Wisata Derawan – explore Sangalaki & Haji Mangku

25 Desember 2016.

Selamat Natal…

Pagi ini saya terbangun, tepat ketika matahari memancarkan sinar orange nya, tanpa cuci muka dan gosok gigi, saya buka pintu balkon, duduk di hanmock dan memandangi nikmat Allah pagi itu. Sunrise pagi ini, sunset terindah yang saya pernah rasakan.. Kenapa? karena pagi ini saya ga pergi bangun pagi-pagi, cuci muka dan gosok gigi dengan air dingin, dan jalan untuk mencari spot sunrise. Tapi hanya perlu menyeret kaki pemalas ini menuju balkon yang jaraknya hanya 2 meter.

DSC_1290

sunrise pagi sambil menikmati secangkir teh

IMG_20151227_081956

warna orange yang memancar di Fisheries Eco Villa

Jam 8, peserta sudah selesai sarapan dan rapi untuk berangkat melaut. Namun sayang sungguh sayang, walaupun cuaca cantik tapi arus tidak bersahabat dengan kita. Dengan keahlian Kapten Anwar, motoris kami hari ini, kami menjejalah ketempat berikut :

Sangalaki

Di Pulau Sangalaki, terdapat satu resort dan juga penangkaran penyu. Sebelum kami melihat tukik/ penyu, Kapten  Anwar dan mas iki mengajak kami berkeliling pulau. Kami dibawa untuk berfoto-foto di dermaga panjang dan juga pantai sangalaki, kemudian jalan kebelakang sampai akhirnya ke melihat tukik-tukik kecil  yang lucu.

1

dermaga Sangalaki, pic by wisatakita.com

Sangalaki ini memang salah satu tempat tempat habita alami penyu. disini juga menjadi tempat perlintasan penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricate). Tukik-tukik yang menetas dikumpulkan dan dijaga hingga berumur seminggu sampai akhirnya mereka dilepas lagi kelaut.

2

mau Neng foto bang?

4wlELkT2BW4v7JrFflgJFv1qlH2hyA4QCU13lBsgH_A,ux1Qm_o_Nu6CMgg57V9BqRuITxXSnkO-lV4LDNySvXo,3i_J6vwYRIOeiuODi3uJZBnpWMPwN4dHH2fCxnuOmkY

senengnya walau cuma ngobrol disini ajah

Cukup lama kami berada di Sangalaki,, ternyata ini memang bukan bagian dari jadwal paket. Melainkan arus laut semakin tinggi dan berbahaya untuk kapal menyebrang atau berpindah pulau.. Bahkan ketika ada warga Negara India ingin naik kapal speedboat kecil untuk menyebrang, sang kapten tidak memperbolehkan, berapapun harga yang dia tawarkan, sang kapten tetap menolak. Karena, berkendara diarus yang luas, nyawa menjadi taruhannya….eeeiiissshhhh.

Ubur-ubur Kakaban

Tempat ini merupakan tempat yang terkenal di dunia. Karena hanya beberapa spot yang punya stingless jellyfish atau ubur-ubur tanpa sengat. Untuk di Indonesia sendiri hanya ada di Kakaban dan Togean. Di Kakaban, ada 4 jenis ubur-ubur yang berkeliaran disana.

PC250001

PC250016

 

Haji Mangku, Maratua

Matahari sudah cukup tinggi, ketika kami menginjakan kaki di dermaga maratua ( bukan maratua resort ya), kami membelah jalan setapak untuk melihat haji Mangku yang baru saja naik daun itu. Bahkan bang iki atau bang anwar baru pertama kali kesini loh.. hehehe.

PC250066

santai dulu di haji mangku

Air berwarna biru terlihat dari atas ketinggian kurang lebih 5 meter.. biru gelap , bening memancarkan cahaya dan misterius, entah ada sejarah apa dibalik goa haji mangku ini. Satu persatu peserta memberanikan diri untuk meloncat kedalam goa haji mangku.. saya?? Hahaha… seorang wanita manis yang juga takut ketinggian ini tentunya ga punya nyali untuk meloncat donk. Saya hanya bisa mengumpat dibelakang dan semakin ke belakang, sampai akhirnya diberitau kalau ada satu lubang lagi yang ga perlu melompat. Kita cuma perlu turun sedikit, dan kemudian bisa merasakan dinginnya goa haji mangku ini… brrrrrrr……. Segggeeerrrrr…

cuaca hari itu

Fisheries Eco Villa

Sore datang dan kami sudah kembali ke penginapan. Hari ini cukup 3 spot yang kami dapati. Bukan karena kesalahan tour leader yang molor waktunya, tapi karena cuaca yang tidak bersahabat. Seorang teman pernah berkata “jika bermain dengan alam, maka percayakan lah kepada ahlinya. Jangan pernah ngeyel kalo dikasih tau”. Saya setuju dengan itu. Karena mereka yang setiap hari bermain dengan alam, lebih mengenal perubahan sekecil apapun. Bahkan disaat mata kita berkata cuaca sangat baik dan bersinar terang, tapi sebetulnya dibalik itu, ada hal lain yang tak terlihat oleh kita.

DSC00034-01

 

Kembali kami di kumpulkan di resto untuk membahas rute esok hari, dan juga wisata kita meminta maaf karena ada spot yang tidak didapat dikarenakan cuaca dan juga bang harry bilang kalo besok pagi mungkin bisa melihat whale shark. Tapi dia akan pastikan lagi nanti malam.

Derawan Dive Resort

Malam ini kami kami berjalan ke Derawan Dive Resort.  Hanya ingin melihat resort dan berfoto di dermaga panjang. Tapi sungguh disayang, dermaga itu sudah dihancurkan/hancur. Jadi kita kanya duduk-duduk di bangku dekat lapangan volley.. bercanda, bernyanyi..dan ga lupa… membully Oji… hahahahaha… #pleasedontdoitathome #cumagenkyangbollehbully #karenabullytandanyasayang

 

Continue Reading

Wisata Derawan : Tarakan – Fisheries Eco Villa

Kamis 24 Desember 2015

Berhubung akan libur panjang dan juga penerbangan kami menuju tarakan akan boarding pagi-pagi Saya dan mba Hanny memilih untuk menginap  di hotel dekat bandara kemarin malam. Jadi kami bisa sampai bandara terlebih dahulu tanpa rasa cemas akan macet yang menggila. Penerbangan pagi ini sesuai dengan jadwal, dan kami tiba di tarakan sekitar jam 9 pagi.

IMG-20160601-WA0004
menunggu di bandara

Pagi ini kami sudah dijemput oleh Mas Anca, dari Wisata Kita. berhubung jadwal janjian itu jam 12 sang, dan kami sudah  datang jam 8 pagi, jadi kami minta diantarkan sama mas anca ke Kedai Kopi Aceh dekat bandara, disana Yudi, salah satu member Group Deramah, yang tinggal di tarakan sudah menunggu kami.

Kedai kopi ini berada di gang dan tidak begitu mencolok, tapi rasa teh tariknya sungguh nikmat, katanya sih pemiliknya asli dari Aceh. Makanya rasa teh dan kopi tariknya autentik. Saya saja sampai menghabiskan 2 gelas teh tarik sangking sukanya sama minuman itu.

IMG-20160601-WA0005
teh tariknya enak

Selesai dari sini,kami diantar mas Anca untuk sarapan kepiting dan setelah selesai baru dibawa ke deramaga Tarakan, sambil dia menjemput peserta lain dari bandara dan juga hotel. Selama ditinggal mas Anca, kami sibuk  bergantian tidur… hahahaha… maklum lah, karena penerbangan pagi, jadi kualitas tidur terganggu dan baru terbangun ketika ada sepasang suami istri dengan 3 anak nya mendekat, bertanya “rombongan wisata kita yang mana ya?”.. oh ternyata mereka salah satu peserta juga toh.

IMG-20160601-WA0007

Ga lama, kami disuruh naik ke speedboat, sambil bergosip sama yang lain “eh liat deh,,, kayanya yg itu tuh, yang daftar sendirian, klo yg itu tuh,, pasangan suami istri yg dari solo” hahaha… sotoynya lagi kumat, padahal sih tebakan kami salah,, wkwkwkwkw.

DSC_1206
tarakan siang itu

Sepanjang perjalanan 2-3 jam lewat jalur laut, sepertinya rombongan kami jadi rombongan paling berisik, sibuk ngebully oji en nissa yang pelor begitu duduk atau terdiam di satu spot..:D. nah disini pula munculnya bahan bullyan yang ga abis-abisnya dicela… apakah itu? Penasaran ?.. baiklah aku ceritain.

Sepanjang kita membelah lautan Kalimantan ini (eh laut apa sih namanya?), air nya bukan berwarna biru muda, biru tua atau rada hitam, tapi airnya  berwarna coklat.. kalo saya dan rya sih bilangnya “ini karena ada kapal dari Malaysia, yang bawa milo coklat, jadinya sekarang lautnya warna coklat”… hahahaha…

apa jawaban yang benar? Ada yg bisa nebak? Klo ga bisa, baca aja postingan terakhir ya…

Lanjut…

Akhirnya speedboat merapatkan diri ke dermawan Derawan fisheries dan Fisheries Eco Villa, Salah satu eh salah dua penginapan paling Ok yang ada di Derawan. Kami, 16 peserta dikumpulkan ke ruang makan /tunggu untuk dibagi-bagi tempat tidurnya, berdasarkan pilihan mereka di website wisatakita.com.

DSC_1217

Pemandangan depan Fisheries Eco villa

Kebetulan saat itu saya,oji, mba han, dan swon memesan kamar di Fisheries Eco Villa (FEV), sedangkan Rya dan Nissa kebagian di homestay (peak season saat itu, jadi kamar FEV penuh. Tapi begitu melihat kamar yang bersih dan nyaman, semuanya ga ada yang mau beranjak pergi. Kamipun merajuk ke Mba Ichi, selaku yang punya penginapan untuk mengijinkan tinggal ber 6 dalam satu kamar… hahahahahah…. Jangan di tiru ya,,, seharusnya sih 4 orang sekamar aja maksimal biar nyaman.

DSC_1224

Gaya dulu ah di depan Fisheries Eco Villa

DSC_1247

ini sunset point nya

Oia, ga lupa ada satu kejadian lagi disini.kebetulan kamar disebelah kita ada seorang bapak-bapak sedang memasang kamera di teras belakang. Spontan saya bertanya “wah..gede banget lensanya, itu lensa apa pak?” dia menjawab “ lensa tele 300mm”. ternyata dia mau memoto bulan purnama malam itu. Ada satu celetukan mba han (saya lupa kata-katanya) yang berhasil membuat dia ga ngobrol atau senyum saat berbapasan lagi dengan kita… wkwkwkwkwkw….. sing sabar ya pak, kita emang gitu orangnya.

Sore pun datang dan matahari terbenam malu-malu. Warna orange nya berubah pelan pelan kemudian menghilang dibalik laut. Semua keindahan alam itu saya rekam dan abadikan dalam sorotan kamera di dermaga fisheris Eco Villa. Memang dermaga ini paling kece buat ambil sunset. Apalagi FEV punya sunset point sendiri. Puas dengan matahari, kami pun dipuaskan kembali oleh menu makan malam. Nyum nyum…

Fisheries Eco Villa

sunset di depan FIsheries Eco Villa

Selesai makan malam, 16 peserta trip dari Wisata Kita, dikumpulkan untuk diberi pengarahan tentang acara besok. Jika Cuaca (di highlight, bold en underline yak) memungkinkan, maka kita akan keliling ke maratua, sangkalaki dan kakaban dan semua peserta mencatat nomor kakinya untuk dibawakan fin dan snorkel set besok pagi.. waahhhh,,,, memang mantep ya kalau pake tour guide yang sudah pengalaman..;)

Malam belum berakhir,,, sementara yang lain masuk kamar, saya, mba han, swon berusaha menahan ketawa malam itu mendengar kisah cinta oji yang tragis…apalagi ketika dia menggulung-gulung tisu dan merobeknya tipis-tipis, dan ketika tisu habis, dia menggulung uang 100rb…. Untung sebelum dirobek, saya sudah tarik uang itu… wkwkwkwkwk…. Dasar dedek tajir, uang 100rb lah yang mo dirobek-robek.

Deramah apa yang menanti kami esok hari ?…..

Continue Reading

Wisata Derawan : Prolog

Derawan trip 24-27 Desember

Prolog

Oktober – Desember 2015 merupakan masa-masa tersuram saya di 2015, ada satu kejadian yang membikin saya depresi tingkat tinggi dan benar-benar butuh piknik yang nyaman dan melupakan semua kejadian itu tanpa perlu mengambil cuti (maklum anak baru di kantor baru).  Akhirnya munculah satu tanggal yang pas buat jalan-jalan, yaitu tanggal 24-27 Desember 2015. Tapi berhubung tanggal merah, pastinya harga tiket, harga hotel dan lain-lainnya sudah melambung tinggi, dan juga teman –teman sudah punya jadwal sendiri –sendiri. Kemudian saya bingung lagi donk, pikiran ini kaya lagi main tarik tambang, sisi satunya pingin jalan-jalan , sisi satunya bilang ga bisa yang mahal-mahal.

da7d71c1d290109ae429f1c97eb0e142

pic from here

Awalnya memutuskan buat pergi sendiri, tapi koar-koar dulu di group, en akhirnya satu persatu teman pun mulai ikutan  daftar jalan-jalan. Sebut saja namanya Mba Hanny, Oji, Swon,  Rya, dan terakhir nissa ikut gabung dengan destinasi perjalanan kali ini adalah ke Derawan… APA? DERAWAN LAGI?? Ga BOSEN?.. hahaha….

KepulauanDerawanKaltim

posisi derawan, pic from  here

Lanjut aja bacanya biar tau saya bosen apa engga di Derawan ya.

Oia, untuk trip kali ini, kembali saya pakai travel dari Wisata Kita. kenapa disana? Karena saya orangnya susah moveon, klo udah dapet pelayanan yang bagus, gam o coba-coba ke travel lain yang kasih harga murah tp service murahan… 😉

Apa aja yang perlu di persiapkan untuk trip ke derawan ?

– Tas (daypack/backpack dll) berisi pakaian untuk 4 hari (Tidak di sarankan bawa koper)
– Baju renang / celana renang,
– Sun block & obat-obatan pribadi
– Peralatan memotret (kamera, handycam, charger dll…) bila ada
– Makanan kecil, snack2
– Autan atau obat nyamuk
– Senter (Bagi yang ingin berburu sunrise), Jas Hujan

kemana harus hubungi travelnya ?

buka aja link nya di www.wisatakita.com atau download aplikasi wisatakita.com dari google store

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016) – day 3

Sabtu, 6 Februari 2016

Ternyata dibelakang penginapan itu pantai…. Yiiiiipppiiiieeeeeeeeeee……

Selesai mandi en beberes, saya en isna pun keliling pantai en iseng masuk ke penginapan lain yang ada kolam renang menghadap pantainya, sisi narsis keluar, kamipun foto-foto disana…hahahaha… serasa tinggal di resort sendiri ya… :d

DSC_1951

DSC_1962

DSC_1975

 

Rute hari ini adalah Sungai Maron,Amazonnya Pacitan, tapi oh tapi,, berhubung mau valentine, air yang tadinya hijau berubah menjadi coklat donk, bahkan lautnya ikut-ikutan coklat ga asik… hikkksss. Perjalanan dari  tempat tiket sungai maron sampai ke pantai itu kurang lebih 30 menit – 1 jam, dan disekitar air kita bisa liat penduduk yang lagi menangkap belalang, katanya sih buat dijual.

DSC_1990

 

Karena gagal foto cantik di pohon kelapa bengkok, akibat tanah yang licin en jiwa yang ciut (asli, takut kepeleset, jatoh en jadi bahan bullyan seumur hidup) dan juga gagal berenang karena airnya coklat, jadilah kita langsung menuju rute selanjutnya yaitu makan di waduk gajah mungkur di wonogiri.

DSC_2016

 

Entah jam berapa kami sampai di kantor wisatakita, malam ini rencananya mau liat lampion di pasar gede, tp makan dulu di wedangan pendopo sambal ketemu temen smp saya. Ga nyangka, setelah belasan taun ga komunikasi, akhirnya bisa ketemuan di Solo, dia sekarang lagi ambil specialis bedah dan kerja di rumah sakit solo (lupa nama rumah sakitnya)..bangga euy punya temen pak dokter… hihihi, belajar yg bener pak, biar bisa obatin hati saya yg remuk ini….#eeaaa

Pucuk di cinta ulampun tak kunjung datang,, eehh apaan sih nih… maksudnya sih udah nunggu-nunggu buat liat lampion tapinya ga jadi karena solo macet banget hari itu. Akhirnya kami nonton midnitean mas leo

mtf_tQhHm_1317.jpg

yang dirobek-robek beruang di solo paragon ajah… wkwkwkwk.

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016) – day 2

5 February 2016,

 

@soloBalapan…

Pagi ini Mas Azis dari wisatakita.com sudah menunggu dua wanita kece dari Jakarta di depan stasiun. Karena kereta sampainya aga sedikit telat, en kita musti ke toilet dulu ( sikat gigi en dandan kece) jadilah kita langsung meluncur ke kantor wisata kita di colomadu.  Ternyata, ketika kita sampai kantor, mas ridwan ( yang suka smsin peserta trip) dan mas tobing ( yang jaga di karimunjawa) masih tidur, jadi kita pun bisa mandi dulu, siap2 buat ke pacitan.

DSC_1850

Entah sudah berapa lama, saya ga ketemu mereka bertiga dalam satu tempat, biasanya paling ketemu mas ridwan ( dia ikut waktu saya trip kei-ambon-ora), atau mas azis ( karena sering ke Jakarta). Tp klo mas tobing, rasanya terakhir itu 2013 or 2014 pas di karimun jawa ya.

Perjalanan ke pacitan ini, ga cuma kita berlima aja ternyata, mas azis bawa temen-teman dari solo yang pingin liat keindahan Pacitan.  Perjalanan Solo-pacitan (gua gong) memakan waktu 2.5 – 3 jam. Dan entah kenapa hari itu hujan nya awet, kaya pake formalin gitu, jadilah kami ujan-ujanan pas di goa gong (padahal sih pinginnya makan siang samabil piknik didepan panti gitu).

DSC_1858

Dari parkiran ke Goa Gong ternyata ga begitu jauh, jalanannya sedikit menanjak dan ada jembatan yang bisa dilewati sebagai shortcut.  Jujur, saya ga pernah nyaman kalo masuk kedalam goa, jadilah saat  masuk mulut goa, saya cm memandang kebawah tanpa merhatiin langit-langit goa yang runcing2, daaaannnn… selanjutnya bisa di duga donk….. iyyyeeeessss,,, aku kepentok langit2 yang tajem itu,, sakiiitttt,, tp untung ga sampe bedarah yak (orang Indonesia mah selalu untung disetiap kejadian).

DSC_1859

Goa gong sendiri dinamakan seperti itu, karena ada batu yang jika dipukul bunyinya akan seperti gong. Memiliki kedalaman goa sepanjang 256 meter dan memiliki stalakmit dan stalaktit berumur ratusan tahun (yang ini saya nyontek dari web nya initempatwisata.com). goa ini muncul dari akibat aktivitas vulkanik dan greakan termik yang diperkirakan berlangsung ratusan hingga ribuan tahun silam. Selain itu, cahaya warna warni dari lampu sorot, bikin goa ini cantik tanpa menakutkan.

DSC_1871

Dari Goa gong, kami lanjut ke panti banyu tibo diserati hujan gerimis yang bikin mood hilang buat foto-foto. Sebetulnya, dibawah tempat parkiran ada air terjun kecil yang bisa dijadikan objek foto, dan juga main-main air, tapi karena mood tiba2 ilang, jadinya saya Cuma di warung menikmati teh hangat,sehangat senyumannya….#eeehh.. pemandangan dari warung ajah udah bikin saya merasakan nikmatnya liburan kok.. I’m happy just to feel and see the sea.

DSC_1880

Selanjutnya adalah pantai buyutan, pantai ini lovely banget….. pantainya alus dan bersih….. tp kembali sayang beribu sayang, hujan yang turun membuat hasil foto kurang maksimal (padahal baju udah kece banget loh).  Oia,,, ada satu hal yang sedikit membuat sedih saya, ketika saya berbicara dengan penjaga warung, berikut pembicaraannya :

Me : permisi pak,

Bapak : silakan mba, mba dari Jakarta ?

Me: iya, pak saya dari Jakarta, yang lain dari solo

Bapak : oh , iya kalau yang lain saya tau.

Me : oh, keliatan jelas ya pak

Bapak : iya, kalau solo lebih halus, lebih sopan

Me : oh… (sedih… meloyor pergi)

DSC_1903

Hmmm… mikir, ini karena saya ga pakai Bahasa jawa, jadinya saya dibilang kurang sopan, atau kenapa ya, padahal sudah permisi-permisi… ya …sudah lah ya.. pembelajaran baru biar next nya lebih sopan lagi,,, kali dapet mertua orang solo nanti…#eeeeeeaaaaa

DSC_1907

Selesai dari  bunyutan, kamipun mencari penginapan di daerah pantai watukarung. Kami dapat penginapan yang semalamnya 200rb/ kamar.

DSC_1947

 

Continue Reading

Solo – Pacitan Trip (4 -8 Februari 2016)

This is my first trip for 2016…. Yyyyeeeeaaaahhhhhhhh horreeeeyyyy

Sebetulnya trip solo en pacitan ini didasari oleh keingin tauan saya tentang pacitan yang lagi hot-hot nya di dunia perinstagraman dan juga karena gagalnya saya ikutan temen ke Solo akibat abu gunung kelud dua tahun yang lalu. Ditmbah lagi, libur imlek berarti ga perlu cuti lama-lama kan..(save my leave for the best trip…eeehhh)

Tapi ya, yang namanya libur panjang, di Solo lagi ada great Sale Solo plus juga lampion , kembang api en perayaan imlekan jadi lah tiket kereta abis, tiket pesawat mahal dan juga beberapa teman ga bisa ikutan karena ada acara lain nya……. Akuuuuuu sedddiiiihhhhhhh.

Berhubung di Solo ada basecamp nya www.wisatakita.com ( my trusted tour and travel for karimun jawa, Belitung, derawan, menjangan or even personal trip ) jadilah saya numpang tidur en juga numpang di anterin kesana-kesini…… ihhhiiyyyy, mayan lah gratisan.. en ga lupa, kali ini saya trip bersama one of my longest and dearest friend Isna, cewe kecil mungil yang juga buliable klo perginya sama saya …..

 

Oopss.. intro nya kepanjangan ya … baik lah … kita mulai ceritanya…

 

Kamis, 4 Februari 2016

DSC_1839

Super excited tiap kali mau jalan-jalan, jadilah ijin pulang setengah hari dari kantor ( ga lupa ambil angpao dulu dari si boss donk). Sebetulnya sih jadwal kereta aku jam 10 malem, tapi karena ga pernah naik kereta en takut macet, jdnya dari rumah (cawang) berangakat jam 7 ke stasiun Senen. Sampai di stasiun senen, saya bengong2 en bingung mo kearah mana, liat orang pada duduk-duduk di pelataran pintu stasiun bikin tambah bingung ( apa gw musti ngemper disini juga ya?…pikir ku dalam hati). Dengan tampang linglung, saya nanya ke pak satpam tempat untuk cetak tiket ( sumpah ya, gw baru tau kalo musti print tiket dulu di belakang, ga bisa bawa tiket yang dikirimin by email ajah loh).  Abis cetak tiket, saya melipir ke dunkin donat buat nunggu isna.

DSC_1842

Jam sudah menunjukan pukul 9.50, saatnya kami masuk ke stasiun, dan naik kereta. Oia, sebelum masuk kereta, saya sempet nanya sama temen2…. Klo dikereta, toiletnya bersih ga?, en dijawab..toiletnya bau + lobangnya bolong, yg otomatis pup /pee nya jatuh ke rel…eeuukkkkkk.

DSC_1845

Masih dengan tampang linglung, saya amaze dengan orang-orang yang tiduran di lantai biar bisa selonjoran, dan setelah beberapa lama perjalanan dan ga bisa tidur, saya mulai kepikiran, kenapa ga bawa tiker aja sih, biar bisa ikutan penumpang lain bobo dilantai…hahahahahaha… pinggang ku encok gara-gara tempat duduknya nda bisa di setel kebelakang euy…. Berbi sudah tua euy, sudah udzur..

Hari makin larut, tp saya en isna ttp ga bisa bobo, akhirnya kita ngobrol-ngobrol santai ajah,, (I’m so glad to be with you that night darling,,, mungkin kalo sama orang lain, saya ga tau gimana caranya ngabisin waktu berjam-jam di dalam kereta).

Tips buat yang baru naik kereta seperti saya :

  1. print tiket online kamu di mesin tiket dan jangan lupa bawa kartu identitas untuk pemeriksaan di gerbang
  2. temen asik itu perlu buat killing time kalo ga bisa bobo, jd pinter2 cari temen seperjalanan ya..
  3. bawa tutup mata (buat yg susah tidur dengan lampu terang), kaos kaki en selimut or kain panti biar ga dinginan.
Continue Reading

Maluku Trip – Ambon to Desa Sawai (Ora)

Day 5, 3 Juni 2015
Semoga hari ini menyenangkan……
Setelah mengalami hari yang melelahkan, saya berharap hari ini mejadi lebih baik… 
DSC_0506
moonset dari lantai 5 victoria guesthouse
 Supir saya ( yang pertama kali saya pesan) datang menjemput di hotel untuk menuju ke pelabuhan tulehu. Dia bercerita bahwa perjalanan ke sawai itu jalan nya rusak, belok-belok, naik turun bukit dll..dll, dia suruh saya tanya ke supir (yang sudah saya pesan) dia bawa mobil apa, kalo Avanza katanya ga kuat, musti innova dan buntutnya dia merekomendasikan temannya (satu link) untuk kita pakai selama di pulau seram. Dia juga merekomendasikan salah satu cottage yang terkenal di pulau seram itu. Untuk menyakinkan, saya turun di ATM BCA, kemudia menelpon bung barce, supir dari amahai  ke sawai (sengaja nelpon diluar biar ga di dengan oleh si pak supir). Bung Barce bilang kalo perjalanan dari amahai ke sawai itu aman kok, dia sering jalan kesana jadi ga perlu kwatir. Malah supir –supir dari ambon ini sebetulnya hanya mendengar cerita-cerita saja karena mereka belom pernah ke desa sawai. Huuufff…leggaaaaaaa…. 
DSC_0532
sunrise dari lantai 5 victoria guesthouse
Sampai di pelabuhan tulehu, sudah banyak potter yang menunggu untuk mengangkut barang kita ( saya sih ga pake potter ya). Kemudian kita masuk ke kelas ekonomi. Keren loh, kelas ekonominya aja dapet duduk en ada AC nya. Jd buat apa bayar 2x lebih mahal kalo bisa dapet tempat nyaman juga.. hehehe… ga lama kapal jalan, tiba-tiba gadis kecil didepan saya mulai ngajak ngobrol dan kenalan. Dia ga malu-malu pegang2 tangan saya en suruh saya ngikutin gerakannya dia. Karena cape main sama dia, saya pun tidur. Si anak ini manggil saya, tapi saya ga jawabin. Tetep pura-pura tidur.. ga lamaaaaa…. Paha saya di pukul kenceng.. ternyata dia turun dari kursinya, kemudian nyamperin saya en mukul saya.. saaaakiiiiiiitttttttt…… 
DSC_0543
sunrise dari lantai 5
Kemudian kejadin ini terulang lagi,, saya tidur, dia manggil,saya ga jawab dan diaaaaaaaaaaa MELUDAH… yup,, dia ludahin muka saya…hikksss..hikkssss… karena bapaknya lagi gendong adiknya diluar, akhirnya si anak di omelin sama bapak-bapak disebelah saya dan teman saya… haaaduuuhhhhhhhh ambonnnnnn kenapa kau begitu kejam kepadaku………. Aku sedddiiiiihhhhhhhh……… ( nangis dipojokan)
IMG-20150603-WA0016
di pdktin sama anak-anak kecil
Sampai di pelabuhan amahai, bung Barce sudah menunggu kita. Dia pun bantu kita menyusun barang-barang di mobil agar muat.. haha.. 6 orang dengan bawaan minimal 2 tas untuk satu bagasi kecil doank. Sebelum melanjutkan perjalanan selama 3-4 jam, kami mampir ke rumah makan Madura di dekat pelabuhan amahai.. rasanya enak en cocok di lidah.. sepanjang perjalanan bung barce bercerita tentang pulau seram, sawai, penginapan lisar bahari dan sekitarnya.  Di sekitar daerah desa sawai ini ada beberapa penginapan sebetulnya. Tapi yang terkenal itu ora beach resort dan lisar bahari. Kebetulan untuk beberapa hari kedepan, saya menginap di penginapan milik pak Ali ini.
IMG-20150603-WA0018
penginapan lisar bahari
3 jam lebih sudah berlalu. 2 bukit sudah dijelajahi dan akhirnya kami tiba di desa sawai, sepanjang jalan masuk ke desa ini, banya pohon-pohon duren, sayangnya sudah lewat musim durian ketika kami kesana. hikkkssss…  dan jangan kaget begitu memasuki desa, rumah begitu banyak dan dekat-dekat.. kata bung barce, orang sini suka bikin anak.. hihihihihi.
IMG-20150603-WA0020
dari depan kamar
Kami disambut oleh hujan ketika masuk ke gerbang penginapan lisar bahari. Karyawan pak Ali membantu kami untuk membawa barang-barang ke kamar, dia memberikan kami 5 kamar tidur untu 6 orang, dia bilang “silakan di pakai yang mana saja, dan jangan pegang tas atau bongkar tas dulu, mari kita kedepan”. Di depan kamar, kami sudah disuguhi teh, kopi dan cemilan. Nikmaaatttttt………
 

DSC_0557
menunggu sunset
 Pak Ali membiarkan kami bersantai sejenak menikmati indahnya  pemandangan di depan mata  dan juga melihat ikan –ikan di depan penginapan.  Menjelang sunset, kami mulai pecicilan, ga sabar untuk moto sunset dan kemudian pak Ali bilang “ tunggu disini 5 menit ya, kalian siap siap”…… jreng..jreng..jreng… kami semua pandang –pandangan donk. Ternyata pak Ali keluarin kapalnya dan ajak kita untuk liat sunset di pondokan tengah laut.  Walaupun sunsetnya kurang kece karena awan mendung, tapi kita tetep dapet foto kece waktu pulang.
DSC_0581

 

tiba-tiba langitnya jadi pink
Telpon Bang Barce ( mobil ke sawai) : 085343215523
Telpon Pak ALi-lisar bahari : 82111181137
Continue Reading

Maluku Trip – Ambon

Day 4, 2 Juni 2015
Waktu hujan sore sore, kilat sambar pohon kenari. E jojaro deng mongare mari dansa dan menari
Tau lagu itu dari mana? Yup betul dari ambon. Hari ini kami semua mau pergi ke Ambon. Dari bandara kei butuh waktu 1,5 jam untuk ke bandara patimura. 
P6020121
pulau-pulau kecil di daerah kei
Pas di pesawat, saya keluarin handphone ( airplane mode) untuk foto-foto pulau kecil yang ada di sekeliling kei, ga lama, ada ibu dibelakang saya yang heboh bilang gini :
Ibu-ibu : “memangnya boleh ya nyalain handphone di pesawat”
Temannya : buat foto aja kali
Ibu –ibu : “jangan sampe ya kesalahan satu orang bikin kita celaka semuanya”
Jeng..jeng…. serasa dipukul pake palu gede deh.. padahal kan sebetulnya selama airplane mode, gpp buka hp buat foto-foto, cuma si ibu yang berasal dari ambon itu ngomongnya kenceng banget, bikin heboh barisan belakang jadinya…haiiiizzzz…. Akhirnya foto-foto pake kamera underwater deh…:(
 

P6020129
Banda Neira
Ga berapa lama, kita melintas di atas banda naira, en si ibu-ibu belakang kembali berisik lagi “itu banda kan?” tanyanya ke temen sebelahnya dan kesempatan ini saya pake buat nanya ke si ibu ehmm.. setel suara paling lembut dan ramah.
Me :  “ yang di depan itu banda naira ya bu?
Ibu: “ iya”
Me : ada apa disana bu? Lebih bagus dari kei ah?
Ibu :  ada bla bla bla.. ( mulai cerita)
En percakapan ini akhirnya jadi seru sampe –sampe si ibu ngira saya orang ambon… aaaaahhhhh,,, sudah mirip rupanya muka beta jadi wong ambon.
Sampai di Bandara, banyak supir taksi yang menawarkan mobilnya. Cuma disini mereka tidak memaksa seperti supir di bandara soeta ya. Karena supir yang saya pesan belum datang, jadilah kami menunggu di depan badara. Baru 5 menit berdiri, tiba-tiba banyak orang yang berlari dan berteriak… karena panic + penasaran, kamipun melihat kearah asal suara itu. Mungkin karena melihat muka kita yang berubah, ada  orang yang bilang,, “itu bukan apa-apa, mereka Cuma becanda” en mba hanny juga bilang hal yang sama. Beberapa lama kemudian, kembali mereka berteriak dan berlari… ala maaakkkk,,, baru 10 menit sampai di tanah air beta, beta punya nyawa sudah hampir habis….
Akhirrrnyaaaa… si supir saya pun  sampai, tapi dia bilang kalo dia sudah ada janji jemput orang, jadi dia akan antar sampai penginapan, dan kemudian akan dilanjutkan oleh temannya. Bodohnya saya saat itu, saya tidak konfirmasi kembali harganya. Jadi waktu saya pesan pertama kali, dia bilang 650 rb perhari untuk innova. Dan kenyataanya saya harus bayar 250rb untuk biaya jemput ke bandara ditambah 650 rb untuk keliling ambon dengan mobil temannya itu…. Aaarrrrgggghhhh saya tertipu… 

Rasanya, ambon belum cukup membuat amarah saya memuncak,,, eeeaaaa kaya gw bisa marah ajah ( ga bisa marah, tp juaranya ngambek) …… supir yang ke 2 ini rada –rada males untuk muter ke arah yang jauh. Kebetulan hari itu saya minta dia untuk keliling di Pantai Lawena, Pantai hukurila. Pantai namasua, pantai pintu kota, pantai santai   dan sunset di patung Christina marta tiahahu. Dari penginapan saya, pantai hukurila itu bisa di tempuh dalam waktu 45 menit menerobos bukit-bukit, atau 2 jam dengan posisi memutar dipesisir pantai.

DSC_0446
beda kan pasirnya sama pasir panjang kei
Supir : mau kemana hari ini ?
Me : mau ke lawena, hukurila, namasua, pintu kota, pantai santai dan sunset di Christina marta tiahahu. Cari jalan yang searah pak, jadi ga usah mutar- mutar
Supir : hukurila itu pantainya biasa aja,ga ada apa-apa. Orang biasanya diving disana
Me : gpp pak, pingin liat aja dulu
Supir : kalo jalan lewat situ lama, lewat sini deket (nunjuk arah)
Me : lewat sini berapa lama pak?
Supir : lewat sini yang mana ya ? ( melunjur lewat jalur yang lama)
Me : yang tadi bapak tunjuk, kan bapak bilang kalo lewat jalur sini lebih cepat
Supir : tapi lewatin pegunungan, naiknya nanjak.. etc..etc…
Me  : ( garuk-garuk kursi mobil plus temen saya)  ya kan kata bapak, lewat sana cepat, berapa lama? Kita lewat sana saja kalo cepat pak
Supir : (akhirnya muter balik en lewat jalur cepat)
Ga berapa lama, jalanan sedikit menanjak en si bapak minta kita untuk matiin AC + buka jendela, katanya takut ga kuat mobilnya….. #eeeaaaaaaaaaaa
IMG-20150602-WA0010
Hukurila  Beach
45 menit kemudian, kita sampe di pantai lawena,,, tidak banyak yang bisa dilihat. Pantainya kotor dengan pasir yang kasar ( abis liat pasir lembut, disuguhin yang kasar gini jadi rada-rada ilfil)  cukup 10 menit di pantai ini ( sambil lempengin badan) kemudian kita pindah ke pantai hukurila, lumayan lebih bagus daripada hukurila ya.. bisa foto-foto kece jadinya.
mtf_BYyeU_484.jpg
sunset at patung christina marta tiahahu

Karena waktu sudah lumayan sore, akhirnya kita skip untuk pantai namasua, pintu kota dan pantai santai, kata si bapak kita ga ke uber untuk kesana. pemberhentian berikutnya adalah pantai Christina marta tiahahu, sosok pejuang wanita dari ambon. Konon katanya saat peletakan batu patung ini hanya bisa menghadap ke laut tempat dia dibuang, ketika dicoba menghadap ketempat lain tidak bisa. Dari luar pagar, kami menunggu matahari tenggelam dibalik bukit ambon. Sudah banyak orang yang duduk-duduk menunggu sunset en berfoto disini.

mtf_BYyeU_480.jpg
waiting for sunset
Tak ada tujuan, tapi ga mo rugi balikin mobil yang sudah dibayar full, jadilah kami minta untuk dibawa ke kedai kopi joas, kedai kopi yang terkenal juga disini. Sayang hari sudah mulai malam, sehingga cemilan cemilan di sana sudah habis, dan hampir last order ( padahal baru jam 7 loh) dan pindah makan ikan di resto dekat hotel .
DSC_0495
kota ambon – gong perdamaian
Mungkin karena suaranya yang memang besar, atau mungkin saya terbiasa mendengar suara lembut nan ramah. Bagi saya, hari ini,,,ambon meninggalkan kesan yang mengecewakan..:(
Continue Reading

Maluku Trip – Kei Kecil day 3

Day 3, June 1st 2015 

day 3
peta perjalanan hari ini

Sedih karena ga dapet apa-apa kemarin, kita hari ini bertekat untuk mendapatkan spot-spot yang bagus hari ini… saya bilang sama swon “ pokoknya minimal kita musti turun 3 kali ya!.. 3 kali!!” . 

Sesampainya  pelabuhan untuk ke bair (adanya diatas pulau kei kecil), kami nego dengan kerasnya. Semuanya diperbincangkan dengan a lot dan lebih detail ( secara kemarin udah detail ajah masih ga dapat apa-apa, jadi yang sekarang musti lebih detail lagi). 

Menyebranglah kami ke pulau bair.. dan ditengah jalan tiba-tiba saya melihat penyu besar sedang diving… keeerreeeeeennnnnn… ga lama kami berhenti dan dapet spot yang cantik luar biasa… (akhirnya terbayar sudah kekesalan kami kemarin), dan kamipun snorkeling dengan puasnya.. berenang –renang lincah kesana kemari.  

P6010065
aku yang masih belajar menyelam
P6010106
ikan dimana mana
P6010118
bair underwater – pic taken by mas Ridwan www.wisatakita.com

Puas snorkeling, kami lanjut ke bair island.. dannnnnnnnn.. kembali kami berdecak kagum,keren banget tempatnya,, antara perpaduan phuket dan raja ampat ( ga imbang yak perbandingannya), pokoknya indah nian tiada tara deh…. Keceh…keceh… selesai foto, kami  medarat ke pulau terdekat untuk makan siang sambil leyeh-leyeh di pantai. 

DSC_0432
bair island
DSC_0438
bair island sisi lain
IMG-20150609-WA0021
bair – pic taken by andreas
IMG-20150609-WA0023
kece kan – pic taken by swon
Perut kenyang, hati tenang… kami melanjutkan perjalanan untuk menyusuri pulau bair, sambil berharap ketemu baby hiu seperti yang di kasih tau di blog-blog..ketika ketemu tempat yang bening, para lelaki pun dengan centilnya foto-foto ala bintang gambang di tengah laut, dan kami para wanita menunggu di kapal ( lagi kumat malesnya).
Selesainya, kami diberhentikan di tengah laut untuk snorkeling spot terakhir, tapi saya merasa ombaknya sudah mulai gede, dan untuk amatir snorkeling seperti saya,, yang ga bisa berenang, saya takut klo turun di ombak yang rada besar. Sehingga kami memutuskan untuk ga  jadi turun. Sesudah nya saya diledek sama swon “ katanya may 3 spot” hihihihi… maklum lah,, badan sudah udzur dan masih amatir..

Dari dermaga bair, kami menuju ke hawang cave, berhubung mas ridwan kemarin belum sempat kesini dan pingin liat tempat ini. Tapi sebelumnya kami mampir di restoran untuk memesan menu makan malam. 

IMG-20150609-WA0009
hawang cave dari luar – pic taken by mba hanny
Ketika kami sampai, ada banyak anak-anak kecil yang sedang mandi, berenang dan juga jumpalitan dari atas gua. Mereka berenang dengan lincahnya, nyelem-nyelem juga sampe dasar goa. Begitu liat pemandangan ini, nyali saya jadi cuit ( dan langsung membuang jauh-jauh pelampung yang sudah saya bawa). Akhirnya ketika mas ridwan, andreas dan swon asik berenang, saya cukup menonton dari sisi samping goa…(aku malllllluuuuu sama anak kecil ini loh)…

Puas dari gua, kami kembali ke kota untuk cari oleh oleh, dan kemudian balik ke daerah bawah untuk makan malam. Sampai di resto nya si penjaga bilang “kaka , maaf, saya baru balik dari pasar, ini cuminya Cuma sedikit, dan harganya mahal. Tadi aku bilang sama kaka harganya 25 ribu, tapi karena mahal jadi harganay 35 rb” .. aga shock sih kenapa resto bisa naik turunin harga kaya lagi di pasar saham ajah. Cuma berhubung saya baik hati – ramah tamah – senang senyum aka polos cenderung bodoh jadi saya bilang “ya udah mo gimana lagi, yang penting saya bisa makan”. 

IMG-20150609-WA0018
Makan Malam saya – pic taken by mba hanny
Hidangan datang… ada ikan, ada cumi, ada sayur, dan ada papeda… muka semua orang berubah ketika 2 mangkuk papeda datang dihadapan kita dan muka saya semakin  panic karena saya pesen 4 porsi papeda. Untung aja si pelayan bilang kalo 2 mangkok besar itu gabungan 4 porsi papeda, huuufffff.. lega… tapi tetep merasa itu papeda banyak bangettttttt.
Selesai makan nasi,  kami pun mencoba papeda, makanan khas ambo yang terbuat dari sagu.. dari 6 orang yang makan,, kami setuju kalo papeda bukan selera kita.. hahaha.. walaupun sudah dicampur sama kuah kuning dan perasan jeruk, tetap saja rasanya aga aneh ketika menelan papeda ke dalam tenggorokan…
Perut kenyang, sinyal kuat membikin hati tenang… puas makan dan puas posting-posting foto di social media, kami pun kembali ke daerah flinstone aka daerah tanpa sinyal aka penginapan kita.  Eh sebetulnya ada sinyal sih,, tp Cuma bisa buat nelpon, itupu musti ditoilet atau di tengah-tengah tangga.. hehehe.
Tips  hari ke 3 :
– Re-apply, re-apply, re-apply sunblock… ati2 sunburn
– Rajin-rajin mandangin laut…kadang suka ada ikan loncat-loncat, atau penyu yang lagi berenang
– Tawar boat nya ya.. kemarin saya dikasih 400rb untuk 1 boat, tapi cuma ke beberapa tempat dan kurang puas (padahal sih udah kecapean di laut)
– Bawa makan siang kalo mo perginya dari pagi sampe sore, karena di laut susah buat cari makanan
– Karena dari satu posisi ke posisi lain itu jauh, jd mendingan check peta en liat mana aja yang searah, biar ga bolak balik jalannya.
Continue Reading

Maluku Trip – Kei Kecil day 2

Day 2,  31 May 2015
 
Tujuan pagi ini adalah mencari pelican australia di ngurtafur, snorkeling di  ngaf, er , godan dan melihat bair, raja ampatnya kei kecil. 
Peta Kei Kecil
peta kei dan lokasi snorkling
 
 
Pagi ini kita mulai beranjak dari penginapan sekitar jam 8.30, perjalan menuju pelabuhan ke ngurtafur itu sekitar 1 jam. Pelabuhannya itu di dekat evu pool. 
 
DSC_0421
main balon sebelom melaut
 
kami bertemu dengan nelayan setempat untuk menyewa boat . berbekal peta dari penginapan,  saya tanya detail sama nelayannya : 
 
Me (M) : pak, saya mau liat ke pelican di ngurtafur,kemudian snorkeling naf, er godan, ada pulau apa saja pak ?
Nelayan (N) : oh bisa, disekitar ngurtafur banyak tempat bagus, ada a,b,c,d ( menyebutkan nama pulau dan tempat snorkeling)
M: oh, banyak ya? Kalo gitu kita ga sempet ke naf, er, godan ya?
N : iya, meding keliling sini dulu aja.  
M: kalo kita ke bair bisa pak ?
N : bisa, aja Cuma aga jauh. Lebih baik ke sini, sini, sini dulu .. banyak yang bagus- bagus kok
M : Ok, kita ke sini-sini-sini, kemudian snorklingnya di sini-sini ya pak ( sini itu nama pulau, Cuma saya lupa nama nya)

N: siap. 

DSC_0123
nemu anak kecil buat jd objek foto
 

Kenyataaan :perlu 1 jam untuk tempat kepala desa untuk minta ijin masuk ke ngurtafur, kemudian perlu sekitar 15 menit lagi menuju ngurtafur.  Ngurtafur ini berbentuk pasir yang membelah lautan. Bahkan ketika air laut surut, dia bisa membentuk jalan untuk menghubungkan antar pulau. Sayangnya, ketika saya kesana laut hampir pasang, jdi jajaran pasirnya pendek.

DSC_0175
anak ini ketawa seneng liatin oji yang belajar nyelem en loncat
DSC_0172
sambil nunggu ijin dari pak kepala desa
DSC_0163
pose ngambang sambil ngilangin bosen

Disini biasanya pelican dari Australia beristirahat saat migrasi. Pelican ini ga bisa didekatin, jadi hanya cukup dipandang dari jauh atau di jepret dari lensa tele. Selesai di ngurtafur, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah sekitar 1 jam puter-puter pulau, kita ga sampe –sampe di tempat snorkeling. Kapal sempat melambat sebentar,tapi kemudian jalan lagi, melambat lagi trus jalan lagi.. berkali-kali di phpin sama si bapak.  Klo diliat dari atas, karang-karang laut yang ada di sekitar pulau ngurtafur ini banyak yang sudah mati. Katanya karena di bom oleh nelayan… hikksss sediihhh.  Karena lelah dan kelapara, kami memutuskan untuk makan siang di pulau kosong. Selesai makan siang pun mesin si kapal rusak, sampai akhirnya kita snorkeling di sekitaran pulau yang ga ada apa-apanya.. hhhiiiikkssssss….. dan habis itu,,,,, kita dijemput sma kapal lain, untuk dibawa bengkel kapalnya. 

 
DSC_0212
ngurfatur

 

DSC_0203
pelican australi
Nasib anak soleha memang ga kemana ya, walaupun kita ga dapat keindahan bawah laut, tiba-tiba kita disajikan keindahan atas laut. Secercah cahaya pelangi muncul dari sisi kanan, dari pudar trus menjadi terang dan terang dan semakin terang,, kemudian menghilang, berganti menjadi pelangi dari sebelah kiri, ga lama kita berhasil melihat pelangi utuh setengah lingkarang dan kebetulan kapal kita menuju ke tengah tengah pelangi itu, seakan kita masu ke dalam gerbang pelangi… keeerrreeeeennnnnn. 
 
DSC_0490
full pelangi dari lensa wide hp
 
 

Tak sempat mencari sunset ditempat lain, akhirnya kita menunggu dipelahuban untuk foto sunset. Katanya, biasanya matahari jatuh tepat di tengah-tengah dua pulau dan terlihat dari pelabuhan itu. Hanya saja, awan tebal dan gelap menghilangkan matahari sebelum dia terjatuh ketengah laut…. Tapi aku tetap suka kok… 😉

DSC_0410
sunset at dermaga
 

Hari mulai gelap, dan perjalanan masih jauh, sinyal belom ada ( belom bisa posting-posting temua hari ini) jadilah kita mampir ke kota untuk makan bakso sekaligus posting gambar.. hahahaha…we are quick upload traveler… 😉 

DSC_0496
jajanan di balai kota..
Lalu menuju balai kota untuk cari wifi gratis ( tp hari minggu wifinya tutup) dan berakhir dengan makan malam di penginapan.
 
Tips :
– yang ga bisa berenang, usahakan pinjam pelampung dulu dari penginapan, karena nelayan tidak punya pelampung.
– kapal untuk keliling pulau itu biasanya kapal nelayan tanpa ada penutupnya, jadi siap2 kepanasan ya
– tanya en nego nego lagi ya untuk wisatanya. Kemarin saya dikasih 400rb untuk keliling pulau itu. 
– cobain LAT, sayuran berbentuk bulet bulet kecil kaya anggur, yg dimakan pakai kelapa parut,, rasanya meledak di mulut.. ennaaaaakkkk
Continue Reading