung yaitu 1 pasang pasangan lansia dan orang yang minta saya fotoin di villa d’este + temen nya. Ga ada lagi siapa-siapa selain mereka. Mana villa gregoriana ini bentuknya lembah dan air terjun serta hutan, yang bikin saya deg-degan sepanjang jalan.
outdoor resto

 

flower from the market

 

buahnya gede en seger-seger

 

orang itali katanya romantis-romantis, makanya suka banyak yg jualan bunga


Sebetulnya masih ada 1 villa lagi di Tivoli, namanya villa Alexandria, en katanya sih lebih bagus daripada d’este. Tp kita harus ambil bus localnya Tivoli untuk menuju tempat ini, jangan kwatir salah bus, karena akan ada tulisannya di jendela bus. Naik busnya bisa dari depan tamannya villa d’este. 
pintu masuk / keluarnya villa grogeriana

 

 

 

air terjun nya.

 

 

 

 

 

 

 


Villa d’este – Spanish Step


Dengan mengunakan bus yang sma ketika berangkat ke Tivoli, saya bergerak pulang ke rome. Karena hari masih sore akhirnya saya berhenti spagna metro station untuk melihat Spanish step yang terkenal itu. tapi kembali lagi saya kecewa karena Spanish step ini penuh banget sama  orang- orang, sampe sampe ga bisa dapetin foto yang bagus. Akhirnya saya Cuma jalan jalan di sepanjang lorong dan melihat toko-toko seperti zara, h&m, sephora dan berbagai branded store disana. Ga lama berjalan saya tiba di piazza del popolo. Dari sini saya naik ke atas jalanan untuk memotret sunset, tp kalo mo dapetin view yang lebih bagus bisa naik ke piazza de bucrest. 
spanish step

 

 

 

shopping time

 

 

senja di piazza del popolo



Pengeluaran hari ke 7 :


Sarapan : 2


Train tiket : 1.5


Bus ke Tivoli : 4.4


Tiket masuk villa d’este : 11


Tiket masuk villa gregoriana : 6


Makan siang : 8.8


Belanja makanan /snack : 20


Souvenir (tempelan kulkas + gunting kuku) 5


Total 58.7
Continue Reading

[itinerary ] europe trip – day 6 : Rome

Plus Florence Hostel – Firenze SM Station
Karena sudah pesen tiket jam 6.20 untuk menuju rome, akhirnya pagi-pagi bener saya sudah siap-siap dari hotel. Gerimis sudah menguyur jalanan pagi ini, dan diluar cuaca masih gelap. Sepanjang jalan saya melihat banyak orang-orang yang tidur di jalan. Padahal saat ini cuaca kurang lebih 5 derajat celcius loh.

Di stasiun, saya pergi ke mcd untuk memesan crosaint dan tea untuk menghangatkan badan, sambil menunggu pengumuman kereta ke rome. Kali ini saya dapat kereta kelas 1, jadi saya duduk di bangku yang sendiri dan cukup besar. 


 

Termini Station – The Yellow Hostel
Dari termini station ke yellow hostel ini caranya gampang banget, ga pake nyasar kali ini..hehehe.. just follow the instruction that they give in the hostel information. The Yellow ini punya 2 bangunan, yang pertama untuk reservation dan untuk lounge nya,, kemudian di gedung sebrang baru untuk kamar tidurnya. Saya dapet di lantai dua dengan isi 4 orang sekamar. Kamarnya kecil dan sempit, susah gerak, apalagi kalo dapat kasur yang dibawah.. mo berdiri pun susah. Disini saya cuma drop tas dan kemudian pergi keluar untuk muter-muter kota

 
The Yellow Hostel – Vatican city. 
 
Karena masih pagi, dan berharap pergi ke banyak tempat, jadilah saya beli tiket metro yang unlimited 1 hari seharga 6 euro.. padahal saya Cuma pake 2 kali saya, dari termini ke vatican dan dari trevi fountain ke hotel. Dari petunjuk yang saya dapatkan, untuk menuju ke Vatican city bisa berhenti di cipro- musei vaticani, tapi ketika saya turun disana, ternyata jalannya lumayan jauh, dan orang-orang kebanyakan turun dari oraviano-san pietro.  Vatican ini besar sekali, saya muter kanan kiri,depan belakang, jalan berjam-jam sampe pegel juga masih aja belom kelar liat semuanya. Dan yang saya bangga, dilantai bawah ada loh museum tentang Indonesia… hampir aja saya bilang kalo saya orang Indonesia, en klo mo tanya –tanya bisa tanya langsung ke saya sama tamu-tamu disana (sombong..hahahaha).. tp berhubung pengetahuan tentang Indonesia masih cetek, jadinya saya mengurungkan niat itu.. takut malah jadinya malu-maluin Indonesia… :d
Selain museum Vatican juga puny ataman dan Sistine chapel. Tiket yang kita beli udah include untuk 2 tempat tersebut.

 

 

vatican museum
borobudur di vatican museum

 

Vatican Museum – St. Peter’s Basilica
Jalan ke belakang, kita bisa menemukan st. peter’s basilica dan st.peter’s square. Tempatnya luas dan bagus. Tapi antriannya ga kuattttttttt…. Bisa 1 jam sendiri untuk ngantri masuk ke st. peter’s basilica ini loh (apa karena gratis juga ya?). pas saya antri, dibelakang saya ada pasangan yang lagi honeymoon berantem gara-gara si cewe berfikir mereka buang-buang waktu ngantri sepanjang itu, tapi si cowo bilang antriannya worth it buat liat dalemnya kok. Jadi selama 1 jam saya ngantri, saya terus dan terus dan terus dengerin mereka berantem en yang bikin saya suka, si cowo bilang gini “honey.. listen to me.. I almost cant handle it,don’t make me angry please… kiss me please.. kiss me now” en si cewe nurut but nyium, tp abis itu nyerocos marah-marah lagi… 

 

 

 

 

 

Lalu, ketika saya sudah hampir sampai ujung antrian, ada keluarga yang di maki-maki sama tour guidenya karena nyerobot antrian..hahaha… drammmaaaa…..
Castel sant’angelo – piazza navona – panteon – trevi fountain

rute perjalanan sore hari
 Dari st.peter’s basilica kita bisa jalan kaki ke castel sant’angelo. Disini merupakan bekas penjara pada jaman dahulu kala,,, dan kalo kita jalan terus nyebrangi jembatan, nanti akan ketemu piazza navona kemudian panteon dan trevi fountain. Namun sayang trevi fountainnya sedang dalam perbaikan, jadinya ga bisa lempar koin,, tp semoga saya tetap bisa kesana lagi 
castel sant’angelo

 

 

 

 

 

 

warm afternoon
Pengeluaran hari ke 6 :
Tiket kereta ke rome : 29
Penginapan  4 hari : 90
Breakfast : 3
Lunch : 7
One day tiket train : 6
Tiket to Vatican : 16
Audio guide Vatican : 7
Continue Reading

[itinerary] Europe Trip day 5 – Sienna and Pisa

Hari ini rencananya saya mau ke sienna, karena katanya pisa itu biasa ajah. Tapi karena teman sekamar mau ke pisa juga ke sienna akhirnya kita memutuskan untuk ke dua tempat itu.. hahaha..padahal arahnya berlawanan loh. 
pisa catherdral, entrance ticket can be found at museum for free
Firenze train station
Cari tiket untuk ke Pisa,  berhubung antrian di trenitali rada lama, akhirnya teman sekamar saya mau liat-liat tiket dari vending mechine. Nah pas dia lagi liat-liat no saya dipanggil oleh reception, dan  dengan polosnya saya beli 2 tiket untuk ke pisa, pas selesai transaksi, ternyata dia sudah beli tiket untuk dirinya sendiri..alamaaaakkkk… en karena saya males tukerin lagi, akhirnya saya rugi sekitar 8 euro..hikkkssssss……. lumayan buat makan siang.
Perjalanan ke pisa kurang lebih 45 menit sampai 1 jam.

PISA
Berbekal NOL pengetahuan dan ga punya peta,,, akhirnya kita buta sampe di stasiun pisa. Hahahaha.. tapi begitu keluar stasiun, saya liat ada hotel, jadi saya masuk kesana dan bertanya sama receptionis hotel sekaligus minta peta. Pinter kaaaannnnn.. hehehe..
Bus ke leaning tower itu ada di depan hotel tersebut, tinggal tunggu aja bus dengan tulisan LAM ROSSA. Naik itu dan tunggu sekitar 10-15 menit untuk sampai ke tujuan.
Berhubung mendung dan mau ujan, kami cepat- cepat melihat sekeliling, ambil tiket gratis di museum untuk masuk ke cathedralnya dan balik kembali ke stasiun untuk menuju sienna….
Dari leaning tower ini, kita balik lagi ke stasiun dengan bus yang sama LAM ROSSA, tapi berbekal “kepedean” teman baru saya,, akhirnya kita turun di halte yang salah.. dan harus jalan kaki ke stasiun pisa kurang lebih 5 menit. 

 

Pisa leaning tower

 

 

using wide lens for phone

 

women on the back is my new friend from africa
 SIENNA
Kembali naik kereta  lebih dari 1 jam, kita sampai di stasiun sienna, untuk pergi ke city central, kita harus menyebrang ke dalam mall dan pergi ke bawah. Semua bus akan menuju city central. Konon, dari stasiun ke city central itu jaraknya sekitar 10 menitan,, tp karena kita ga tau, jadilah kita mengitari 1 kota selama kurang lebih 30 menit di dalam bus, hahaha… jd ceritanya,,, saat saya naik, saya bertanya pada supirnya “is this going to city central?” dan dia bilang iya. 10 menit kemudian, dia berhenti cukup lama di suatu titik, dan kemudian ganti supir. Supir berikutnya jalan, dan sepanjang jalan kita ga liat tempat ramai seperti yang dibayangkan,, sampai kemudian kita kembali ke stasiun kereta lagi…. Huaaahhhhh….. kemudian kita ikuti lagi jalur yang sama, dan si supir berhenti lagi di titik yang sama seperti pemberhentian sebelumnya. Disana saya tanya lagi “where is the city center?” dan dia bilang “in here…just go straight and turn left”….. alamaaaakkkkk…. Jadi pemberhentian pertama itu adalah city centernya tohhhhhh….. hahahahaha…  
gelato at sienna




Sienna

 

peoples

 

peoples

 

peoples

 

peoples

 

souvenier

 

Jalanan menuju piazza del campo ini keren banget.. toko-toko yang berdiri di dalam bangunan tua yang bagus-bagus ditambah dengan udara dingin tapi matahari bersinar cerah.  Di piazza del campo ini kita bisa duduk duduk santai sambil makan ice cream atau cemilan lainnya atau bisa menikmati makanan dari resto di sekeliling piazza in,setelah itu kami menikmati perjalanan menuju katedral dan lihat-liat setiap lorong yang ada di sienna. 
fruits
Hari menjelang malam,,, akhirnya kami memutuskan untuk naik bus balik ke Florence. Kembali lagi saya harus deg-degan diperjalanan, karena saya tidak tahu dimana terminal bus yang ada di Florence. Rasa was-was makin besar ketika si teman baru tiba-tiba bilang “ we should stop there!!” dengan menunjukan satu tempat seperti taman, dan ternyata bukan tempat itu yang kita maksud.. (thanks God, kita belom turun dari bus nya). Ga lama,, saya mulai panic ketika saya liat ada jalur trem dan kereta trem,, saya bilang sama temen baru saya “ does Florence have trem ? I didn’t saw it before ? are we lost?” dan dia menjawab “I also don’t see that, and I don’t know where are we now”…. jrengggggggg…jrenggg..jrengggg… 
Sekitar 10 menitan setelah liat trem, bus berhenti dan ternyata kita sudah sampai di terminal Florence, dan saya masih belum familiar dengan tempatnya, berbekal kepedean dan membiarkan kaki melangkah, saya berjalan terus kedepan dan terus dan terus.. sampai akhirnya saya melihat stasiun kereta Florence (ternyata terminal adanya dibelakang stasiun).. Alhamdulillah….. kali ini, kaki berjalan lebih enteng dan rasa was-was pun sirna…..
Hotelllllll….here we coooommmeeeee………

Pengeluaran untuk hari ke 5 : 
sarapan : 6 
2 tiket kereta ke pisa : 16 
bus pisa – pisa leaning tower : 1.2
tiket kereta ke sienna : 8 
tiket bus keliling sienna : 1.2 
lunch : 4 
bus ke florence : 10 
map sienna : 2
total : 48.4 

Continue Reading

[itinerary] europe trip day 4 – Florence city tour

Zebra Hostel – Milan Centrale station 
papan petunjuk di stasiun, bisa keliatan tujuan mana, dan peron mana

Saya berusaha untuk meminimalisir suara pagi-pagi ini. Ga mau bikin orang-orang sekamar kebangun. Begitu di kamar mandi, tiba2 ada seorang cewe yang juga ternyata mau ke stasiun, dan dia bilang pergi nya sama dia aja bareng. Dia bilang dia dari north Italy dan sedang belajar disana. Karena jauh ke crocetta stasiun, jadi kita naik tram dan berhubung loper Koran belom buka (untuk beli tiket tram), jadi kita ber dua menjadi penumpang gelap di tram tersebut (jiaahh bahasanya)… berharap ga ada yang meriksaain tiket. Oia,,, sebelumnya, pas sampe di halte tram, si cewe ini seakan sedang ngomong sama seseorang en beri kode untuk mendekat, hati panic tp badan berusaha untuk tetap tenang. Dengan sok cool, saya liat sekeliling en liat lagi siapa yang naik tram di halte yang sama saya berusaha ajak ngobrol dia semulus mungkin, sampe saya bisa bilang “since I’m alone in here, so I always report to my sister at home about everything in here, where I will go, what time I will be, anyone I meet or talk too, and if I haven’t update her in several time, she will call me. So she will know asap if anything happen with me. This morning I already told her that I’m going to station”.. ini sih Cuma senjata ajah, klo emang dia culik kan dia jadinya mikir tuh.. hahaha…. Tp Alhamdulillah ternyata dia orang bae,,, saya di tungguin pas konfirmasi tiket di treniltay counter, trus dikasih tau peron mana yang saya musti naikin. Dan saya tunggu saya sampe naik kereta. Keparnooan pun berakhir.

 

 

penampakan stasiun milan

 

tampang kece selama liburan 4 hari

 

ada layar yang kasih tau kita sudah sampai mana dan berapa menit lagi

 

Firenze Station – Plus Florence
Kejadian nyari-nyari hotel terulang kembali.. di email di info “BY TRAIN<br>As you exit Santa Maria Novella through the MAIN entrance where the ticket counter is, turn left, cross the two sets of traffic lights towards the McDonald’s, take the first street on your left, Largo Fratelli Alinari, continue up Via Nazionale, straight on up Piazza Indipendenza onto Via di Santa Caterina d’Alessandria, we are numbers 13-17 on the left hand side. It takes about 7 minutes” jadinya saya ikutin donk… dari nyebrang ke depan stasiun, saya belok ke kiri. Tp ga ada 2 lampu merah.. jadinya saya langsung ke kiri lagi dan terus jalan.. sampe akhirnya tttaaaarrraaaa…… saya nyasar,,, hehehe…. Kebetulan saya liat toko camera di depan jalan, saya tanya kesana dan dikasih tau disamping belok ke kanan dan lurus saja. Diperempatan jalan, kembali saya binung musti lewat mana.  so akhirnya saya milih belok ke kanan en tanya di café. Pegawai café bilang lurus ajah kedepan dan akhirnya ketemu hostelnya donk… Alhamdulillah.
Nah… sebetulnya arah yang bener itu, begitu keluar melalui main entrance, nyebrang jalan ambil yang arah kanan. Pas mentok di mcd, belok ke kiri.. jalan terus ajah sampe cape, nanti ketemu deh hostelnya… hehehehe… kidding,, jalannya sampe ketemu taman,, trus lagi kedepan, ga jauh ada hostelnya.
Garis biru itu jalur seharusnya, garis merah itu jalur saya jalan pagi-pagi
Hostel Plus Florence
Saya ambil yang sekamar ber 6, semalemnya 27 euro + 2 euro untuk pajak / malem. kamar saya ini gede dan bersih. Kaya hotel baru sih. Ada 2 ranjang yang ga atas bawah, dan 2 lainnya atas bawah. Ketika sampe disana, saya liat banyak anak-anak smp-sma yang sedang nginap disana (mereka dateng pake bus rombongan). Sepertinya hostelnya cukup terkenal. 
Florence City Tour
Dari hostel cuma 10 menit jalan kaki ke Florence duomonya (curiga dengan ucapan 10 menitnya), karena Cuma dikasih tau belok ke kiri setelah keluar hotel, jadilah saya jalan belok ke kiri dan mengikuti jalanan besar (kata teman, biar ga keliatan kaya turis, ga boleh pegang peta di jalanan, jadi petanya saya masukin ke tas en modal mengingat jalanan aja). Sampe di pertigaan, saya akhirnya bertanya sama pegawai toko, dan dia bilang belok ke kanan, terus donk saya jalan ke kanan.. dan setelah 20 menit jalan tetep ga nemu duomonya.. hikksss…. Putus asa karena lapar dan lelah, akhirnya saya mampir ke coffe shop, dan buka peta disana. En semenjak itu pula saya memutuskan buat pegang peta selama perjalanan,, karena orang-orang toh udah bisa liat saya turis dari kulit dan rambut saya plus kamera slr yang saya tenteng2, jadi nambahin peta sedikit ga salah donk.. hehehe. Dari coffee shop saya menyebrang en masuk ke gang-gang kecil.. disana saya melewati univeritas dan juga rumah tua. Ini lah yang menyenangkan dari kesasar, kita bisa ketemu tempat tempat indah. Hahaha. 
again, jalur biru jalur yang bener.. jalur merah itu jalur jalan kaki saya
Florence  Cathedral, battister dan campanile di giotto tempatnya berdekat-dekatan, jadi bisa didatengin sekaligus. Cuma saat itu saya hanya keliling cathedralnya saja.  Jika kita jalan terus dari cathedral, nanti akan ketemu piazza della signoria dan tempat shopping seperti sephora, make up store, puma, geox, h&m , zara dan lain –lain. Dan jika lurus lagi akan ketemu ponte vecchio.  Bisa foto – foto dari jembatan juga dan beli emas disekitar toko itu (tapi saya ga beli apa –apa). Didepannya jembatan, bisa masuk ke palazzo pitti. 
florence chatedral

 

 

 

 

 

 

Hari ini saya ga pergi ke piazzale michelangiolo karena kaki sudah ga bisa digerakan.  Akhirnya saya berhenti di tempat makan untuk makan siang sekaligus mengistirahatkan kaki. My energy drop to -10 level.. hahaha…
Sekitar jam 2 saya sudah kembali ke hotel. Semua tempat sudah saya jelajahi.. hehehe..jadi kepikiran untuk balik hotel, check in, mandi, dan istirahat, baru malamnya pergi lagi. Di kamar, saya ketemu dengan wanita seumuran saya dari south Africa, tapi kerja di London. Dia baru sampai dan ingin menjelajah Florence, jadilah saya sendirian di kamar siang itu. 
Sekitar jam 5 saya keluar hotel lagi, bermaksud untuk sewa sepeda dan pergi ke bukit biar bisa foto bagus, tapi sayang saya ga menemukan rental sepeda yang dimaksud. Hikss.. nasiiipppppp….. dan karena cuaca mendung, akhirnya saya ga naik ke bukit michelangiolo.seddiiihhhh… 
Back To Hotel
Ketika saya kembali ke kamar, tidak ada orang sama sekali disana… ruangan besar untuk 6 orang terasa sepi sekali… tssaaaahhhh…. Ga lama ada seorang wanita lagi klo ga salah dia datang dari selatan itali (lupa nama daerahnya), dia kerja di Florence 3 hari seminggu, jadinya dia menginap di hostel itu daripada menyewa rumah disana. Mulai dari datang sampai saya tidur, dia sibuk dengan laptopnya, dorong –dorong meja buat cari posisi yang pas, sampe akhirnya dia naro laptopnya didepan jendela demi dapetin sinyal wifi.. hadehhh.. 
Pengeluaran hari ini : 
Kereta Milan – florence : 29 
hotel 2 malam : 55
breakfast : 5 
lunch : 12 
gelato : 4
total : 105 euro
Continue Reading