[how to] Banyak Cara Menuju Togean-Indonesia

Kepulauan Togean merupakan Kepulauan yang terletak dari Teluk Tomini, Sulawesi Tenggara.  Banyak orang yang masih belum tau tentang pulau Togean ini dan juga belum tau cara menuju kesini. Postingan saya kali ini akan mengupas cara menuju Togean.

Peta TOgean

peta kepulauan togean

Palu

Dari Palu menuju Togean akan ditempuh melalui jalan darat dan laut. Pertama bisa menggunakan bus travel  dari Palu menuju Ampana.  Berikut operator Bus Travel yang melewati ampana :

  1. Togean Indah travel , Jalan Suprapto Palu (Tlp. +62 0451 422829)
  2. Tauna Indah Travel, di Jalan Sam Ratulangi Palu (Tlp. +62 0451 454808)
  3. Kesayangan Anda, Jln. Sisingamaraja No.27 Telp. 0451 – 451178

Rata-rata harga travelnya Rp 150.000/ orang dengan kapasitas 8 orang permobil. Bisa juga dicharter untuk 1 bus seharga Rp 1.000.000,- sampai Rp 1.100.000,- jika anda berpergian bersama rombongan,

Dari Ampana, kembali ada beberapa pilihan penyebrangan :

  1. Speedboat Hercules seharga 130rb menuju wakai atau 150rb menuju kadidiri langsung , yang berangakt setiap hari jam 9 pagi ( 2-3 kali sehari)  dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. kapasitas kapal ini sekitar 22 orang, jadi book terlebih dahulu daripada kapal sudah penuh dan tidak jadi berangkat ke Togean
  2. Ferri KM Puspita, Senin sampai minggu kecuali hari kamis dan jumat dengan waktu penyebrangan sekitar 4-5 jam

Luwuk

Meskipun jarak luwuk – ampana lebih dekat, tetapi harga pesawat Jakarta-palu lebih murah jauh daripada Jakarta-luwuk. Sama seperti dari palu, perjalanan dari Luwuk bisa menggunakan travel togean indah dan juga tauna indah sampai menuju ampana.

 

Gorontalo

Dari gorontalo bisa langsung naik ferry Tuna Tomini yang berangkat setiap hari setiap hari selasa dan jumat jam 18.00

Kemudian  kembali ke gorontalo setiap Senin & kamis jam 3 sore dari Wakai dan akan tiba jam 5 pagi di Gorontalo

semoga informasi ini berguna untuk teman-teman yang mau ke togean tapi tidak tau caranya ya.

oia, buat yang dari pelabuhan ampana, bisa hubungi pak Riksan /Riskan  (08124437716) untuk nge-booking tiket speedboat.

Continue Reading

Palu- Togean Trip – 4 Mei 2016

4 Mei 2014

Pelabuhan Ampana

Jreng….jreng…jreng…. kami semua dibangunkan pak supir, katanya sudah sampai di ampana, dan saat itu adalah jam 3.30 pagi…. Jreng..jreng..jreng…..

PICT_20160504_024635

masih gelap saat kita sampai di sini

Pelabuhan ampana yang masih sepi dan gelap gulita itu, menjadi saksi bisu buat kita 6 orang pelancong yang sehari sebelumnya bobo cantik di hotel bintang 4, kemudian harus bobo mengemper di pelataran ruang tunggu pelabuhan.

IMG-20160530-WA0002

dari hotel berbintang sampai mengemper

Ga lama ada seorang bapak yang datang menghampiri, awalnya sih basa basi nanya kami dari mana dan mau kemana, eh kemudia dia bilang “semalam kami baru ketemu mayat, ada orang kota sebelah yang ditemukan di depan pelabuhan sana… hhhhooooooooaaaaaaa…… ga lupa dia juga berpesan agar kita jaga-jaga barang bawaan, jadinya bergantian, saya dan mba hanny menjaga barang-barang yang banyak, incase ada tangan-tangan jahil. dari depan pelabuhan, kami bisa melihat.

DSC_3097

sunrise di pelabuhan ampana

DSC_3104

mataharinya muncul

Matahari sudah mulai tinggi, dan kemudian muncul ada seorang wanita yang menawari kami mampir di booth depan ruang tunggu, berbaik hati juga untuk menawarkan kami cemilan dan teh atau kopi, tapi dengan halus kami menolak. Karena, kata bapak yang membelikan kita tiket, wanita ini baik tapi menjebak. Dia pernah berbaik hati menawarkan paket-paket ke togean, tapi kemudian tak muncul ketiga uang sudah ditangganya. Banyak korban yang sudah terkena jebakannya. Tp entah lah,saya belum menemukan link tentang penipuan beliau.

Setelah mendapatkan tiket (yang sudah kami pesan dari Jakarta), kami beranjak ke speedboat yang berukuran 22 orang. Setiap penumpang wajib menggenakan jaket pelindung dan juga ada pemeriksaan muatan oleh petugas sekitar untuk memastikan kapal aman untuk berangkat.

Disebelah saya ada beberapa anak muda yang sepertinya bertujuan ke kadidiri, dan didepan saya ada seorang ibu dan anak yang juga hendak ke Kadidiri.

 

Kadidiri

Sesaat sebelum mendarat di kadidiri, seorang ibu-ibu didepan saya dengan juteknya bilang “yang mau ke black marlin, telpon kesana biar minta dijemput” saya cek hp, belum ada sinyal.. gimana mau dijemput ?, ga lama dia berkata hal yang sama lagi, sampai akhirnya saya bilang “sabar bu, belom ada sinyal” ntah dia denger atau tidak. Tp ternyata perahu kita mendarat di Black Marlin terlebih dahulu, jadi saya ga usah repor buat menelpon ke Black Marlin. Usut punya usut ternyata, ibu-ibu yang  suruh telpon ke Black marlin itu yang punya penginapan kadidiri resort, dia ga suka tamu black marlin singgah di dermaganya… haiiizzzz…

Masih sekitar jam 10 saat kita sampai di black marlin,  saya dan mba han, dapat kamar no 1, posisi yang aga diatas dan paling dekat dengan resto black marlin,riris dan diyah dapat kamar no 2, dan swon dan oji dapat kamar nomor 3 lebih ke belakang lagi.

Mungkin karena lelah, atau kepanasan, atau terpesona dengan suasana di black marlin.. dari pagi sampai sore kita hanya leyeh-leyeh di hammock dan juga kamar. Swon, mba han dan Oji sempat berenang di depan penginapapan. tapi saya,  bergerak saja rasanya susah. saya cuma bergerak ketika makan siang dan makan malam dihidangkan.

P5040200

 

Deramah pertama hari ini adalah ketika air bersih menjadi langka, dan selalu kamar no 1 dan 2 itu kehabisan air, mungkin karena posisinya yang paling tinggi kah? Sampai-sampai kami iri melihat penghuni lain sudah cantik-cantik dan rapi-rapi, tapi kami masih kucel dan bau acem karena semalemam belom mandi.

Deramah kedua adalah ketika saya hendak nelpon teman yang mo ambil buku, di dekat resto (di Kadidiri ini sinyal minim banget, untuk nelpon atau sms-an kita perlu ke spot-spot tertentu, seperti contohnya bangku-bangku unggu depan resto atau sepinggiran pantai), tiba-tiba ada yang bilang “ besok pakai kapal siapa? Kalo dari luar kami ga siapin makan siang ya, minta kapalnya buat siapin ajah” dengan ketusnya… (lagi-lagi saya diketusin orang).  Males ribet, saya minta tolong diyah , oji dan riris buat urusin masalah kapal dan makan siang dan Alhamdulillah akhirnya dapet sewa kapal dari luar tp makan siangnya dibawa dari penginapan (ya iya lah,,kan kita udah bayar untuk kamar + 3 kali makan, masa iya kita musti cari makanan lain lagi)

 

Apa deramah selanjutnya?…. simak terus cerita perjalanan saya..

Continue Reading